December 22, 2013

Mamaku..

Hampir 30 tahun yang lalu ia berjuang..
Melahirkan secara normal bayi perempuan seberat 4,6 kg
Jangankan berkenalan dengan operasi caesar,
Bertemu dengan rumah sakit besar saja sudah bersyukur..

Karena proses melahirkan yang sulit,
Bayi perempuan itu harus dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap.
Tak sempat mencium keningnya atau mengabadikannya seperti yang lazim dilakukan pasangan masa kini.

Bed rest selama 40 hari pun dijalani olehnya.
Selagi lemas tak berdaya di tempat tidur, putrinya pun diobservasi selama 3 bulan lamanya di rumah sakit yang berbeda..

Tak ada organisasi seperti AIMI
Tak ada forum dan website seperti the urban mama atau mommiesdaily
Tak kenal dengan internet
Tak paham betapa maha dahsyatnya cairan yang keluar dari dirinya
Karenanya..
Tak ada ASI eksklusif

Hari berganti minggu
Minggu berganti bulan
Kuasa Allah menolong mereka berdua
Diberi pisang dan kopi diusia 5 bulan,
Bayi perempuan itu tumbuh sehat dan lincah
Tumbuh menjadi anak kecil yang hobi bernyanyi sinanggar tulo

20 tahun yang lalu..
Allah uji kedua perempuan ini dan keluarganya
ITP mencoba menambahkan romansa dalam kehidupan mereka
Dengan perut membuncit selagi mengandung anak ke3nya,
Perempuan itu tersungkur di malam sunyi..
Menangis sejadi - jadinya, meminta ampun dan memohon kesehatan putrinya pada sang Khalik.. Sekali lagi..
Berusaha tegar tatkala sahabat putrinya, yg jg penderita ITP, berangkat bertemu sang Khalik
Allah menjawab doanya, Allah berikan kesehatan pada putrinya

4 tahun yang lalu..
Ia meneteskan air mata
Bukan karena meminta kesehatan putrinya, meski doa itu pasti selalu ada dalam setiap sujudnya
Itu adalah air mata bahagia dan haru..
Hari itu, putri kecilnya meminta izin untuk menikah..

Kemarin..
Wanita separuh baya itu kembali berkaca - kaca..
Dengan penuh perjuangan lahir dan batin
Insya Allah sebentar lagi ia akan bertamu ke rumah Allah

Hari ini..
Dengan penuh rasa bangga dan cinta tak terkira
Kuucapkan
"Selamat Hari Ibu Mamaku..
Jikalau setiap hari sejak engkau melahirkanku aku mencuci dan mencium kakimu, tetap tak akan mungkin aku membalas semua yang kau lakukan"

Dialah wanita terhebat dalam hidupku..
Mamaku..




December 20, 2013

Gaul ala Mimi Mariani Rusli

Gaul.

Ada banyak definisi dari kata gaul. Nongkrong di kafe terbaru sembari ngobrol tentang film, Indonesia -  Hollywood  atau mungkin Bollywood pun boleh, yang paling baru beserta cerita paling baru tentang pemainnya menjadi hal yang jamak dilakukan. Window shopping ke brand merk terkenal sambil mencoba beberapa sepatu, tas atau pakaian dan akhirnya menenteng beberapa barang yang mungkin tidak terlalu diperlukan juga menjadi hal yang biasa terjadi. Atau hanya sekedar duduk di food court dan menikmati bubble tea dengan soundtrack curahan hati sahabat yang sedang patah hati. Aktivitas - aktivitas tersebut bisa dikatakan termasuk dalam definisi gaul ala masa kini.

Namun sebenarnya ada cara bergaul lain yang tidak kalah asyiknya lho..



Adalah Mimi Mariani Lusli, seorang wanita yang menerima vonis kebutaan total tepat disaat ulang tahunnya yang ke 17. Keadaan yang membuatnya tidak bisa menikmati anugerah Tuhan berupa penglihatan ini ternyata tidak menjadikannya terpuruk. Mimi justru semangat untuk mempelajari huruf Braile dan meneruskan sekolahnya hingga tamat S1. Namun, saat akan melamar kerja Mimi menemukan kesulitan. Kesulitan inilah yang akhirnya mendorong Mimi untuk mendirikan Mimi Institute. Ia ingin membantu teman-teman yang juga memiliki keterbatasan agar tetap bisa mendapatkan pekerjaan tanpa diskriminasi. Ia ingin teman - teman lain para penyandang disabilitas bisa memiliki keahlian yang diperlukan untuk mencari kerja dan bersosialisasi dalam masyarakat tanpa merasa minder. Melalui Mimi Institute ia melakukannya.


Mimi Mariani Lusli hanyalah wanita biasa. Yang luar biasa adalah Ia memiliki tekad dan ketekunan dalam meraih berbagai gelar pendidikan meski ia tak dapat melihat. Gelar Sarjana diperolehnya di IkIP Santa Dharma Jogja (1989), Master of Science di Universitas Indonesia (1997) dan Beasiswa dari British Council pun diraihnya sehingga ia bisa lulus dari program studi Master of International Communication di Leeds University - Inggris. Masih kurang gaul? Di tahun 1991 - 2003 Mimi mengajar tentang Metode Bergaul dan Berkomunikasi dengan Orang Cacat di Universitas Atma Jaya. Selain itu Mimi juga bergabung di berbagai organisasi penyandang tuna netra. Semua dilakukannya demi mewujudkan perubahan sikap bagi penyandang difabilitas maupun bagi masyarakat umum.

Promoting disability - maaf fotonya krg bagus



December 13, 2013

Antara Rafa , Gunting dan Lem

Sudah sejak beberapa bulan terakhir ini, Rafa selalu mendekay setiap kali melihat saya menggunakan gunting. Awalnya hanya bertanya

"Itu apa Nda? "

Atau hanya memperhatikan saat saya sedang menggunakannya. Tapi beberapa hari terakhir ini Rafa selalu meminta gunting yang saya pegang. Akhirnya saat wiken kemarin, saya pun sengaja ke toko buku untuk membelikannya gunting khusus anak. Pilihan saya jatuh pada gunting dari Maped ini. Meski di kertasnya tertera untuk usia 3 tahun ke atas, saya memilih untuk mengenalkan gunting ini pada Rafa sekarang. Saat usianya 2 tahun 4 bulan. Kenapa? Karena saya merasa Rafa sudah siap. Ia sudah memiliki ketertarikan terhadap gunting tersebut dan sudah memperhatikan bagaimana cara menggunakan gunting melalui saya.

Maaf gambarnya agak kabur


December 11, 2013

Kenalan sama Happy Call

Alhamdulillah beberapa bulan yang lalu.. mmm.. apa udh setahun ya.. dibeliin Ayah Happy Call. Klo ga salah 440rb dapet dua. Satu lagi dioper deh ke neneknya Rafa. Biasa., modis alias modal diskon dari Deal Keren. Tapi begitu barangnya dateng langsung ditaro aja gitj disamping kursi. Jadinya lupa deh klo punya. Haha.. Sampai akhirnya sebulan yang lalu entah kena angin dari mana tiba2 pengen nyobain bikin - bikin sesuatu pake happy call ini. Maka jadilah salah dua cemilan berikut. Eitss, jangan ngebayangin bakalan ribet ya. Ga bakat saya sama yang ribet - ribet. Ini mah gampang bin gampil..


Yang pertama bikin brownis cempang cemplung. Meski hasil akhir agak gosong di satu sisi karena ditinggal nemenin Rafa tidur. Hihi.. tapi performanya sungguh luar biasa. Sanggup membuat ayah yang biasanya nggak pernah ngemil2 stelah pulang tengah malam sukses menghabiskan 6 potong dan langsung tidur. Hahaha.. Apa? Resep? Kan udh saya bilang saya nggak ahli yang ribet - ribet. Bikinnya aja pake ini kok.. 

December 6, 2013

Mampir ke Craft Patty



Ayoo teman - teman yang suka giveaway.. Mari mampir ke Crafty Patty.

Keren - keren kan hadiahnya? Caranya gampil surampil.. mari meluncur kesana... 

Pst.. Jangan bilang - bilang ya.. dsana banyak tutorial yang oke punya loh.. 

Cari - Cari Kitchen Sink

Biasalah nama pun udh jadi emak - emak kan ya.. Jadi pas ada urusan bangun rumah yang diurusin selain kamar utama, langsung deh ke bagian dapur. Pengennya sih punya kitchen set yg kece. Demi menunjang bentuk kitchen set yang masih diawang - awang ini tentunya perlu ada kitchen sink. Naksirr berat sama kitchen sink merk Blanco. Tapi apa daya saldo tabungan juga yang akhirnya berbicara. Haha..

Sebagai emak masa kini, duhhh.., saya pun mulai browsing ke forum2 untuk tahu bagaimana cara memilih kitchen sink yang oke. Sembari browsing nggak lupa tiap ada tema dapur saya selalu sounding ke ayah tentang betapa kerennya model kitchen sink sekarang. Semacam preambule supaya ayah nggak shock lihat deretan kithcen sink seharga motor.

December 4, 2013

note to my self : teguran dari seorang saudara

Hijab Gone Wrong

Hari ini gue pergi ke sebuah mall bergengsi di kawasan Jakarta Pusat untuk ketemuan sama temen kuliah gue. Jarang-jarang gue pergi ke mall itu di akhir minggu kayak hari ini, karena asumsi gue: pasti rame. Asumsi gue bener. Hari ini, mall itu penuh banget sama bule-bule. Gue ketemu sama temen kuliah gue, ngobrol sambil makan, terus gue pulang. Gue pulang lewat toko buku yang liftnya ngehubungin mall dengan salah satu gedung perkantoran dan gedung itu lebih deket ke halte busway. Pas gue lagi nunggu lift, gue ngeliat ada cewek pake hijab modifikasi yang menurut gue bikin dia keliatan kayak pake sarang lebah. Bayangin aja dia pake hijab dua rangkap, rangkap pertama dibikin jadi kayak rambut, rangkap kedua modelnya agak transparan gitu warna biru tua terus dililit-lilitin di kepalanya dengan aksen berantakan. Buat gue sih keliatannya jadi kayak sarang lebah.

Sepanjang perjalanan pulang, gue terus mikirin fenomena hijab ini, sampe gue sempet ngetwit beberapa pendapat gue. Tapi kayaknya kok nggak afdol ya kalo cuma disampein lewat Twitter, enaknya kalo nyerocos panjang lebar sekalian di blog. Jadilah gue berusaha mengingat poin-poin apa yang mau gue tulis di blog malam ini. Semoga bisa jadi refleksi buat kalian semua, pembaca blog gue yang berhijab atau mau pake hijab.

Nggak dipungkiri lagi, mode hijab sekarang lagi ngetren banget di Indonesia. Buat gue yang minoritas, kerasa banget lho perbedaannya. Selama 4 tahun kuliah aja, entah berapa temen gue yang memutuskan untuk pake hijab. Kemanapun gue pergi, naik apapun gue, selalu ada anak muda yang berhijab. Gue sih menyambut perubahan ini sebagai sesuatu yang bagus, karena lihat dari segi positifnya sih akhirnya banyak wanita Muslim yang mau menutup sesuatu yang disebut aurat di agama mereka. Diharapkan setelah pake hijab, kelakuan wanita Muslim juga lebih ke arah Muslim dan jadi contoh yang baik untuk masyarakat.

Tapi walaupun sepositif-positifnya gue, tetep aja gue ngerasain banyak banget dampak negatif dengan mode hijab ini. Bukan negatif secara agama, tapi negatif secara image. Gue ngerasa, hijab yang belakangan ini jadi mode, lama-lama malah dianggap sebagai aksesori semata. Kesan kesucian agamanya hilang karena makin banyak hijab yang dimodel-modelin. Ya mulai dari punuk unta lah (ini model hijab yang paling gue sebel, emang enak ya ada cepolan tinggi di atas kepala lo?), bentuknya kayak rambut lah, macem-macem deh, gue sendiri juga nggak tau nama-nama modelnya apa karena ya emang nggak pernah pake hahahaha! Mungkin modifikasi hijab ini dilakukan untuk menarik wanita Muslim untuk berjilbab, dengan pemikiran hijab bisa keliatan update dan bisa menjawab keresahan wanita Muslim yang pengen berhijab tapi takut nggak bisa keliatan modis lagi. Tapi gue nggak setuju tuh sama pemahaman kayak gini karena lama-lama laju modifikasi hijab terkesan makin nggak beraturan dan jadi nggak sesuai dengan norma-norma agama Islam yang ada. Ya harus sesuai norma Islam dong, itu kan perangkat agama. Daripada hijab dijadiin komoditas mode, sekalian aja pakeheadscarf ato turban! Sama-sama penutup kepala dan bisa dibikin modis kan?

Contohnya aja deh. Misalnya beberapa tahun lagi selain tren hijab akan ada tren pake kalung salib atau hal-hal yang berkaitan dengan salib kayak kaos gambar salib, gelang dengan bandul salib, dan lain sebagainya. Gue, sebagai orang Kristen, pasti suka, karena gue ngerasa lambang agama gue diterima di masyarakat luas. Tapi gue akan jadi sebel kalo makin banyak orang yang menyalahgunakan pemakaian gambar salib, kayak misalnya muncul motif salib terbalik (yang di agama gue adalah simbol dari Antikristus), atau salib yang dimacem-macemin modelnya, sehingga esensi kesucian dari salib itu hilang. Lama-lama orang pake ornamen salib bukan untuk semakin mengimani agamanya, tapi untuk gaya-gayaan. Nah, ini yang gue rasakan terhadap laju mode hijab yang makin lama makin cepat ini. Perempuan Muslim lama-lama pake hijab bukan sebagai tanda patuh terhadap perintah agama, tapi cuma karena hijab lagi ngetren. Nanti kalo suatu saat tren hijab ilang, lalu mau diapain dong cewek-cewek Muslim yang pake hijab cuma buat aksesoris doang? Masa disuruh lepas hijabnya?

Maafkan gue, tapi gue masih berpikir bahwa lo pake hijab kalo lo merasa siap. Siap untuk apa? Siap untuk berpakaian sederhana, siap untuk nahan diri pamer badan lo ke masyarakat, siap untuk menjalankan hidup yang nggak sepenuhnya duniawi. Bahasa gampangnya? Siap mengerem diri pake celana skinny jeans dan baju ketat. Siap menolak kalo ditawari ngerokok atau minum. Kalo di agama Katolik, gue menganalogikan cewek yang siap pake hijab itu kayak cewek yang memutuskan untuk jadi biarawati. Kesamaannya terletak di kewajiban untuk menjalankan hidup sederhana. Tapi masalahnya banyak cewek jaman sekarang yang pengen keliatan mewah padahal pake hijab. Yeeee, lu harus milih salah satu... karena pada dasarnya hijab itu menutup aurat lu dan menutup semua kekayaan lu supaya nggak dilihat dunia...

Padahal, kalo aja cewek-cewek itu mau nyari tau lebih banyak, ada kok cara-cara pake hijab yang sederhana tapi masih keliatan rapi dan mewah. Mewah itu nggak perlu jadi kayak toko perhiasan berjalan kok. Lo punya temen cewek yang bajunya sederhana tapi keliatan rapi dan mewah? Nah, tanyain caranya sama dia. Dengan pemilihan warna dan bentuk baju yang tepat untuk badan kita (tanpa harus ngeliatin lekuk tubuh), kita bisa keliatan rapi, sederhana tapi mewah dengan hijab yang (kata ustad) syar'i. Actually you can have the best of both worlds, you just gotta work more to achieve it. 

Udah ah, sekarang gue mau menyerahkan semuanya ke kalian. Pilih keputusan berhijab karena memang keputusan dari hati atau cuma pengen ikut-ikutan aja? Beneran siap nggak pake hijab? Karena hijab itu bukan sekedar tren. Modifikasi hijab memang lagi tren, tapi esensi dari hijab sendiri adalah sebagai alat agama. Suatu saat nanti bisa jadi hijab kembali ke bentuk dasarnya. Jangan sampe buta dan nggak bisa ngebedain tren dengan perangkat agama. Pikir juga, apa yang akan lo lakuin kalo tren modifikasi hijab lenyap dimakan waktu? Bakal tetep pake hijab atau malah lepas hijab karena udah nggak tren lagi?

Diambil dari Blognya Jude

November 28, 2013

Mari ke Taman Ayodya

Taman Ayodya

Taman yang terletak di kawasan Blok M - Barito ini sebenarnya sering banget kami lewati. Cuma... Biasanya lewat sini kalau sudah lewat maghrib, jadi belum pernah mampir. Jadi wiken kemarin setelah makan siang dan tidur Rafa kami ajak untuk bermain ke taman. Dengan semangat ia membawa serta kereta2an yang kemarin dibeli setelah pulang dari JKF.




Taman yang cukup rimbun ini tidak terlalu luas tapi nyaman untuk dijadikan tempat bermain bersama keluarga. Meski agak sedih sih, Taman Ayodya ini sepertinya kekurangan tempat sampah. Jarak antara tempat sampah yang satu dengan yang lain seperti sedang main petak umpet. Makanya nggak heran kalau banyak ditemukan sampah bekas makanan / minuman / puntung rokok bertebaran di beberapa titik. Ahh, ini sih karena kesadaran masyarakat kita juga rendah ya dalam membuang sampah.



Taman Ayodya ini sepertinya bisa dijadikan pementasan, karena ada tempat yang mirip seperti panggung kecil. Setiap jam 15.30 akan keluar kran yang otomatis menyiramkan air ke segala penjuru rumput dan tanaman yang ada. Kemunculan kran otomatis ini bikin Rafa excited banget. Excited mau ikutan mandi. Haha..







Seru kan? Jadi Rafa bisa menikmati taman sambil mengejar kupu - kupu, capung bahkan kucing. Nasipppp tinggal di apartemen jadi Rafa jarang lihat kucing. Skalinya adaasti langsung ditangkap petigas hewan. Hehe.. tapi Alhamdu
Illah masih diberi tempat tinggal kan yaa. 

Dan yang bikin taman Ayodya ini makin kece adalah.. apalagikalau bukan banyaknya abang2 jajanan. Haha.. maka kunjungan ke taman kali ini kami tutup dengan tahu gejrot dan es doger. Slurrpp. Yuks main ke taman..





Bermain dan Belajar di JKF

Belajar naik motor dulu lwt simulasi yg disponsori Total

Yeay.. naik motor polisi

Ekspresinya mana Rafaaaa.. kan critanya jd astronot..



JKF! Apa itu? Itu lho.. Jakarta Kids Festival yang diadakan di Kota Kasablanka tanggal 22 - 24 kemarin. Beberapa hari sebelumnya, Rafa sudah saya daftarkan untuk mengikuti beberapa kegiatan di website JKF. Ini beberapa keseruan yang ada di Jakarta Kids Festival. Meski Rafanya agak cranky karena baru bangun tidur. Galau dia mau lanjut tidur lagi atau main di JKF. Hehe..

November 27, 2013

Lagu Anak Muslim



Jadi ceritanya sejak 1,5 tahun Rafa kami masukkan ke TPA yang ada di masjid dekat rumah. Tujuannya ya supaya Rafa bs ketemu teman baru sekaligus main sambil mendengarkan ayat - ayat Al Quran. Rafa masuk ke kelas kecil (2-3 tahun). Di kelas ini lebih banyak nyanyi-nyanyinya aja. Hehe.. ya, namanya juga masih kecil - kecil semua, kalau langsung di suruh baca Iqro pasti pada rewel..

Jadi di setiap kedatangan diawali dengan nyanyi - nyanyi lagu Islam, trus mewarnai huruf hijaiyah disambung membaca iqro dan ditutup dengan membaca doa2. Untuk kegiatan seminggu 3x selama 1 jam per kedatangan, orang tua cukup membayar Rp 40.000 per bulannya. Murah ya. Sebenarnya kegiatan mengaji Rafa juga menambah ilmu untuk Bundanya. Karena ustadzahnya kan bosa ditanya - tanya juga. :D

Untuk Ayah dan Bunda di luar sana yang ingin mengajarkan lagu anak Islami, berikut saya share beberapa ya..

 Allah
(Dinyanyikan dengan nada lagu Hai Becak )

Allah maha pengasih, tak pernah pilih kasih
Allah maha penyayang, sayangnya tak terbilang
Allah yang maha tahu, tanpa diberi tahu
Allah.. Allah.. La ilaha ilallah

Allah Tuhanku
(Dinyanyikan dengan nada lagu Lihat Kebunku)

Allah Tuhanku
Islam agamaku
Muhammad nabiku
Al Quran kitabku


November 26, 2013

Kencan Keluarga dengan Mi Item

Hayoo, ada yang sudah pernah makan mi item? Iya serius mi item. Bukan mi putih, mi kuning, mi hijau, mi pink atau mi orange. Ini Mi Item.. Kemarin setelah Rafa puas bermain di Jakarta Kids Festival ( ceritanya menyusul ya.. ) dan The Chipmunks tentunya, kami memutuskan untuk mencoba makan malam di Mi Item. Mi yang mendapatkan warna hitamnya dari tinta cumi, ternyata e n a k b a n g e t. Menurut kami yaa..


Sibuk memasang kereta - keretaan

Boleh minta kursi hitamnya ga yaa..

Kebingungan berhadiah manis

Masih ingat dengan tulisan saya yang ini ? Tulisan tersebut diikutsertakan dalam lomba menulis yang diadakan Laiqa Magazine dan Rinso Cair. Alhamdulillah saya dinyatakan sebagai salah satu pemenang utama.


November 22, 2013

Lagu Anak - Anak untuk Rafa

Pasti disini banyak yang memiliki anak balita. Saya suka miris sama lagu - lagu anak yang ada sekarang. Eh emangnya da ya lagu anak - anak masa kini? Nah itu dia..Makanya dari Rafa lahir saya hobi banget nyanyiin dia sambil menggendong, pas bayi yaaa.. skrg jg masih sih, tp udh ga bs sering2. Encokk.. haha..

Dan hobi saya itu menyanyikan lagu - lagu perjuangan. Entah kenapa. Kesukaan saya menyanyikan lagu - lagu perjuangan di saat Rafa bayi mulai berhenti saat Rafa berusia 1thn. Lagu perjuangan pun berganti menjadi lagu anak-anak. Namun otak bayi memang sungguh dahsyat. Pada saat Rafa berusia 1,5 thn ia mampu menyanyikan dengan samar lagu Halo Halo Bandung meski dengan kata2 yang kurang jelas namun dengan melodi yang tepat! Pembuktian tentang kemampuan bayi mengingat apa yang didapatkan mereka terpampang nyata di hadapan saya. Saya sempat tertegun tak percaya, tapi smuanya nyata. 

November 14, 2013

Kenapa harus si tipis

Beberapa waktu yang lalu saya sudah menguraikan panjang x lebar x tinggi tentang kehebatan si tipis dan performanya jika saya memilikinya pada postingan yang pertama, kedua dan ketiga (panjang banget sih kalimat saya..). Sekarang saatnya saya menceritakan lebih lanjut mengapa saya harus memilikinya. Lho jadi semua postingan di atas tadi bahkan termasuk yang sedang Anda baca ini, bukan postingan yang ditulis berdasarkan pengalaman saya pribadi berdua-duaan sama si tipis? Sayangnya bukan pemirsa.. Makanya mari disimak alasan saya ngebet menjadikan si tipis teman kencan saya.

1. Bukan akibat Impulsive Buyer

Pernah dengar kata belanja? Pasti semua pernah dengar dan pernah melakukannya. Sudah tahu kan bahwa wanita terkenal lebih sering menjadi impulsive buyer (bahan skripsi saya dibawa deh demi si tipis)? Wanita cenderung membeli sesuatu yang terlihat cantik. Dengan kemasan yang menarik, eksklusif dan warna yang serasi. Itulah sebabnya kenapa wanita senang barang - barang yang indah dan tidak bisa menolak ajakan tangan untuk meletakkannya pada keranjang belanja meski sebetulnya tidak memerlukan barang tersebut ( iya, saya juga suka begitu. Hihi.. ). Tapi dengan Acer Aspire E1 432? Serius, saya tidak sedang menjadi impulsive buyer. Awalnya memang saya tergoda dengan bentuknya yang lebih tipis dan motif bintang dibalik warna hitam dan silvernya. Siapa juga yang nggak mau tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya kan? Tapi ternyata dibalik bentuknya yang tipis menyimpan performa yang kece. Jadi berduet dengan Acer Aspire E1 432 jadi hal mutlak dong untuk saya.


2. Karena ingin berbagi

Acer Aspire E1 432 didukung oleh prosesor pintar. Yaitu prosesor Intel Dual Core Celeron. Psst.. Keberadaan Si pintar ini akan membuat kegiatan main game lebih menyenangkan. Pastinya menjadikan kegiatan senggang saya jadi lebih berwarna. Bebas stress deh. Nah, kalau sudah bebas stress pasti hari jadi senang. Saya akan mudah menulis tentang apa saja untuk berbagi dengan semua. Terkadang meski sudah tahu apa yang akan ditulis, kalau lagi nggak mood pasti tulisan jadi seret. biasanya saya sih main game dulu. Jadi setelah asyik main game baru deh saya melanjutkan menulis. Keberadaan Acer Aspire E1 432 tentunya akan mencerahkan hari saya. Kalau si tipis sudah menjadi penghuni rumah saya, saya pasti semakin sering kencan sm dia untuk membagikan cerita hidup saya. Duh, gaya deh saya.. 


3. Ada Kualitas dengan harga fantastis
Jujur deh, berapa kali anda menghentikan langkah pada saat sedang berjalan di mall karena tertera harga yang ekonomis atau tulisan sale? Sering kan? Harga memang menjadi pertimbangan yang cukup besar dalam membeli sebuah barang. Acer Aspire E1 432 hadir dengan harga hemat dengan kualitas mantap. Ya, seabrek kemampuan yang sudah saya jabarkan pada beberapa postingan terdahulu itu bisa kita bawa pulang dengan harga kurang dari 5 juta rupiah. Saya rasa saya sudah memenuhi kriteria untuk memiliki Acer Aspire E1 432 ini kan? Ibu rumah tangga dengan 1 orang anak batita yang hobi memperhatikan tutorial kerajinan tangan , hobi main game, hobi membaca dan ingin berbagi dengan orang lain sambil menghasilkan uang tambahan. Pasti saya jadi tampil lebih kece dengan si tipis di dalam tas saya. Jalan - jalan ke taman bersama si kecil sembari mengupdate blog yang menceritakan keindahan taman secara langsung. Wuih...

Gimana? Sudah cukup meyakinkan belum alasan saya ingin menyambut Acer Aspire E1 432 di depan rumah saya? Kalau masih belum ini alasan terakhir bin pamungkas dari saya. Apa itu?

Karena saya sudah jatuh cinta..



Ya itu alasan utamanya. Kalau sedang jatuh cinta tentunya anda akan merasa bahagia dan berbunga - bunga walau hanya membayangkan keberadaan pujaan hati kan? Hal itu juga yang terjadi pada saya. Hanya membayangkan Acer Aspire E1 432 aja sudah membuat hati saya bahagia dan jadi cengar - cengir sendiri. Ini belum bertemu langsung loh, bagaimana kalau sudah bertemu dengannya langsung ya? Hihi..

Ayolah sayangku si tipis, pulang ke rumah saya ya.. Please.. Please..






Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.

November 13, 2013

Rafa dan Barney

3 hari setelah Barney resmi menjadi teman baru Rafa, kurang lebih jam setengah 10 malam.

Rafa : Bunda, bobok yuk.. di kamar ya tapi. ( klo siang Rafa suka tidur di sofa bed soalnya.. )
Bunda : yaudh Rafa naik duluan gih, bunda cuci piring dulu

nggak lama saya pun naik ke tempat tidur

Bunda : Sini nak bunda peluk..
Rafa : Ih Bunda, kepalanya jangan kena bantal Rafa dong. Ini bantal Rafa (sambil menunjuk bantal garis -garis kuning yang ada di tengah tempat tidur ) , ini bantal Bunda nih (menunjuk bantal polos di sebelah kanan, yang kiri punya ayah soalnya.. )
Bunda : Trus Bunda ga boleh kena bantal Rafa tidurnya?
Rafa : nggak dong
Bunda : Kok kalo Barney boleh?
Rafa : iya dong

Pose pagi tadi..


yahhhh... patah hati deh saya gara - gara Dinosaurus Ungu..


Rafasya
2 tahun 3 bulan
Baru pertama kali punya boneka

November 8, 2013

.. I Love U ..



“The day will come
When my body no longer exists
But in the lines of this poem
I will never let you be alone

The day will come
When my voice is no longer heard
But within the words of this poem
I will continue to watch over you

The day will come
When my dreams are no longer known
But in the spaces found in the letters of this poem
I will never tired of looking for you” 
― Sapardi Djoko Damono







Please don't think it's funny..
When I want a hug from U
Because there's a lot of time,
I need your warmth..

Please don't think it's funny..
When I want a kiss from you
Because the sweetness of it,
excelled the honey..

Please don't think it's funny..
When I want you to hold me tight
Because there's a time,
I'm scared to loose you..

Please don't think it's funny..
When I want to watch your smile
Because for the whole of my life,
I don't want to forget my lover..




8.11.09 - 8.11.13

4 tahun
semoga Allah senantiasa mencurahkan kasih sayang dan berkahNya pada keluarga kami, mengampuni segala khilaf dan salah kami,
menjaga anak-anak serta keluarga kami dan senantiasa melindungi kami agar selalu berada dalam jalanNya sebagai orang -orang yang pandai bersyukur. Amin ya Allah..


November 6, 2013

si Tipis bikin liburan makin manis




Matahari bersinar malu - malu. Setelah makan siang yang lezat tadi sekarang saya duduk di pinggir pantai sambil memperhatikan Rafa dan ayahnya yang sedang asyik membuat istana pasir. Disaat ombak besar datang menyapu istana pasir yang mereka buat mereka akan berlari sambil tertawa bersama. Momen yang menyenangkan untuk dinikmati.

Disuguhi pemandangan yang menyenangkan, sambil membiarkan kaki saya terbenam dalam pasir imajinasi saya pun mengalir deras. Saya membuka tas dan mengeluarkan sahabat sejati saya. Tanpa menunggu lama, Saya pun larut memainkan jemari di atas Acer Aspire E 1-432 . Menulis review tempat makan atau hotel yang kami singgahi, menceritakan perkembangan pembangunan rumah kami, berbagi tips mengatasi mogok makannya si anak pintar sampai mengikuti lomba menulis yang sedang berlangsung. Keberadaan baterai dengan kapasitas 2500mAh pada Acer Aspire E1 -432 membuat saya tidak perlu khawatir mencari stop kontak. Lagi pula saya sedang berada di pinggir pantai. Stop kontak berada di gedung hotel tentunya. Keunggulan lain yang dimiliki notebook yang satu ini membuat saya bersyukur tetap membawanya meski di saat liburan.

Melanjutkan kegiatan menulis saya sambil mengedit foto adalah hal yang lazim saya lakukan. Belum lagi ditambah dengan membuka halaman jualan saya dan membalas order para pelanggan serta merekapnya pada catatan saya. Jadi dalam satu waktu saya bisa membuka beberapa aplikasi yang berbeda. Tetapi karena Acer Aspire E 1 -432 ini didukung performa Intel Prosessor didalamnya, semua aplikasi tersebut dapat berjalan lancar. Tidak ada aplikasi yang tiba - tiba crash dan membuat saya sakit kepala. Menyenangkan sekali.



Sesekali Rafa menghampiri saya untuk melemparkan pasir ke kaki saya atau hanya sekedar tersenyum dan memeluk saya lalu kembali ke ayahnya lagi. Kali lainnya ia datang untuk mencari permainan zuma yang ia sudah kenal karena sering melihat saya memainkannya. Selesai mengklik tanpa memperhatikan warna, ia pun kembali berlari menuju istana pasirnya.Tidak terasa waktu sunset hampir tiba. Kurang lebih 5 jam sudah berlalu sejak makan siang tadi. Sungguh Acer Aspire E1 -432 ini telah membuktikan kehebatannya. Tulisan untuk blog selesai, uang saku didapat dan Quality time dengan keluarga pun tercapai. Liburan kali ini membuktikan saya tetap bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya.

Akhirnya panggilan sunset yang akan tiba dan suara kebersamaan keluarga membuat saya menyudahi kencan indah dengan Acer Aspire E1 - 432 kali ini. Saat saya sedang menunggu si tipis dan keren ini untuk betul -betul mati, tiba - tiba Rafa berlari membawa ember menghampiri saya dan menumpahkan isi embernya ke atas notebook saya. Isinya air laut..

BYURRR.. Jangan Rafaaa......










"Bunda.. Bunda... Bundaaaaaaa.... "


Seketika saya bangun dan mencari suara Rafa yang memanggil saya. Tidak berapa lama saya tersadar. Ternyata saya hanya bermimpi. Bermimpi sedang berlibur dan membawa notebook keren bersama saya. Ringan dan dijejali kemampuan yang luar biasa sukses membuat Acer Aspire E 1 432 menjadi bintang di mimpi saya. Hihihi...






Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

November 5, 2013

Dear Son



Teruntuk : Athar Rafasya Warman



Di saat tahu kau ada dalam diriku sayang,
Kurasakan bahagia yang tiada dua

Di saat akan bersua denganmu sayang,
yang kurasa hanya "kegaduhan" di ruang operasi beradu dengan grogi dan rindu mendera hati

Di saat akhirnya berjumpa denganmu sayang,
segala rasa bercampur membuncah dalam dada berwujud tangis bahagia

Di saat kau tertidur dlm pelukanku sayang,
rasanya dunia hanya milikku berdua denganmu


Di saat selalu bersamamu sayang,
Segala penat, letih dan lelah menemanimu hilang berganti tawa bahagia tatkala kau mampu memanggilku Bunda dan segudang hal baru yang kau lakukan

Di saat kau menangis karena terjatuh sayang,
Dalam hati air mata ini jatuh karena tak ingin kau terluka secuilpun

Di saat rumah bagai kapal pecah sayang,
dada ini berdesir bangga karena kau telah faham apa yang kuucapkan, meski kadang kau lakukan sebaliknya

Di saat kau berlari memelukku sayang,
Aku tahu akulah wanita paling bahagia sealam raya

Di saat kau besar nanti dan aku menua hingga mati sayang,
Ingatlah bahwa cintaku untukmu tak bertepi tak terhingga

Terima kasih telah memilihku jadi ibumu..




Bunda

ditulis dengan menahan tangis haru disampingmu yang sedang terlelap tidur 



November 3, 2013

Jalan - Jalan ke Taman Lalu Lintas





Hihihi... Jadi malu nih..

Ini juga postingan yang tertunda.. Waktu liburan ke Bandung kami yang ini sebelum pulang ke Jakarta kami sempet-sempetin buat mampir ke Taman Lalu Lintas. Karena sebelumnya memang sudah janji sama Rafa untuk main di taman. Kalau nggak salah kita sampai di taman ini sekitar jam 1 siang. Siang banget ya? soalnya stelah selesai check out dari hotel, makan siang baru deh ke taman. Harga tiket masuknya cuma Rp 5.000,- Murah ya. Anak - anak di bawah 2 tahun masih gratis.

Setelah masuk Rafa langsung jalan sendiri dan sibuk memperhatikan bentuk-bentuk hewan yang ada. Enaknya kalau ke Bandung, sudah pasti ketemu banyak pohon. Apalagi di Taman Lalu Lintas ini. Jadi meski kami datangnya sudah siang, tetap saja ramai dengan anak2 dan orang tua yang bersantai. Di taman ini juga cukup mudah menemukan tempat sampah. Sayangnya kebiasaan membuang sampah memang masih kurang, masih terlihat bungkus makanan / minuman di beberapa tempat.
Ada banyak mainan nih Bunda..

Rafa dan Rokok

Saya adalah ibu rumah tangga yang tidak merokok dan sangat membenci rokok. Lingkungan tempat tinggal kami kebetulan berada di tempat yang cukup banyak perokoknya. Meski sudah diberikan tanda bebas asap rokok namun tetap saja banyak orang yag pura - pura tidak tahu dengan keberadaan tanda ini. Tentunya sudah tidak perlu diceritakan lagi bahaya asap rokok bagi kita terlebih bayi dan anak-anak. Oleh karena itu sejak Rafa lahir, saya berusaha menjauhkannya dari para perokok. Saya tidak segan untuk menegur orang yang ingin mencubit pipi Rafa. Karena saya kan tidak tahu apakah tangannya bersih atau tidak, bekas merokok atau tidak. Saya juga menjelaskan pada Rafa bahwa merokok itu tidak baik, bisa membuat kita batuk-batuk, sakit perut, sakit kepala dan sebagainya. Dan yang lebih penting, thanks to those stupid smoker who still smoking everywhere, saya juga mengajarkan pada Rafa untuk menjauhi perokok. Kalau sedang main kemudian ada orang yang merokok, Rafa wajib menjauh dan menutup hidung. Yang waras ngalah, ya kan? Meski saya mengakjarkan Rafa untuk menjauh dari para perokok, beberapa kali saya menegur perokok yang dengan jelas merokok di sebelah tanda "Bebas Asap Rokok", merokok dekat dengan Rafa yang sedang bermain di sebelah ayunan atau merokok di lobi lift bahkan di dalam lift (RRRRGGHHHHH, ini orang apa bukan sih kok bisa2nya merokok di dlm lift). Mungkin "hobi " saya dalam menegur perokok inilah yang melandasi tindakan Rafa berikut.

Suatu sore di playground dekat tanda " Bebas Asap Rokok", Rafa bermain dengan teman-temannya. Seperti biasa, saya hanya duduk di bangku taman sambil memperhatikan Rafa sembari ngobrol dengan ibu - ibu lainnya. Setengah jam berlalu, kemudian ada seorang Bapak yang duduk di samping saya. Tidak lama duduk, ia pun mengeluarkan rokok dan mulai membakarnya. Saya sudah melihatnya dan berniat untuk menegurnya. Ibu - ibu teman Rafa pun sudah berkata

"Tenang, sbentar lagi juga Bunda Rafa turun tangan "

Ya, saya memang sudah dikenal hobi menegur para perokok yang merokok sembarangan. Saya masih menunggu Bapak tersebut untuk mematikan rokoknya dengan cara berpura-pura batuk. Ternyata Bapak tersebut tidak bergeming dan hanya melirik saya. Makin bikin gemes deh ni Bapak. Kemudian Rafa berlari ke pelukan saya untuk minum. Setelah minum, tanpa saya duga Rafa menghampiri Bapak itu

" Om, jangan ngerokok dong. Bau. Nanti batuk loh".

Kemudian Rafa kembali bermain bersama teman - temannya.

JRENG!! Rasa bangga langsung memenuhi dada saya. Anak saya kembali menunjukkan bahwa ia sudah besar dan sudah memahami apa yang saya ajarkan. Ingin rasanya saya bertepuk tangan dan bilang " That's my Boy" Hahaha... Jadi untuk para perokok di luar sana, nggak malu ditegur sama anak kecil di depan umum? Makanya kalau mau merokok, ambil plastik trus iket di kepala baru deh merokok. Jangan lupa pastikan nggak ada asap yang keluar dari plastiknya ya.

O,ya Akhirnya si Bapak tadi hanya tersenyum kecut sambil berdiri pergi. Yeay.. Berhasil, berhasil, berhasil..

November 2, 2013

Edisi Ngotel dan jadi Bebek Lucu


Wah asik ni punya Rafa semua


Ini sebenernya udah lama Dari bulan Februari kemarin. Pas ayahnya lg sibuk banget sama kerjaannya, ternyata Ayah dapet kamar di Hotel Borobudur. Jadilah kami ikut ngungsi di hotel kurang lebih selama 4 /5 hari. Anggep aja semi liburan kan ya.. Yang paling hepi siapa? Rafa dong.. Bisa main di playground dan kolam renang milik " pribadi" . Haha.. Seru karena Rafa bisa lari-larian di taman yang lebar banget sambil ngejarin capung.


Senangnya liburan di Hotel Borobudur
Rafa bisa Bunda

Untuk Hotelnya sendiri sudah pasti oke bangetlah ya.. Nggak perlu diragukan. Pada saat saya memesan nasi goreng aja begitu saya bilang jangan pedas karena untuk anak2, Petugas Room Servicenya langsung bertanya apa mau pakai garam dan msg bu? Duhh, the best banget deh ya pelayanannya..

Bulan Februari kemarin juga Rafa sudah pernah merasakan jadi model cilik. Haha.. Bermodalkan jari - jemari untuk ikutan kuis di twitter, Bunda menang dan mendapatkan hadiah Free pendaftaran untuk ikutan lomba Fairy Tales Costume. Karena nggak punya kostum apa2 adanya cuma si bebek, maka berangkatlah kita. AwaLnya Rafa minta dianterin naik ke panggung sama Bunda. Tapi pas udah turun malah dia mau naik sendiri lagi. Hehe.. Meski nggak menang, tapi senang rasanya lihat Rafa berani jalan di depan banyak orang. 



Pose bareng teman - teman lain
Ketagihan nggak mau turun

November 1, 2013

Rafa dan Kecap

Beberapa hari yang lalu, di suatu pagi yang cerah. Seperti biasa setelah memandikan Rafa saya membantunya menghabiskan sarapan jus buah segar kemudian membereskan rumah. Di sela - sela menyapu saya kemudian ingat bahwa kecap kami habis. Sambil meneruskan menyapu saya berkata

"Rafa, nanti kalau kita mau keluar ke tukang sayur tolong ingatkan Bunda untuk membeli kecap ya. Kecapnya habis."

Saya mengatakannya hanya sekedar melakukan pembicaraan dengannya tanpa berharap ia akan melakukannya. Ya, namanya juga bicara pada anak usia 2 tahun 2 bulan.

Setelah menyapu saya kemudian mengepel, mencuci piring, membereskan cucian dan kegiatan rumah tangga lain. Kurang lebih 1,5 jam setelah saya menyapu kami siap untuk berbelanja sayur sekaligus bermain di playground. Sambil mengambil mainan untuk dibawa bermain Rafa berjalan keluar rumah seraya berkata

"Bunda, nanti jangan lupa beli kecap ya. Kecapnya habis."

Seketika saya terpaku dan tanpa terasa air mata ini menetes. Saya terkesima dan terharu. Bayi kecil yang dulu hanya bisa menangis sekarang sudah bisa membantu mengingatkan saya. Ia sudah ingat apa yang saya katakan. Benar - benar membantu mengingatkan saya Ahh.. Rafasyaku...


Rafasya
2 tahun 2 bulan
13 kg, 94cm


October 31, 2013

CGK - KNO Episode 2




Duh gaya yahh.. Cuma berkunjung ke tanah kelahiran aja sampai dibuat bersambung. Tapi beneran nih, ga sanggup kemarin nyeritainnya soalnya udah ngantuk. Hihi..

Setelah 40 menit menikmati sawah dan sibuk ngejagain Rafa yang nggak bisa diem akhirnya kami sampai ke Medan Kota. Stasiunnya bagus dan bersih.. Nah ini nih yang masih kurang, transportasi lanjutan setelah kita sampai di Stasiun Medan Kota yang masih semrawut. Supir Taksi meninggalkan taksinya trus mereka berdiri di depan pintu keluar Stasiun Medan Kota. Masih belum rapi deh. Tapi kayanya sih bakalan dirapihin. Haruslah, kan transportasi lanjutan itu merupakan penunjang yang bakalan bikin penumpang mau naik keretanya. O,ya di depan stasiun Medan Kota ini juga lagi dibangun Mall yang gede banget. Lupa tapi namanya apa.

Si Tipis bikin Bunda makin eksis



Setelah kemarin saya menyudahi cerita tentang laptop canggih karena sudah kebelet pengen memiliki  si tipis disini , kali ini saya akan bercerita tentang kemampuan si tipis yang lain. Hah? Si Tipis alias Acer Aspire E1 432 ini masih punya kemampuan yang lain? Pastinya dong..


Setelah menjadi seorang ibu tentnya kesibukan saya bertambah. Ya, mengurus si kecil yang sedang nggak bisa diem dan memiliki rasa ingin tahu yang mulai semakin besar lumayan menguras tenaga dan pikiran. Rasanya hari berlalu begitu cepat. Karena kesibukan saya sehari - hari itu, maka saya selalu menyempatkan diri untuk memiliki me time. Biasanya me time saya selain menikmati waktu mandi adalah di saat pangeran kecil sedang tidur. Sebetulnya bisa sih ber "me time" sekejap disaat menemaninya bermain mobil2an atau lego dengan cara memeriksa bb atau membuka tablet. Tapi tentunya 2-3 menit kemudian Rafa pasti akan memaksa untuk melihat bb atau tablet saya. Lagi pula bermain juga merupakan proses belajar anak bukan, sebagai orang tua kita harus tetap menemaninya secara utuh tanpa terbagi-bagi dengan yang lain apalagi gadget. Jadi ya, waktu me time secara penuh saya dapatkan disaat ia sedang tidur.



Biasanya ngapain sih di saat Rafa tidur?

Banyak banget yang bisa dilakukan di saat me time. Misalnya melanjutkan hobi crafting dan belajar menjahit yang baru mulai saya tekuni, membuat laporan keuangan rumah tangga, menulis, membalas komentar di suatu forum atau grup pertemanan, blog walking sampai secara tidak sadar saya memiliki ilmu dan pengetahuan baru atau sekedar main games. Apa kesamaan dari semua aktivitas itu? Tentunya saya harus memiliki gadget yang oke, dalam hal ini laptop. Nah, Acer Aspire E1 432 dengan segala kelebihannya pasti bisa menemani saya melakukan semua aktivitas tersebut di waktu me time saya dengan lebih menyenangkan.

Keberadaan Acer Aspire E1 432 yang tipis dan ringan ini tentunya akan memudahkan saya dalam menggunakan laptop. Biasanya sih disaat saya sedang berduaan dengan laptop Rafa terkadang bangun dari tidurnya, jadi saya nggak bisa jauh2 dari dia untuk sekedar memeluk atau menepuk - nepuk pundaknya. Jadi saya sering menggunakan laptop di tempat tidur. Dengan berat yang hanya sekitar 2,2 kg tentunya Acer Aspire E1 432 ini tidak akan membuat kaki saya kram menahan beratnya. Kebetulan saya memiliki tatakan laptop seperti ini. Nyaman sekali kan untuk dipakai di tempat tidur.


di ambil dari katalog IKEA


Saya pun bisa memeriksa jualan, mencatat order, memeriksa ketersediaan barang sembari browsing dan blogwalking di samping Rafa. Kalau pun Rafa tiba - tiba terbangun dan minta digendong, hanya dengan satu tangan saya bisa menyimpan Acer Aspire E1 432 ini. Hal itu memungkinkan karena beratnya yang ringan tadi. Ahh indahnya dunia. Uang tambahan datang dan pengetahuan juga bertambah. Hebat kan Acer Aspire E1 432 ini, dia mampu menjadikan me time saya lebih sempurna. Betul - betul keren deh. Dan yang paling penting, kalau ada si Tipis sudah pasti Bunda makin eksis deh..


Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

October 30, 2013

CGK - KNO episode 1





Awal oktober kemarin kami jalan - jalan eh berkunjung lebih tepatnya, ke Medan. Iyes.. Kota kelahiran sayah nih. Awalnya sempet agak bete karena diks tau sekarang bandaranya udah bukan Polonia lagi tapi Kualanamu. Kena bete ya karena Bandara Polonia itu letaknya cuman sedikit ngesot plus koprol 2 kali lah dari rumah nenek. Kalau Kualanamu konon bisa 1,5 jam perjalanan. Tapi ternyata semuanya berubah jadi super excited. Karena Bandaranya super keren dan nantinya bakalan jadi super keren banget..



Kami berangkat hari sabtu dengan pesawat paling pagi, jam 5.20 . Alhamdulillah Rafa nggak susah dibangunin. Emaknya aja yang agak buru2, soalnya bangun jam 3 eh baru inget anaknya minta nasi goreng. Jadilah masak nasi goreng buncis terinya buru2. hihi.. Karena ayah cuma 3 hari alias bakalan pulang di hari seninnya, jadi kami bawa mobil aja. Sampai Bandara Soeta ramee, kynya sekarang emang selalu ramai ya di Bandara. Setelah check in, kami mampir di Bakmi GM yang pada jam setengah 5 pagi sudah rame banget, buat beli Paket Terbang. Iya, soalnya di Medan nggak ada bakmi GM. Trus sodara2 tuh pada tergila2 sama GM.. Sementara nunggu Bunda beli Bakmi GM, anaknya main di playground gak jauh dari situ.



Dan senangnya pertama kali nyobain naik Tiger Airways, karena mereka on time. Jam 5.10 sudah dipanggil untuk naik ke pesawat, trus jam 5.20 beneran udah take off. Ahh senang sekali...





Excited banget ni bocilun. Karena memang ini pertama kalinya Rafa naik pesawat dapet tempat duduk sendiri. Kan sudah 2 tahun. Hihihi..Nggak lama setelah pesawat take off, Rafa pun meneruskan gelar sebagai spesialis tidur kalau naik pesawat. Tapi kali ini tidurnya di tempat duduknya sendiri. Hehe..



October 25, 2013

Teman Setia Bunda

21 September 2013 yang lalu adalah pengalaman yang mendebarkan untuk saya.

Kami baru saja sampai di Pondok Indah Mall, karena sudah masuk waktu sholat Ashar akhirnya saya sholat duluan di Musholla Area 51 sementara Rafa dan ayahnya bermain di playground di depan Muji. Cukup banyak orang yang mengantri untuk sholat waktu itu, pada saat baru selesai wudhu saya sempat mendengar nada panggil dari hp saya. Namun tidak saya pedulikan, saya tetap melanjutkan sholat. Setelah selesai saya pun bergegas berjalan ke arah playground tempat saya meninggalkan Rafa dan Ayahnya. Namun baru saja saya keluar dari area musholla, saya sudah melihat ayahnya Rafa datang sambil menggendong Rafa dengan wajah khawatir. Ia bilang " Bunda kok ditelp nggak diangkat sih, anaknya jatuh pipinya sobek nih.

Hah?! Kok bisa?!