September 2, 2013

Menyapih Anak Bujang Bunda

Tiup tiup debu diberanda blog.. hihihi... kelamaan nyantai nih bundanya Rafa..

Alhamdulillah 12 Agustus kemarin Rafa sdh 2 tahun. Karena deketan sama ultah netinya dan pas lebaran jadinya sekalian makan2 halal bihalal keluarga dekat. Itu pun ga semua dtg krn edisi mudik. Hehe.. sebelumnya sempat ada tiup lilin bertiga ayah bunda. Ga ada niat apa2. Cuma mau bersyukur aja sama Allah selama 2 tahun ini Rafa sdh diberikah kesehatan dan jd sumber kebahagiaan kami. Smg tahun2 berikutnya tetap dilimpahi berkah dan lindungan Allah ya..


TB : 96cm
BB : 12,75 kg

Ini kue mungilnya Rafa sendiri loh yang milih. Sampe ke lilin bebeknya. Hahaha...




Nah karena sudah 2 tahun berarti waktunya menyapih si anak bujang ini. Sejak kurang lebih 2 bulan sebelumnya saya sdh mulai memberi pengertian pada Rafa kalau nanti di saat Rafa sudah 2 tahun, sudah nggak nenen lagi. Karena sudah besar, sudah jadi abang Rafa. Begitu terus... Setiap hari saya dan suami selalu bilang begitu, terutama menjelang tidur malam. Metodenya sama deh seperti mau toilet training kemarin.

Setiap kami blg " Kalau sudah 2 tahun.. " biasanya Rafa akan melanjutkan dgn bilang "nggak nenen lagi, sudah besar, sdh jd abang Rafa". Alhamdulillah, hypnonya mulai menampakkan hasil nih. Tetapi seminggu menjelang 2 tahun, setiap kali kami memulai kata2 saktinya Rafa malah teriak "mau nenen, mau nenen, mau nenen.. !! " wah jadi dagdigdug nih, bs berhasil ga ya ni weaning with love nya..

Akhirnya hari yang ditunggu2 tiba. Setelah tiup lilin dan makan kue, rafa mulai ngantuk. Mulai deh saya ajak ke tempat tidur, bawa botol minum, trus saya peluk dan usap2.. langsung deh dia minta nenen, nangis kejer, dan minta gendong. Jadilah saya gendong sambil saya nyanyi apa aja. Hihi.. jd berasa mau nidurin Rafa pas bayi. Alhamdulillah, setelah sesenggukan dan minum air putih nggak lama Rafa tidur. Malamnya dia tidur dengan gelisah. Sesekali terbangun minta nenen tetapi saya selalu menawarinya minum air putih. Hari2 selanjutnya pun sama, sesenggukan dan rengekannya masih ada selama 4-5 hari namun semakin berkurang. Sampai akhirnya seminggu kemudian Rafa benar2 sudah mengerti kalau dia sdh tdk nenen lagi. Wah.. alhamdulillah. Saya dan suami bisa menyapih dengan penuh kasih sayang..

Seperti banyak bacaan dan pengalaman para orang tua yang menyapih, Rafa jg jd makan lebih banyak. Hehe.. ngemilnya pun jd lebih banyak. Kalau ditanya saya memberikan susu apa? Jawabannya tidak sama sekali. Rafa tidak saya berikan susu tambahan. Semata2 karena ASI tidak tergantikan. Dan sesuai dengan rekomendasi WHO, sekarang yang dipakai adalah Makan Seimbang bukan 4 sehat 5 sempurna. Juga karena alhamdulillah Rafa kenaikan BB dan TBnya bagus, makannya bagus jadi selain menjadi pelaku Food Combining saya jg mulai menularkan ke Rafa. Sejak mulai MPASI, Rafa selalu sarapan buah. Tapii.... saya masih suka kok bikinin Rafa macaroni keju, puding susu coklat. Dan cemilan lainnya..

Semoga pengalaman kami dalam menyapih bs jd bahan referensi ya untuk orang tua lain yang ingin menyapih dengan cinta. Betul lho... sekarang Rafa dan saya banyak berpelukan dan dia sering sekali mencium saya juga suami. Jadi siapa bilang menyapih dengan cinta itu sulit? Yang pasti ibunya harus ikhlas dulu ya sudah nggak menyusui si anak. Karena kalau ibunya yakin, insha Allah anaknya jg bisa..

2 comments:

  1. Wah,,moga2 bsk aku juga bisa nyapih rafa dengan cinta (nama anak qta samaaaaa :D)

    ReplyDelete
  2. kl sy udah rada jauh lewat masa menyapih. Tp setuju, keyakinan ibu bs membantu proses menyapih dengan cinta :)

    ReplyDelete