September 28, 2014

Duet Cantik Indo - Western di Mangia Grand Indonesia




Kalau sudah mampir di Grand Indonesia, pastinya jadi pengen lama - lama di mall itu. Bagaimana tidak Grand Indonesia itu bener - bener kaya one stop shopping deh. Biasanya kalau kami kesana pasti diawali dengan ajak Rafa ke tempat main anak - anak. Nggak mungkin sebentar dong ya kalau main disitu, jadi setelah main sudah bisa dipastikan perut kami sudah keroncongan. Dari tempat main kami langsung mengarah ke lantai 5. Wah ada beberapa restoran baru ternyata. Setelah mengelilingi dan melihat menu beberapa restoran akhirnya kami memutuskan untuk memilih Mangia sebagai tempat makan malam kami.



Mbak pelayan dengan sopan datang menawarkan tempat untuk kami di luar restoran karena di dalam penuh. Sembari melihat - lihat menu, datang seorang laki - laki yang dengan ramahnya menerangkan pada kami makanan favorit yang ada di Mangia. Belakangan saya mengetahui bahwa ia adalah asisten manager di Mangia. Setelah membaca menu dan bertanya tentang beberapa pilihan makanan yang ada, akhirnya kami memutuskan untuk memesan makanan ini. Perpaduan antara makanan lokal dan western untuk makan malam kami.







Nasi Jeruk Ikan Dori ( Rp 44.000) nya pas. Irisan daun jeruk yang dicampur pada nasi memiliki paduan rasa yang tepat. Ditambah lagi dengan ikan dori yang memang sudah diketahui memiliki daging yang lembut. Kehadiran sambal matah yang menggoda membuat satu sendok nasi jeruk dori ini menjadi tak terelakkan. Meski untuk saya sambal matahnya kurang pedas, tapi tetap membuat saya menghabiskan seporsi sendiri. Haha..



Creamy Basil Pasta ( Rp 35.000) yang kami pesan untuk Rafa pun memiliki nasib yang sama dengan nasi jeruk dori saya. Iya, Rafa memang sudah memesan satu porsi sendiri sejak usia 2 tahun. Hihi.. Begitu mangkuk berisi spaghetti diletakkan di depan Rafa, ia langsung mengambil sendok tanpa peduli panas. Sudah lapar tampaknya. Setelah beberapa suap dan Rafa tampak sangat menikmatinya, saya pun jadi tergiur mencicipi juga. Cream yang menjadi saus spaghettinya rasanya ringan dengan sedikit rasa asin yang menjadi pengikat untuk lembaran mi, kalau bahasa Rafa. Pantas saja Rafa menghabiskan nyaris seporsi sendiri.



Chicken Oatmeal (Rp 62.000) yang dipesan oleh suami saya pun tak kalah lezatnya. Meski datang paling akhir dan membuat asisten manager Mangia mendatangi meja kami untuk menjelaskan alasannya. Ternyata kentang yang menjadi side dish pada Oatmeal Chicken harus dipanggang terlebih dahulu. Jadi proses memasaknya agak sedikit lebih lama. Begitu sampai ke meja, suami saya langsung menyantapnya. Jadi saya harus menarik piringnya supaya bisa ikut mencicipinya. :D setelah saya mencicipi ayam yang dibalur oatmeal bersama sausnya barulah saya tahu alasannya. Kerenyahan baluran oatmealnya membuat sensasi seperti makan kerupuk. Renyah tapi langsung berpadu dengan lembutnya daging ayam. Lagi - lagi hanya satu kata yang mewakilinya. Enak.




Semua makanan yang kami santap memiliki pasangan yang tepat. Fresh Me Up (Rp 28.000) alias jus buah naga untuk saya, Detox Special (Rp 28.000) a.k.a Jus seledri untuk suami dan tentunya air putih untuk Rafa. Secara keseluruhan kami puas menghabiskan makan malam di Mangia. Rasa semua makanannya enak menurut lidah kami. Jus yang disajikan pun segar dan pas kekentalannya. Sebagai keluarga yg rajin sarapan jus tanpa tambahan air putih, kami senang sekali dengan rasanya. Suasana restoran yang nyaman dengan dekorasi yang berbeda plus pelayanan yang sangat baik juga menambah poin untuk Mangia. Tentunya kami akan kembali untuk mencicipi menu lain di Mangia. C u soon Mangia !





Mangia Grand Indonesia
Grand Indonesia lantai 5 West Mall
Jl. MH Thamrin Jakarta Pusat
021 - 23580313
mangiaservice@gmail.com
Twitter :  @Mangia_Jakarta
Instagram : @mangia_jakarta







September 27, 2014

#FDBloggerWorkshop with Femaledaily :Let's Write Something Worth Reading



Hari sabtu kemarin, saya berkesempatan mengikuti Blogger Workshop yang diadakan oleh Femaledaily. Pertama membaca pengumuman tentang diadakannya workshop ini langsung semangat untuk ikutan. Gimana nggak pembicaranya kece - kece banget. Ada teman lama dari jaman persiapan nikah Fifi Alvianto, traveller blogger Marischka Prudence dan Saphira Zoelfikar plus Hanifa Ambadar.



Selain blogger - blogger kece di atas ada juga International Blogger Emily Quak, perwakilan dari Luxola, Simon Torring dan Ricky Tjok dari Google Indonesia.

Gimana? Keren banget kan? Jadi tentang apa sebenernya Workshop kemarin itu ? Coba cek poster acaranya lagi deh. Nah kelihatan kan?


  • Making Money From Blogging
Dari sharing oleh ketiga blogger lokal tersebut, mereka sama - sama menyebutkan bahwa konsistensi adalah hal yang utama. Jadi usahakan membuat postingan secara teratur. Meski kita adalah ibu rumah tangga yang punya segudang kesibukan mengurus anam dan juga rumah atau ibu bekerja yang punya deadline dan target dari kantor, kita tetap harus menyiapkan waktu secara rutin untuk membuat postingan. Kalau memang ingin blog kita maju, ya harus ada hal - hal yang dilakukan dengan ekstra. Yang paling penting ngeblog itu harus dari hati. Kalau memang nggak suka ngeblog ya jangan maksain. Karena pasti tulisan yang akan dihasilkan juga jadi nggak berkualitas. Kita juga harus mampu menciptakan personal branding bagi diri kita. Coba deh cari karakter kita sendiri yang berbeda dari orang lain. No copy paste adalah hal yang mutlak. Dan yang mungkin suka terlewat atau agak malas adalah berinteraksi dengan pembaca. Membalas komen yang masuk mungkin menghabiskan waktu tapi itu akan menimbulkan keterikatan antara pembaca dengan kita melalui blog.

Bertemu teman seperjuangan di waktu msh gadis. Haha

  • Building Relationship and Creating Partnership

Pada sesi ini Emily Quak menekankan agar kita sebagai blogger harus memiliki integritas. Maksudnya gimana? Jadi misalnya ada perusahaan yang menawari kita untuk merivew produk, kalau memang kita nggak cocok dengan produk tersebut ya jangan bilang cocok. Hanya cara penyampaiannya harus dengan baik. Jangan langsung menyalahkan produk dan menjelek - jelekkan produknya. Nah, jika blog kita sudah memiliki integritas, menurut Simon Torring, nggak perlu takut untuk menawarkan blog kita pada perusahaan. Dengan memiliki media kit yang bagus, perusahaan juga akan senang jika kita yang menghampiri mereka. Media kit disini maksudnya selain blog itu sendiri juga dengan social media yang lain. 
  • Learning Blog Analytics with Google
Kali ini Ricky Tjok menjelaskan sedikit tentang Google Analytics. Dengan menggunakan Google Analytics kita bisa mengetahui kapan waktu paling banyak pengunjung mengunjungi blog kita, jenis kelamin pembaca blog kita sampai berasal dari daerah mana si pembaca. Keberadaan Google Analytics ini juga bisa digunakan untuk mencari tahu apa postingan yang paling dicari pembaca yang membuat mereka mengunjungi blog kita. Jadi kita bisa tahu sebaiknya membuat postingan tentang apa.

  • Workshops : Writing Attractive Content and Travel Photography Made Simple
Sumber : twitter FD


Pada workshop yang pertama yaitu Writing Attractive Content bersama mbak Leila Safira, Chief Community Officer majalah Cleo kita diajak untuk menulis dengan jujur. Bahkan sebelum posting coba deh kita baca dulu tulisan kita. Mau nggak kita membacanya? Karena kalau kita sendiri nggak mau baca tulisan kita, gimana dengan orang lain. Saat sharing dengan mbak Raiyani Muharramah tentang fotografi, kita diminta untuk sabar menunggu momen, ambil foto dari berbagai angle yang ada, rasakan alam yang kita kunjungi sembari mengambil foto sampai ke pemanfaatan gadget yang ada. Sayang waktunya terlalu sedikit untuk sharing tentang fotografi.



Wow. Hari yang sangat menyenangkan untuk saya. Meski dimulai jam 10 tepat sampai lewat maghrib tapi selama acara saya nggak merasa bosan. Hebat.. Makasi femaledaily dan para sponsor untuk blogger workshop yang keren banget. Semoga next time diadakan lagi dan saya bisa ikutan lagi. Yang paling penting, semoga ilmunya bisa saya aplikasikan ke blog. Amin..

Foto brg mbak Raiyani


Belanja Lampu di Pasar Kenari Yuk

Masih sibuk dengan printilan rumah nih Temans. kali ini setelah berkali-kali ngiderin Supermaket bahan bangunan serba ada berplat merah dan putih biru di beberapa Mall, yes di beberapa Mall, akhirnya sebelum memutuskan beli di Mall kami mlipir ke Kenari untuk sekedar melihat - lihat.



Pertama datang ke Kenari kami tiba disana sekitar setengah 4 sore. Ternyata keputusan ini salah total. Karena Pasar Kenari itu tutup mulai jam 4 sore. Jadi rencana mau berkeliling menyusuri toko demi toko pun pupus sudah. Akhirnya demi berburu lampu idaman esok luasnya kami kembali ke pasar kenari. Kali ini kami tiba di lokasi jam 2 siang. 

Dengan luas bangunan yang tidak terlalu besar dan hanya sekitar 5 lantai kalo nggak salah, membuat kami langsung bergerilya mencari lampu idaman.







Harga yang ditawarkan sangat bervariasi. Yang pasti jauh lebih murah dari di toko yang ada di Mall. Bahkan budget yang kami anggarkan untuk 1 lampu saja  mampu membuat kami membawa pulang 2 lampu. Yeay..




Saran saya berkelilinglah dulu ke semua toko lampu yang ada. Jadi kita sudah tahu kisaran harga lampu disana. Gedungnya cukup besar, adem dan bisa membawa stroller. Tapi stroller yang slim yaa.. Bukan yang bulky. Kemarin sih saya membawa I Sport lumayan mulus nyelip - nyelip di antara gang toko yang ada. Sayangnya banyak sekali pedagang atau pengunjung yang merokok. Jadi kurang nyaman. O, ya jangan lupa menawar tapi juga jangan separuh harga ya. Maksimal 30 persenlah. Siapkan budgetnya, pakai sepatu yang nyaman dan... selamat berbelanja. 

September 26, 2014

#Wikentanpamall kami di Museum Nasional

Siapa saja yang anaknya hafal lagu Let It Go nya Frozen?
Banyak pastinya..
Siapa saja yang di rumah anaknya hafal lagunya Thomas and Friends?
Banyak juga.. ( ambil kaca taro di depan muka sendiri)
Siapa saja yang anaknya bisa mengoperasikan Gadget seperti IPad atau tablet lain?
Wuih, banyak (tunjuk hidung sendiri)

Nah, sekarang,
Siapa yang anaknya tahu lagu Nenek Moyangku Orang Pelaut?
.... Hore... Meski mungkin sedikit yang tahu, tapi setidaknya ada yang tahu. Alhamdulillah Rafa hafal. saya memang lebih suka mengajarkan Rafa lagu - lagu yang sesuai usianya. Apalagi lagu perjuangan, wuih saya suka banget. Entah kenapa..

Ada yang tahu gimana lirik lagu Nenek Moyangku Orang Pelaut? Mari disimak..

Nenek Moyangku Orang Pelaut
Gemar mengarung luas samudra
Menerjang Ombak, tiada takut
Menempuh badai, sudah biasa

Angin bertiup, layar terkembang
Ombak berdebur di tepi pantai
Pemuda berani, berangkat sekarang
Ke laut kita, beramai - ramai

Ada apa nih saya tiba- tiba bertanya tentang lagu tersebut? Jadi ceritanya demi melatih Rafa (dan juga ayah bundanya ) untuk nggak selalu jalan - jalan di Mall setiap Minggu, maka saya rajin mencari aktivitas yang bisa dilakukan di luar Mall. Kebetulan Minggu kemarin ada acara menonton wayang Tavip di Museum Nasional yang berjudul " Nenek Moyangku Orang Pelaut " dari Teater Koma. Setelah mendaftar lewat Facebook Akhir Pekan di Museum, kami pun mendapat seat untuk jam 11 siang.



Sampai di Museum Nasional jam 11.10, kami terlambat karena ada car free day jadi harus agak muter - muter sebelum mencapai museum. Saat tiba di tempat pertunjukan wayang tavip, ternyata sudah ramai. Jadi harus agak nyelip untuk mendapatkan spot yang enak untuk menonton.

 Rafa langsung duduk d depan meski lupa buka topi. hihi


Cerita wayangnya tentunya seputar laut. Tentang arah mata angin, kerajaan Majapahit yang sudah mengenal mata angin dengan alat tradisional , nama - nama bagian kapal dan pahlawan yang berperang menggunakan kapal. Terdengar membosankan? Sama sekali tidak. Pertunjukan wayang selama 30 menit ini dibawakan dengan sangat baik, lucu dan menyenangkan oleh para dalang. Mereka berhasil menyelipkan gurauan - gurauan yang membuat penonton tertawa dan tentunya menyanyikan lagu Nenek Moyangku orang Pelaut tadi.







sumber : FB Akhir Pekan di Museum


Setelah selesai pertunjukan, anak - anak bisa berfoto dengan wayang yang dipergunakan tadi bahkan boleh ke belakang layar untuk mencoba menjadi dalang. Pengalaman yang baru untuk buah hati kita kan. Kalau Rafa sih, sibuk mau minta wayang yang berbentuk kapal untuk dibawa pulang. Sayangnya wayangnya hanya dipinjamkan untuk foto saja. O,ya selain membuat wayang dalam bentuk - bentuk modern seperti kapal laut ternyata wayang - wayang tersebut juga merupakan hasil daur ulang. Wayang - wayang tersebut dibuat dari botol air mineral yang diberi warna. Keren.

Kenapa dinamakan Wayang Tavip? Karena wayang tersebut merupakan kreasi dari M. Tavip, dosen jurusan teater STISI Bandung pada tahun 1993. Cara memainkannya sama dengan wayang kulit, namun wayang Tavip menggunakan pencahayaan seperti pembuatan film. Jadi wayang Tavip akan tampil berwarna baik di depan maupun di belakang layar. 

Setelah selesai menonton wayang Tavip kami pun berkeliling Museum nasional. Banyak sekali barang - barang yang dipamerkan yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Arca atau patung - patung juga ikut meramaikan koleksi Museum Nasional baik di letakkan di dalam mau pun di taman di dalam area museum. Bahkan Suami saya sempat berfoto dengan kembarannya, meski hanya kembar nama.








Karena waktu sudah jam 12.30 tadinya kami berniat untuk pulang dan mencari tempat makan siang. Saat melewati Taman Sanken, ternyata sedang ada Craft Day. Selain menjual barang - barang kerajinan tangan, ada juga yang menjual makanan. Kami pun memutuskan untuk makan siang disitu. Barang - barang yang dijual sebagian besar buatan tangan. Seperti tas, pouch, dompet, jepit rambut, bando, tanaman, kaos ahh banyak banget. Di Craft Day ini juga saya pertama kali mencoba yang namanya Bir Pletok. Ternyata Bir Pletok itu dibuat dari rempah - rempah ya.. Enak banget. Haha, norak deh saya.





Sambil makan siang perhatian saya tertuju pada ruangan kaca yang di dalamnya ada banyak anak kecil. Ternyata itu adalah ruangan Kids Corner yang baru saja dibuka di Museum Nasional. Ada berbagai aktivitas yang bisa dilakukan oleh anak kita di Kids Corner. Mulai dari belajar origami, bermain angklung, bermain congklak, melukis di kendi, sampai membatik yang semuanya bisa diikuti secara GRATIS. Seru banget. Di Kids Corner ini Rafa jadi tahu permainan gasing. Udah jarang banget kan ya ditemui. Terus Rafa juga ikutan melipat - lipat kertas bareng teman - teman lainnya. Wow, kalau fasilitasnya oke seperti ini sih kami bakalan jadi pengunjung rutin tampaknya.






Yuk, ayah bunda ajak buah hatinya main - main ke Museum Nasional

Museum Nasional
Jl. Medan Merdeka Barat No. 3

Senin dan hari besar nasional TUTUP
Jam buka Selasa - Jumat : 08.00 - 16.00
                 Sabtu - Minggu : 08.00 - 17.00

Tiket masuk perorangan
Dewasa Rp 5.000
Anak Rp 2.000

Tiket Masuk Rombongan ( Min. 20 org)
Dewasa Rp 3.000
Anak (TK s/d SMA) Rp 1.000

Pengunjung asing Rp 10.000




September 20, 2014

Perkiraan Biaya Melahirkan di RS Bunda 2014

Yes..
Judulnya Udh bikin penasaran kan. Penasaran harus menyisihkan berapa banyak untuk ongkos melahirkan di rumah sakit ini. 

Apa?
Saya hamil? 
Bukan.. Eh belum lagi lebih tepatnya. Hihihi..

Ceritanya, beberapa waktu yang lalu saya memeriksakan diri ke obgyn kesayangan saya, dr. Nana Agustina. Pemeriksaan rutin saya seperti Pap Smear, cek posisi spiral, cek rahim dan ngobrol. Hahaha.. Iya, saya emang rajin ngobrol sama obgyn saya ini. Ngobrolin seputar kehamilan dan anak tentunya. Abis dr. Nana baik dan ramah banget sih. 

Nah, jadi setelah saya melakukan pembayaran di kasir saya iseng lah bertanya tentang biaya melahirkan. Saya pikir untuk mengetahui biaya melahirkan saya harus mendatangi bagian pendaftaran kamar bersalin, seperti yang saya lakukan saat hamil Rafa sekitar  3 tahun yang lalu. Tapi ternyata sekarang, kita bisa mengetahui biaya melahirkan di pendaftaran pasien rawat jalan. Setelah bertanya, saya pun diberikan secarik kertas berisi perkiraan biaya melahirkan 2014.

Sudah siap belum lihatnya?
Kalau belum siap langsung baca postingan lain aja ya. Hihi..




Jreng
Jleb
Gubrak

Asli saya dan suami langsung melongo melihat angka2 disitu. Meski sudah tahu bahwa biaya melahirkan pasti akan naik setiap tahunnya. Tp ya, dengan adanya cicilan rumah yang menggelayuti kami sampai 10 tahun ke depan angka - angka disitu jadi makin kece banget nilainya. Belum lagi dengan kenyataan bahwa jika nanti hamil dan melahirkan saya sudah bisa dipastikan harus sesar dgn riwayat pembesaran pembuluh darah di jalan lahir plus menambah 2 hari menginap di rumah sakit karena riwayat pengentalan darah yang saya miliki. 

Dududududu..
Tarik napas..
Buang napas..
Kita jalan - jalan ke taman dulu yuks.
Terus pulangnya jangan lupa cuci tangan dulu ya.



Abis itu berdoa.
Kali aja abis itu dapat berita tahun depan ada diskon melahirkan di RS Bunda.
Semoga murah rejeki jadi semuanya pas ya.
Pas mau melahirkan ada biayanya.
Pas pengen nambah anak tahun depan, pas dikasi sama yang punya segalanya.

Tahun depan?
Berarti mau ngasi adik untuk Rafa dong?
Hihi.. doakan yaaa....
Semoga diberi kepercayaan lagi sama Allah.
amin..