October 31, 2013

CGK - KNO Episode 2




Duh gaya yahh.. Cuma berkunjung ke tanah kelahiran aja sampai dibuat bersambung. Tapi beneran nih, ga sanggup kemarin nyeritainnya soalnya udah ngantuk. Hihi..

Setelah 40 menit menikmati sawah dan sibuk ngejagain Rafa yang nggak bisa diem akhirnya kami sampai ke Medan Kota. Stasiunnya bagus dan bersih.. Nah ini nih yang masih kurang, transportasi lanjutan setelah kita sampai di Stasiun Medan Kota yang masih semrawut. Supir Taksi meninggalkan taksinya trus mereka berdiri di depan pintu keluar Stasiun Medan Kota. Masih belum rapi deh. Tapi kayanya sih bakalan dirapihin. Haruslah, kan transportasi lanjutan itu merupakan penunjang yang bakalan bikin penumpang mau naik keretanya. O,ya di depan stasiun Medan Kota ini juga lagi dibangun Mall yang gede banget. Lupa tapi namanya apa.

Si Tipis bikin Bunda makin eksis



Setelah kemarin saya menyudahi cerita tentang laptop canggih karena sudah kebelet pengen memiliki  si tipis disini , kali ini saya akan bercerita tentang kemampuan si tipis yang lain. Hah? Si Tipis alias Acer Aspire E1 432 ini masih punya kemampuan yang lain? Pastinya dong..


Setelah menjadi seorang ibu tentnya kesibukan saya bertambah. Ya, mengurus si kecil yang sedang nggak bisa diem dan memiliki rasa ingin tahu yang mulai semakin besar lumayan menguras tenaga dan pikiran. Rasanya hari berlalu begitu cepat. Karena kesibukan saya sehari - hari itu, maka saya selalu menyempatkan diri untuk memiliki me time. Biasanya me time saya selain menikmati waktu mandi adalah di saat pangeran kecil sedang tidur. Sebetulnya bisa sih ber "me time" sekejap disaat menemaninya bermain mobil2an atau lego dengan cara memeriksa bb atau membuka tablet. Tapi tentunya 2-3 menit kemudian Rafa pasti akan memaksa untuk melihat bb atau tablet saya. Lagi pula bermain juga merupakan proses belajar anak bukan, sebagai orang tua kita harus tetap menemaninya secara utuh tanpa terbagi-bagi dengan yang lain apalagi gadget. Jadi ya, waktu me time secara penuh saya dapatkan disaat ia sedang tidur.



Biasanya ngapain sih di saat Rafa tidur?

Banyak banget yang bisa dilakukan di saat me time. Misalnya melanjutkan hobi crafting dan belajar menjahit yang baru mulai saya tekuni, membuat laporan keuangan rumah tangga, menulis, membalas komentar di suatu forum atau grup pertemanan, blog walking sampai secara tidak sadar saya memiliki ilmu dan pengetahuan baru atau sekedar main games. Apa kesamaan dari semua aktivitas itu? Tentunya saya harus memiliki gadget yang oke, dalam hal ini laptop. Nah, Acer Aspire E1 432 dengan segala kelebihannya pasti bisa menemani saya melakukan semua aktivitas tersebut di waktu me time saya dengan lebih menyenangkan.

Keberadaan Acer Aspire E1 432 yang tipis dan ringan ini tentunya akan memudahkan saya dalam menggunakan laptop. Biasanya sih disaat saya sedang berduaan dengan laptop Rafa terkadang bangun dari tidurnya, jadi saya nggak bisa jauh2 dari dia untuk sekedar memeluk atau menepuk - nepuk pundaknya. Jadi saya sering menggunakan laptop di tempat tidur. Dengan berat yang hanya sekitar 2,2 kg tentunya Acer Aspire E1 432 ini tidak akan membuat kaki saya kram menahan beratnya. Kebetulan saya memiliki tatakan laptop seperti ini. Nyaman sekali kan untuk dipakai di tempat tidur.


di ambil dari katalog IKEA


Saya pun bisa memeriksa jualan, mencatat order, memeriksa ketersediaan barang sembari browsing dan blogwalking di samping Rafa. Kalau pun Rafa tiba - tiba terbangun dan minta digendong, hanya dengan satu tangan saya bisa menyimpan Acer Aspire E1 432 ini. Hal itu memungkinkan karena beratnya yang ringan tadi. Ahh indahnya dunia. Uang tambahan datang dan pengetahuan juga bertambah. Hebat kan Acer Aspire E1 432 ini, dia mampu menjadikan me time saya lebih sempurna. Betul - betul keren deh. Dan yang paling penting, kalau ada si Tipis sudah pasti Bunda makin eksis deh..


Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

October 30, 2013

CGK - KNO episode 1





Awal oktober kemarin kami jalan - jalan eh berkunjung lebih tepatnya, ke Medan. Iyes.. Kota kelahiran sayah nih. Awalnya sempet agak bete karena diks tau sekarang bandaranya udah bukan Polonia lagi tapi Kualanamu. Kena bete ya karena Bandara Polonia itu letaknya cuman sedikit ngesot plus koprol 2 kali lah dari rumah nenek. Kalau Kualanamu konon bisa 1,5 jam perjalanan. Tapi ternyata semuanya berubah jadi super excited. Karena Bandaranya super keren dan nantinya bakalan jadi super keren banget..



Kami berangkat hari sabtu dengan pesawat paling pagi, jam 5.20 . Alhamdulillah Rafa nggak susah dibangunin. Emaknya aja yang agak buru2, soalnya bangun jam 3 eh baru inget anaknya minta nasi goreng. Jadilah masak nasi goreng buncis terinya buru2. hihi.. Karena ayah cuma 3 hari alias bakalan pulang di hari seninnya, jadi kami bawa mobil aja. Sampai Bandara Soeta ramee, kynya sekarang emang selalu ramai ya di Bandara. Setelah check in, kami mampir di Bakmi GM yang pada jam setengah 5 pagi sudah rame banget, buat beli Paket Terbang. Iya, soalnya di Medan nggak ada bakmi GM. Trus sodara2 tuh pada tergila2 sama GM.. Sementara nunggu Bunda beli Bakmi GM, anaknya main di playground gak jauh dari situ.



Dan senangnya pertama kali nyobain naik Tiger Airways, karena mereka on time. Jam 5.10 sudah dipanggil untuk naik ke pesawat, trus jam 5.20 beneran udah take off. Ahh senang sekali...





Excited banget ni bocilun. Karena memang ini pertama kalinya Rafa naik pesawat dapet tempat duduk sendiri. Kan sudah 2 tahun. Hihihi..Nggak lama setelah pesawat take off, Rafa pun meneruskan gelar sebagai spesialis tidur kalau naik pesawat. Tapi kali ini tidurnya di tempat duduknya sendiri. Hehe..



October 25, 2013

Teman Setia Bunda

21 September 2013 yang lalu adalah pengalaman yang mendebarkan untuk saya.

Kami baru saja sampai di Pondok Indah Mall, karena sudah masuk waktu sholat Ashar akhirnya saya sholat duluan di Musholla Area 51 sementara Rafa dan ayahnya bermain di playground di depan Muji. Cukup banyak orang yang mengantri untuk sholat waktu itu, pada saat baru selesai wudhu saya sempat mendengar nada panggil dari hp saya. Namun tidak saya pedulikan, saya tetap melanjutkan sholat. Setelah selesai saya pun bergegas berjalan ke arah playground tempat saya meninggalkan Rafa dan Ayahnya. Namun baru saja saya keluar dari area musholla, saya sudah melihat ayahnya Rafa datang sambil menggendong Rafa dengan wajah khawatir. Ia bilang " Bunda kok ditelp nggak diangkat sih, anaknya jatuh pipinya sobek nih.

Hah?! Kok bisa?!

October 24, 2013

Pencarian si Rumah Idaman

Dengan mengucap basmallah dan keteguhan Hati untuk nggak belanja2 yang nggak penting - penting,juga yg penting tp klo msh bs di pending  ya jgn dibeli dulu, akhirnya insya Allah kami bakalan punya rumah. Alhamdulillah proses KPRnya sudah disetujui oleh Bank, proses persetujuannya lama banget,,, susye... Sempet agak2 pesimis juga sih.. Tapi akhirnya diridhoi juga sama Allah untuk punya rumah. Hihihi..

Seperti postingan yang ini  kurang lebih rumah yang kami pilih ini sudah memenuhi kriteria tersebut. Lokasinya yang tetap di tengah kota, dekat dengan stasiun kereta dan memiliki halaman, meski cuma untuk main2 kelinci saking imutnya. Hehehe.. Pencarian si rumah idaman ini juga tergolong cepat. Diawali dari sekitar bulan Juni setelah liburan kami ke Singapore, kami mulai hunting rumah. Obrolan untuk beli rumah sih sudah ada sejak Rafa lahir. Maklum di apartemen kan ruang geraknya terbatas ya.. Jadi suka kasihan sama Rafa. Dimulailah kami hunting lewat situs - situs pencarian rumah yang ada. Mulai bikin janji dengan agennya, lihat rumahnya, foto-foto dan kemudian pulang sambil pusing karena DPnya yang maha dahsyat. Haha..



Tentunya celengan semar sudah kami persiapkan demi si rumah ini. Tapi oh ternyata uang yang kami kumpulkan kalah cepat terkumpulnya dengan harga rumah yang semakin melangit. Mungkin akan ada yang bilang begini " Ya sudah beli rumahnya yang sesuai dengan tabungan aja ". Masalahnya yang sesuai dengan tabungan dan nggak maksa alias masih ada tabungan lain  itu posisi rumahnya Jakarta coret. Ahayy... Kan jadi nggak sesuai ya sama kriteria kami. Begini nih keluarga kecil yang blagu. Pengen rumah di tengah kota tapi pening bin vertigo pas tau harganya. Hihihi.. Jadilah setelah beberapa kali janjian dengan agen dan mengetahui harga rumah di daerah yang kami incar, akhirnya kami berkesimpulan bahwa untuk membayar DP rumah dengan aman sentosa, sambil ttp bs jalan2 ke Negara tetangga sambil tyap wiken bs k mol, maka si Livina tersayang harus dilego. Yah keputusan sudah bulat, apalagi sebelumnya abis ngeliat rumah yang desainnya oke banget dengan mayoritas warna putih. Wahh, idaman banget dehh..

Tapi ternyata setelah dihitung2 plus minusnya nggak punya mobil akhirnya kami mengurungkan niat untuk menjual mobil itu. Bukan nggak mau berkorban, cuman kami ini kan tiap wiken punya jadwal nginep di rumah kakek neneknya Rafa. Dengan nggak punya mobil berarti pengeluaran bulanan akan bertambah, karena kami harus bolak balik ke 2 rumah lain. Jadi pencarian belum berakhir..

Mungkin memang sudah dibukakan jalan sama Allah ya. Suatu ketika kami janjian dengan agen untuk melihat rumah. tapi ternyata lokasinya yang masuk jalan kecil terlalu jauh membuat kami agak kurang sreg. Ternyata sebelum kami pulang sang agen menawarkan rumah di lokasi lain. Kmi pun menyempatkan diri untuk melihatnya, setelah melihat baru kami ditawarkan brosur rumah tersebut. Tapi ternyata Harganya hampir 2x rumah putih yang saya taksir itu, dengan luas rumah yang lebih besar pula. Alamakk.. Makin pening dong.. Sebetulnya nggak sih, klo harganya udh betul2 out of budget ya nggak bakalan mungkin terbeli kan? Lagipula model rumahnya juga bergaya Romawi, saya kan pengennya yang manamilis gtu. Model minimalis dengan dana yang udh maksimal banget dari kami. Qeqeqeqq.. Tapi lagi-lagi Allah turut serta. Si pemilik cluster ( eh cluster bukan ya Lha Wong totalnya Cuma 7 rumah) tersebut ternyata bersedia untuk nego harga. Wahh.. mungkin boleh dicoba nih. Setelah nego yang lumayan Tarik menarik urat plus semua sumber Dana kami sampe ke celengan Rafa , akhirnya disepakatilah harga rumah tersebut. Dan ternyata masih banyak lagi kemudahan yang Allah berikan pada kami. Nanti ceritanya dsambung lg ya.. Doakan kami ttp tawakal dlm menabung Serta mencicil semua dana yang diperlukan yaa.. Amin..

Akhirnya, kurang lebih inilah perkembangan pembangunan si rumah idaman. Ini blm sebulan loh prosesnya.. Ga sabarr...





Cari Playground Gratis dan Bebas Rokok Yuk..

Numpang Foto Di Depannya Ajah.. 

Kbetulan banget d Bugis Junction ada Smurf..

Akhirnya awal Juni kemarin Rafa jalan2 yang pake paspor. Setelah istirahat sehari sepulang dari Bali, bocilun jalan2 lagi. Haha.. Terdengar konsumtif ya? Jalan2 melulu? Nggak lahhh... Yang ke Bali itu nebeng sama ayahnya yang lagi outing. Tapi tetap sih tiket bayar sendiri. Ya.. Berhubung ayahnya Abis training sebulan dan ga ketemu sama Rafa alias kangen, jadilah qta ngikut juga ke Bali.

Berangkat jam 5 pagi krn dpt flight yang jam 8. Dari rumah qta sepakat untuk bawa mobil buat nginep di AirPort lagi seperti yang udah2. Gampang kok.. Sampai di terminal 3, kan naik Air Asia, ambil tiket langsung mengarah ke parkir inap. Sampai di parkir inap didata dulu, terus langsung tinggal deh. Kalau lagi beruntung, qta bs dapat parkiran yang ada kanopinya, tp klo nggak ya panas2an deh. 

Sampai di counter check in, ternyata harus bayar AirPort tax disitu juga. Untung aja bunda masih punya uang. Hahaha.. AirPort Tax u Luar Negeri Rp 150.000. Terus naik ke ruang tunggu, nggak lama boarding deh. Kayanya Rafa spesialis tidur di pesawat deh. Alhamdulillah... Hehehe.. Soalnya sebelum pesawat take off sampai pesawat landing, dia tetap tidur. Dengan bantuan nenen tentunya. Nggak tau deh nanti klo Udh disapih.. Nanti? Berarti bakalan jalan2 lg dong? AMIN.... Hahaha... Lsg dikeplakAyah disuruh nabung.

Si Tipis Yang Handal

Biasanya kalau mendengar kata "tipis" apa sih yang terlintas di benak kita? Mungkin bisa berarti sedikit, rentan robek, hancur atau bahkan gampang bocor. Haha.. Itu sih urusan wanita ya.. Belum lagi kalau dipadankan dengan kata lainnya. Seperti misalnya dompet tipis. Pasti pas akhir bulan tuh ya menyerangnya.

Bicara tentang tipis memang memiliki arti yang terkesan kurang menyenangkan rasanya. Eits... Tunggu dulu.. Ceritanya akan berbeda jika si tipis tadi memiliki segudang kemampuan dan ditambah dengan teknologi yang paling mutakhir. Dari mulai memiliki Baterai yang bisa bertahan selama 4 kali film Gravity yang diputar non stop (kemarin sih saya nonton Gravity di Bioskop cuma 1,5 jam) sampai prosesor yang sanggup membuat Anda terbuai akan kemampuannya mengurangi pengeluaran bulanan. 

Ya.. Si tipis ini memiliki semuanya.

Saya sudah bisa membayangkan betapa ngeblog akan jadi lebih menyenangkan jika di temani si tipis ini. Selain tentunya beban yang saya bawa akan lebih ringan. Maklum, saya termasuk emak2 yang lebih suka menulis blog melalui laptop. Hehe.. Tentunya kegiatan mengedit foto, berselancar di dunia maya, dan segala aktivitas kesukaannya saya terhadap crafting dan menjahit bisa dilakukan dengan lebih menyenangkan. Bisa berada di depan laptop selama berjam-jam untuk mencari dan mempelajari beragam tutorial yang ada dengan lancar tentunya akan menjadi me time yang sempurna bagi saya.

Hayo... Mulai penasaran ya sebenarnya produk apa sih yang sedari tadi saya bicarakan ini. Kok tampaknya si tipis ini hebat sekali. Silahkan terpana dengan kehebatan si tipis Acer Aspire E1-432 Slim Series. Produk terbaru dari PT. Acer Indonesia ini memiliki ukuran 30% lebih tipis dibandingkan laptop konvensional. Kok bisa lebih tipis? Karena Acer mengeluarkan inovasi dengan pengadaan optical drive / DVD RW yang didesain khusus sehingga memiliki ketebalan hanya sekitar 25,3mm saja. Wuihhh, jadi nggak harus repot membawa DVD RW external. Acer Aspire E1 432 ini hadir dengan layar 14" dan memiliki resolusi 1366 x 768. Selain resolusi yang oke, layar Acer Aspire E1 432 ini juga sudah mengusung wide Crystal LED. Jadi semua gambar yang terpampang pada layar tentunya akan semakin menarik. Belum lagi penampakan untuk urusan games. Status saya sebagai ibu dengan anak satu tidak menghilangkan hobi saya dalam bermain games. Biasanya sih kalau sedang ingin melepas stres cuma main Zuma saja. Tapi kalau sedang ingin yang lebih menantang saya memilih permainan mencari barang2 yang tersembunyi. Pasti akan lebih membuat saya ketagihan nih dengan Acer Aspire E1- 432. Di era serba cepat ini tentunya Anda membutuhkan prosesor yang mampu mengimbangi segala kebutuhan dan aktivitas Anda bukan? Nah Acer Espire hadir dengan arsitektur Haswell. Apa sih kemampuan Haswell dalam menunjang Aspire E1 432 ini? Banyak.. Keberadaan prosesor yang dikenal dengan kode nama Haswell alias Intel 4th Gen terbaru ini akan membuat kinerja Aspire E1 432 semakin maksimal. Karena hanya akan mengkonsumsi listrik sebesar 15 watt saja. Wow.. Ini penting sekali buat emak2 seperti saya yang berurusan dengan berbagai macam tagihan tiap bulannya termasuk tagihan listrik. Menelusuri dunia maya di saat si kecil sedang ter lelap pastinya akan membuat saya lupa waktu. Duet maut ini disempurnakan dengan penggunaan baterai 4 cell (2500mAh) yang ada, sudah bisa dipastikan bahwa kinerja Acer Aspire E1 432 ini akan semakin hebat. Saya juga memiliki hobi yang sama dengan ibu - ibu lainnya, yaitu hobi mengabadikan segala kegiatan si kecil baik lewat kamera atau pun video. Dengan keberadaan RAM DDR3 sebesar 2GB yang dapat diupgrade hingga 8GB serta harddisk SATA berukuran 500GB tentunya saya tidak perlu khawatir lagi akan banyaknya foto atau video yang saya simpan pada Acer Aspire E1 - 432 ini. Laptop tipis ini hadir dalam 2 warna, Piano Black dan Silky Silver. Unisex kan, jadi cocok untuk siapa saja. Tapi rasanya saya lebih suka Silky Silver, supaya siluet taburan bintang yang ada semakin terlihat.

Ahh, sebenarnya masih banyak lagi kemampuan si tipis ini. Tapi saya sudah nggak sanggup lagi untuk menuliskannya disini. Sudah kebelet ingin punya langsung. Yuks, mari berkunjung ke gerai Acer terdekat. Percaya deh Anda akan semakin jatuh cinta pada Acer Aspire E1-432 ini.

Psstt... Ini saya kasi bocoran untuk penampakan si tipis ya.







Gimana? Betul - betul tipis kan? Jadi semakin ingin punya kan? Ada tambahan bocoran nih, harganya cuma Rp 4. 749. 000,- saja. Nah... Kebelet ingin ke gerai Acer terdekat kan? Jadi siapa bilang barang tipis dengan segudang kemampuan plus teknologi terbaru itu harus mahal? Acer Aspire E1 432 buktinya.. 

Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”