October 31, 2014

Menikmati Colours of India di Signature Restaurant, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta


dari Kempinksi

India.Yang langsung terlintas dalam pikiran saya saat mendengar nama negara itu disebutkan adalah Kuch Kuch Hota Hai. Film yang suskes membuat pemainnya, Shah Rukh Khan makin digilai wanita itu juga menjadi salah satu tontonan saya. Berulang kali. Hihi..


tampak depan The Signature Restaurant

Adanya darah Bali yang diturunkan oleh ayah saya, membuat saya semakin akrab dengan cerita – cerita India / Hindu. Mulai dari cerita Ramayana, Mahabaratha, dewa – dewi yang ada dalam kitab sampai hari – hari besar keagamaannya. Karena itu saat menerima undangan dari Hotel Indonesia Kempinski untuk menghadiri Colours of India di The Signature Restaurant, saya sangat senang. Selain memang saya sudah cukup familiar dengan masakan berbumbu rempah, juga karena terbayang bisa mencicipi makanan khas India tanpa perlu terbang ke negara asalnya.  Mantap..


3 hari sebelum kedatangan, saya menghubungi The Signature Restaurant untuk melakukan reservasi. Bukan apa – apa, karena saya memilih untuk datang di hari Minggu siang yang tentunya restoran akan cukup ramai. Sebelumnya saya sudah janjian dengan Mia, Yeye dan Indah untuk memilih hari dan jam yang sama. Saat tiba di lobi Hotel Indonesia Kempinski suasana nyaman langsung terasa. Lihat saja, belum – belum saya sudah berfoto di kursi yang unik ini.







Bendera Indonesia dan India diletakkan berdampingan di depan meja resepsionis

Nuansa India dihadirkan dengan beberapa ornamen yang di letakkan di pintu masuk restoran, bendera India sampai hiasan gajah yang cantik. Adanya alunan musik khas India juga menambah kentalnya suasana India di The Signature Restaurant. Setelah mengetahui dimana tempat duduk kami, saya langsung bergerilya mencari makanan India yang akan saya santap. Setelah berkeliling, akhirnya saya sampai di bagian Roti Paratha. Yess.. Sebagai penggemar roti Paratha di berbagai gerai baik di Jakarta ataupun saat saya ke Singapur / Malaysia, roti paratha dengan cita rasa India ala The Signature Restaurant tidak boleh saya lewatkan.








Pendamping untuk Roti Paratha



Cara terbaik untuk menyantap roti paratha adalah dengan tangan. Maka saya pun memutuskan cuntuk melakukannya. Saat roti paratha bertemu dengan lentil dan kuah kari yang kental, wahh rasanya tangan ini nggak mau berhenti untuk terus memasukkannya ke mulut saya.




Selesai dengan Roti Paratha saya pun bergerak ke makanan utama. Menu makan siang saya kala itu adalah

Narag Charu ( Lemon Rice), Nasi dengan cita rasa lemon dengan campuran kacang tanah dan daun kari.. Beras yang digunakan tampaknya didatangkan langsung dari India, karena bentuknya yang panjang - panjang. Meski aroma lemonnya sangat terasa, saya tetap bisa menikmatinya.

Malabar Prawn Cury (Prawn Cury), Udang saus kari dengan tekstur kuah yang super kental. Sangat berbeda dengan kari yang biasa kita sajikan. Kari yang ini selain bumbunya terasa lebih menggigit juga memiliki rasa yang pas. 

Subz Kholapuri (Pot Pouri of vegetable and Hot Spices), berisi campuran beberapa sayuran seperti wortel, kacang polong dan kentang yang juga memiliki rasa yang enak. Dengan baluran kuah kuning yang juga kental semakin menambah letupan cita rasa India di mulut saya.

Ulli Wada ( Bengal Gram Patties) alias perkedel kentang kalau menurut saya. Tapi perkedel kentang ala India ini tidak telalu lembek. Malah cenderung memiliki kulit luar yang keras tapi tetap renyah.


yummy lunch


Semua makanan India yang saya nikmati ludes tak bersisa. Entah karena lapar atau karena sambil mengobrol dengan teman - teman. Tapi satu yang pasti, semua karena kehebatan Chef di balik semua makanan ini dalam mengolah dan menghadirkan citarasa India pada kami. Jadi penasaran siapa ya chefnya?



Setelah makanan utama habis tak bersisa, waktunya pencuci mulut. Saat berjalan ke arah pencuci mulut di bagian Buffet India, saya sempat melihat beberapa pencuci mulut disana. Namun menurut saya terlalu berat, jadi saya tidak mengambilnya dan lupa untuk mengambil fotonya. Duh.. Sepanjang yang saya bisa ingat, pencuci mulut ala India kemarin ada yang berupa bubur dan semacam ubi dengan (tampaknya) siraman kuah santan. Akhirnya saya menutuskan untuk berkeliling ke stall pencuci mulut yang lain dan mengambil beberapa  dari mereka.




suasana Signature Restaurant yang ramai




Selesai menikmati pencuci mulut kami memutuskan untuk bertanya pada salah seorang Chef yang ada mengenai siapa Chef yang memasak semua hidangan India ini. Ternyata ia berbaik hati memanggilkan seorang Chef yang didatangkan langsung dari New Delhi. Dialah Chef Aswani Kumar Singh. Seorang Chef yang sudah berpengalaman selama 16 tahun dan sudah memenangkan penghargaan sebagai Chef Terbaik. Wah, pantas saja semua masakannya betul - betul enak. Secara singkat Chef Aswani menceritakan tentang Colours of India ini. Ternyata ada 17 menu India berbeda yang disajikan setiap harinya. Yang kami rasakan hari itu adalah menu khas dari Pantai Timur India. Setelah beliau selesai menjelaskan tak lupa kami minta untuk berfoto bersama. Kalau saja boleh membawa pulang satu rantang masakan India, pastinya saya tidak akan menolak.




Terima kasih pada Mbak Natasha, staff The Signature Restaurant dan tentunya pada Chef ASwani yang sudah memberikan saya kesempatan merasakan kuliner khas India. 

The Signature Restaurant
Lobby Hotel Indonesia Kempinski
Jl. MH Thamrin no. 1
Jakarta
021 - 2358 3898

Opening Hours : 06.00 - 22.00



Note :

Keberadaan Colors of India di The Signature Restaurant bukanlah tanpa alasan. Restoran ini memang sering mengambil tema masakan berbagai negara di dunia untuk memberi variasi pada menu makanan mereka. Tahun ini Hotel Indonesia Kempinski melalui The Signature Restaurant memilih India dengan keunikan citarasa rempah sebagai tema. Bukan tanpa alasan Hotel Indonesia Kempinski memilih India, karena di bulan Oktober ini di negara asalnya sedang berlangsung Diwali Festival atau yang dikenal dengan sebutan Festival of Light. Festival Diwali adalah Festival Hindu kuno yang menggambarkan kemenangan melawan kebaikan, kebaikan melawan kejahatan dan pengetahuan melawan keburukan. Semangat dari Festival Diwali yang diusung oleh Hotel Indonesia Kempinski adalah dengan berbagi kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Hotel Indonesia Kempinski akan melaksanakan program donasi melalui Donate Your Luck untuk mendukung pembangunan SD Pembangunan Masyarakat di daerah Gunung Sahari. Para tamu yang datang dapat iut serta dengan cara membeli tiket seharga Rp 100.000. Selain tiket juga ada berbagai macam voucher dengan Grand Prize menginap 1 malam di Presidential Suite yang bernilai 200 juta selama 1 malam. 



October 30, 2014

Mi Aceh Buzz, Mengejar Mi Aceh sampai ke Bekasi





Menyebut nama makanan yang satu ini, nggak bisa nggak pasti langsung membuat saya (dan suami) langsung tergerak untuk mencobanya. Setelah kemarin kami mencoba Mi Aceh Jambo Kupi di daerah Tanjung Barat – Pasar Minggu, kali ini giliran daerah Bekasi yang menjadi tujuan kami. Karena kami akan mengunjungi daerah Bekasi makan kami sudah berangkat sejak sehari sebelimnya dari Jakarta. Hahaha... *disambitsepiringmiacehsamaorangbekasi

Lokasi yang kami pilih dari beberapa cabang yang ada adalah di FoodWalk Mega Mall Bekasi. Saat sampai disana ternyata mbak Yani dan keluarga sudah duluan sampai. Memang acaranya kodar blogger plus keluarga sambil menyantap Mi Aceh. Nggak lama kemudian Mia, Yeye dan teman – teman blogger yang lain pun tiba. Sambil ngobrol menu andalan Mie Aceh Buzz pun mulai keluar. Yang pertama adalah martabak Aceh ini.



Martabak dengan rasa yang pas dan juga renyah berpadu dengan kuah kari yang mantap membuat beberapa potong martabak Aceh sukses mendarat di perut saya. Makannya nggak perlu pakai sendok garpu deh, cukup cocol langsung dengan kuahnya dan jangan lupa acar bawangnya. Pasti sensasi nikmatnya makin dapet.



Sembari ngobrol dan bertukar kabar dengan teman – teman yang lain, menu kedua pun kembali dihidangkan. Kali ini giliran Roti Cane Cokelat Keju Susu. Mmmhhh.. Sebagai pecinta cokelat dan canai, nggak mungkin saya melewatkan menu ini. Sayang Rafa masih tertidur pulas, Ayah Bunda wakilkan saja ya nak. Hihi.. Roti cane gulung ini enaknya dimakan selagi masih hangat. Jadi canainya masih kriuk - kriuk plus taburan coklatnya sudah mulai meleleh. Yummy.. Saat satu suapan cane seksi ini masuk ke mulut, rasanya nggak mau berhenti. Untung saya ingat bahwa menu utama kami belum keluar. Apalagi kalau bukan Nasi Goreng Spesial dan Mie Goreng Spesial ala Mie Aceh Buzz.






Mi Goreng Spesial

Nasi Goreng Spesial
Bumbu yang digunakan baik pada nasi atau minya pas bagi lidah saya dan suami. Takaran ketajaman bumbunya terasa dengan sangat kuat tanpa membuat kami sulit menikmati makanan itu. Tingkat kepedasan yang diberikan juga pas. Jadi semuanya serba pas. Apalagi setelah menyantap menu utama itu, kami langsung menikmati segelas teh tarik yang baru saja dibuat langsung di hadapan kami. Jadi atraksi tersendiri dan tentunya langsung diabadikan dong..



Tuang dan Tarik - Tarik dulu tehnya..

Hmm... Teh Tarik yang fresh


Sebenarnya masih banyak menu lain yang dimiliki oleh Mi Aceh Buzz ini. Nasi Gorengnya saja ada 5 macam ( Daging, Ayam, Sosis, Seafood, dan Istimewa), Begitu juga dengan Mi Acehnya (Ada goreng , tumis dan rebus dengan variasi isi) bahkan roti canenya ada 3 macam ( cane biasa, cane gulung dan cane tisu). Harga yang ditawrkan pun berkisar antara Rp 18.000 - Rp 38.500, terjangkau bagi pecinta kuliner Indonesia.



Yang berbentuk kerucut itu adalah Cane Tisu

Mi Rebus dengan kuah yang menggoda

Setelah kenyang, sambil menikmati teh tarik kami pun sempat berbincang dengan pemilik Mi Aceh Buzz yang kebetulan hadir bersama istri dan anak mereka. Pak Baskoro namanya. Pria kelahiran 1986 ini sudah memiliki 3 cabang Mi Aceh yang ( sayangnya.. hiks..) berada di daerah Bekasi. Berawal dari keinginan menolong mantan karyawannya yang meminta pekerjaan , maka Pak Baskoro pun membuatkan Gerobak Dorong Mi Aceh. Dari gerobak berganti menyewa ruko sampai akhirnya memiliki 3 cabang di Mall. Wah, sungguh buatu kerja keras dan usaha yang patut ditiru. Semoga kami bisa meniru punya usaha seperti ini juga nantinya. Amin.


Pemilik Mi Aceh Buzz yang murah senyum

Pastinya bukan kopdar kalau tanpa foto - foto. Beginilah gaya kami emak - emak dan bapak - bapak saat berpose. Semoga lain kali bertemu lagi di Mie Aceh Buzz di jakarta Selatan ya Pak Baskoro. Amin, Insya Allah.


Foto dari Mas Ipong


Duo Bocil abis nyicipin teh tarik. Hihi..


Mi Aceh Buzz

Cabang :
* Foodwalk Mega Bekasi Hypermall
*Foodcourt Bekasi Square
*Cyberfood Bekas Cyberpark

websitenya disini 
twitter : @MieAcehBuzz
IG : @mieacehbuzz


October 26, 2014

Bio Oil, The Secrets for Happy Skin

Jumat, 17 Oktober 2014 saya menghadiri undangan Talk Show yang diadakan oleh Cosmopolitan dan Bio Oil. Sudah pada kenal kan dengan Cosmopolitan? Majalah yang diperuntukkan untuk pembaca wanita, yang akrab disapa dengan sebutan fun fearless female, ini memang dikenal sering mengadakan acara - acara yang keren dan bermanfaat. Beberapa acara yang diadakan oleh Cosmopolitan yang pernah saya hadiri adalah  Bloggers Gathering bareng Olay dan Launching Downy Scent Switcher. Makanya saat diundang untuk menghadiri acara ini saya langsung menyanggupi. Acaranya Cosmopolitan pasti banyak ilmunya.




Bertempat di Mandarin Oriental Hotel, saya tiba sekitar pukul 18.30. Saat naik ke Ballrom acara belum dimulai, kami para undangan diminta untuk registrasi terlebih dahulu dan makan malam. Aseekk. Mari makan malam. Sebelum makan saya sempat mengambil gambar dari display produk Bio Oil yang eye catching banget. Dengan rak serba putih deretan kotak Bio Oil diatur dengan rapi. Ditambah dengan bunga mawar putih yang mempercantik tampilan display.




Sesi 1 : Talkshow Bio Oil

Sekitar pukul 19.30, MC cantik Mbak Cisca Becker memanggil peserta Talk Show yang masih menikmati makan malamnya untuk segera mengisi tempat yang sudah disediakan. Sekitar 150 kursi yang disediakan terisi penuh. Karena banyaknya peserta yang hadir, saya terpaksa berpisah dengan teman - teman saya dan duduk di meja yang berlainan. Alhamdulillah saya kebagian di meja paling depan. Jadi gampang deh kalau mau foto - foto atau bertanya :D




Acara dimulai dengan sharing dari Mbak Fira Basuki, editor in Chief Cosmopolitan, yang ternyata sudah menjadi pengguna Bio Oil selama belasan tahun. Lho? Bukannya Bio Oil baru masuk ke Indonesia? Bio Oil memang baru tahun ini masuk ke Indonesia, namun di Amerika Bio Oil sudah meraih 192 penghargaan untuk kategori produk perawatan kulit terbaik. Ternyata Mbak Fira belasan tahun yang lalu pernah mengalami kecelakaan semasa tinggal di Amerika. Kecelakaan itu tenyata cukup parah, karena mengakibatkan wajah cantiknya mbak Fira harus terkena pecahan kaca dan dijahit pada beberapa bagian. Itulah saat pertama kali mbak Fira berkenalan dengan Bio Oil. Dengan bantuan Bio Oil, secara teratur dan perlahan bekas luka di wajah mbak Fira menjadi memudar bahkan bisa dibilang nyaris hilang. Wahh, testimoni jujur dari seorang pengguna Bio Oil nih. Sayangnya setelah tinggal di Indonesia mbak Fira kesulitan menemukan Bio Oil. Jadi setiap travelling ke Amerika, mbak Fira selalu memboyong 4-5 botol untuk persediaan.

Scar dan Stretch Mark
Dr. Lilik sedang menjelaskan bagaimana mencegah terjadinya scar





dr. Lilik Norawati, SpKK seorang dermatologi yang juga menjadi narasumber ikut memberikan beberapa tips dalam mencegah terjadinya scar. Antara lain dengan menjaga pola hidup sehat, mencegah terjadinya infeksi, mengkonsumsi antioksidan ( vitamin C dan E) juga menggunakan krim yang mengandung aloe vera, centella aciatica dan juga vitamin A.

Selain scar, ada pula stretch mark. Cung, saya juga punya simpenan stretch mark. Hihi.. Stretch Mark merupakan hal yang sangat wajar yang bisa terjadi pada semua orang, tidak hanya wanita dan tidak pula melulu terjadi karena kehamilan. Ada 2 macam stretch mark yang kita kenal. Yaitu Striae Rubra (merah), merupakan stretch mark di fase awal dan Striae Alba (putih) merupakan stretch mark fase lanjutan. Stretch mark ini dapat dicegah dengan cara menjaga BB alias si berat badan agar terhindar dari fenomena yoyo, menjaga hidrasi kulit dengan menggunakan minyak topikal, menggunakan krim yang mengandung bahan - bahan yang diteliti dapat membantu mencegah timbulnya stretch mark.

Mengapa Bio Oil?


Mbak Tini yang cantik perwakilan dari Bio Oil

Tidak lain dan tidak bukan adalah karena Bio Oil mengandung bahan - bahan yang sudah diteliliti dapat mengurangi scar juga stretch mark pada kulit kita. Bio Oil menggunakan purcellin oil sebagai campurannya. Purcellin Oil bersifat mengurangi kekentalan, meningkatkan kemampuan penyerapan pada kulit, melembutkan dan menghaluskan kulit juga merupakan minyak alami sehingga Halal. Alhamdulillah. Kandungan lain yang ada pada Bio Oil adalah minyak dari tumbuhan alami seperti Calendula ( berfungsi untuk regenerasi kulit dan meringankan iritasi), lavender ( berfungsi untuk melembabkan, melembutkan, mengencangkan kulit, antiseptik alami dan merupakan pembersih pori - pori), Rosemary ( berfungsi untuk menyejukkan kulit) dan Chamomile (sebagai anti radang yang ampuh). Dengan kandungan minyak alami yang sudah dikenal sangat baik bagi kulit ditambah dengan vitamin A dan E, tidak heran Bio Oil menjadi produk yang paling laris untuk perawatan kulit.

Cara penggunaan Bio Oil
Agar dapat bekerja secara efektif, Bio Oil harus dipakai dengan benar. Gunakanlah Bio Oil secara teratur 2x sehari sehabis mandi untuk kemudian dipijat menggunakan ujung - ujung jari dengan gerakan melingkar agar Bio Oil dapat meresap sempurna.Bagi ibu hamil, sebaiknya gunakan sejak awal trimester kedua. Namun jika sudah lebih dari trimester kedua atau jika sekarang sudah memilikin stretch mark seperti saya tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakannya. Hanya saja tentunya dibutuhkan waktu yang lebih lama pada scar atau stretch mark yang sudah lama dibandingkan pada scar atau stretch mark yang masih baru. 


mencoba Bio Oil

Selain digunakan oleh orang dewasa, Bio Oil juga aman digunakan oleh anak - anak berusia 2 tahun ke atas. Tapi ingat ya, Bio Oil nggak boleh digunakan pada luka yang terbuka. Asikkk, jadi Rafa juga bisa pakai. Punya anak laki - laki berarti kami sudah akrab dengan luka karena jatuh, terbentur meja, tergores kertas atau bekas luka lain yang kurang jelas tapi tiba - tiba ada. haha..

Sesi 2 : Sharing bersama Coach, Ayu Dyah Pasha




Ini adalah sesi yang sangat tidak saya duga. Karena saat talk show berlangsung saya pikir Mbak Ayu tidak bisa hadir. Ternyata Cosmopolitan sengaja menghadirkan Mbak Ayu untuk menjadi coach dalam sharing session tentang kepercayaan diri. Di awal sharingnya yang dimulai agak malam, sekitar pukul 21, Mbak Ayu meminta kita untuk menuliskan di secarik kertas hal - hal yang membuat kita merasa tidak PD. Setelah dikumpulkan dan ditempel pada satu papan yang ada, ternyata banyak yang menuliskan kriteria fisik sebagai alasan untuk menjadi tidak PD. Ada yang menulis karena masih gemuk, berjerawat atau merasa tidak cantik.  Kalau saya mah apa adanya ajalah. *siapsiapdilemparbotolBioOil. haha..



Mbak Ayu menyebutkan bahwa kepercayaan diri kita akan berpengaruh pada kompetensi, perilaku dan ketangkasan kita. Jika kita adalah orang yang tidak PD tentunya saat bertemu dengan orang lain bahasa tubuh kita akan menunjukkannya. Entah dengan cara tidak berani menatap mata lawan bicara, gelisah saat bertemu orang baru atau malah yang paling parah tidak mau bertemu orang lain. Salah satu yang bisa membuat kita menjadi tidak PD adalah memiliki kulit yang tidak sehat. Merawat kulit dengan produk yang tepat akan menjadikan kulit kita sehat. Jika dibarengi dengan kepribadian yang baik tentunya rasa percaya diri itu akan muncul dengan sendirinya. 


Wah.. Ilmu saya nambah lagi nih. Selain tahu tentang Bio Oil, minyak yang selama ini kalau ingin membelinya harus lewat PO di beberapa online shop, yang kini hadir di Indonesia juga saya mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing tentang kepercayaan diri langsung dari Coach sekaliber Mbak Ayu Dyah Pasha. Makasi Cosmopolitan dan Bio Oil sudah mengundang saya. Ternyata teman - teman saya juga sudah mengetahui kehebatan Bio Oil. Buktinya, baru update di salah satu sosmed yang saya miliki teman saya sudah langsung menunjukkan rasa penasarannya. 





Ah, Bio Oil dan Cosmopolitan memang padanan yang kece untuk menambah pede. O,ya Bio Oil sekarang bisa diperoleh di semua Guardian dengan harga Rp 120.000 untuk kemasan yang 60ml ya.



                                                  Yeye - Mia - Yani - Saya dan Indah