January 31, 2015

Resolusi Blog di tahun 2015

Resolusi?

Makanan apaan ya ituuu... Haha... sebagai tukang makan saya kenal banget sama yang namanya risol. Tapi resolusi? Agak dan bahkan jarang banget saya terapkan. 

Nah, tahun ini saya ingin sedikit beda. Pengen melakukan sesuatu aja buat blog ini. Siapa tahu bisa nambah yang baca, nambah teman dan saudara, syukur2 kalau nambah tabungan. hihi.. Mungkin sudah ada teman - teman yang notice kalau mulai awal tahun ini ada beberapa postingan saya yang pakai bahasa enggres. Itu adalah salah satu rencana yang saya sedang coba terapkan untuk blog ala kadarnya ini. 

Apa saja sih resolusi blog saya? 

1. Membuat 1 postingan per minggu.

Ini demi tercapainya konsiatensi ngeblog saya. Jadilah diusahakan seminggu minimal 1 postingan. Kalau bisa lebih ya lebih bagus. Kebantu banget dengan postingan terjadwal. Jadi target 1 postingan per minggu bisa tercapai. Bergabung di IHB juga membuatsaya jadi lebih terpacu untuk ngeblog. Yang pasti menulislah sesuai dengan diri kita sendiri. Kalau saya sih, hanya akan menulis sesuatu yang saya sukai. Supaya tulisannya lebih jujur. Ya kan.. 

2. Bikin postingan dengan bahasa Inggris minimal sebulan sekali.

Insya Allah bisa deh yang ini. Saya gabung juga di Blog English Club, tapi belum mampu untuk ikutan posting setiap jumat dengan tema yang sudah ditentukan. hihi... Semoga ke depannya bisa ikutan yaa BEC. 

3. Bikin Giveaway Di Blog

Rencananya pengen banget ngadain GA kecil - kecilan lewat blog ini. Semoga segera bisa ngadain yaaa.. Mohon doanya qaqa..





Semoga dengan adanya resolusi blog ini, saya makin rajin ngeblog dengan tulisan yang bisa bermanfaat untuk orang banyak. Kalau kalian, bikin resolusi blog jugakah di tahun ini? Sharing dong...

Tulisan ini dibuat untuk meramaikan IHB Blogpost Challenge 


January 30, 2015

Alhamdulillah Punya Halaman..

Jadiii ceritanya akhirnya tahun kemarin kami mematuskan untuk mulai beberes Dan memasukkan barang - barang kami ke dalam Kardus. Kenapa? Karena..



All my bags are packed I am ready to go

No..no..no... Bukan naik roket sodara sodara. Tapi naik si abu2 kami hingga beberapa kali bolak - balik untuk mengangkut barang. Banyak aja ternyata barang - barang yang mengisi apartemen mungil kami.  Hi hi.. Untuk jasa pick up , ayahnya Rafa mendapatkannya dari rekan kerjanya. Biayanya Rp 500.000 sekali angkut sudah termasuk supir dan keneknya. Not bad lah ya..

Alhamdulillah Allah maha baik, sangat baik, super baik. Rumah yang kami tempati sekarang ini, memang bukan tipe rumah minimalis yang kami impikan. Tapi perjuangan mencari rumah dan akhirnya berjodoh dengan rumah ini, yang mana masih di wilayah jakarta ini, betul - betul karena kuasa Allah. Semuanya dimudahkan Allah. Memang ya, seperti kata orang, cari rumah itu jodoh-jodohan.

Jadi bagaimana rasanya tinggal di rumah baru?
Senanggggg
Excited
Capekkk

Lho kok capek? Iyalah.. Kan saya masih single fighter mengurus rumah Dan bocil. Tapi ekspresi bahagia anak bujang kami ini nggak bisa ditukar deh. Rafa seneng banget punya rumah. Kenapa?

"Karena bisa main sepeda dan main bola, soalnya rumah Rafa luas bunda. Rafa juga bisa lari - lari trus nyiram bunga. " 

Simple ya kedengarannya? Tapi untuk Rafa yang biasa tinggal di langit, bisa main sepeda dan main bola plus lari - larian di dalam rumah itu membahagiakan banget. Apa lagi bisa main air berkedok bantu bunda nyiram tanaman. Jadi, setrikaan numpuk dan kardus dimana- mana? Yaudahlah, dinikmati saja. Yuks, nyiram tanaman.



Makasi banyak ya Ayah untuk rumahnya, abis ini jalan-jalan ke Raja Ampat ya. Eh sebelum jalan-jalan beli furniture lain untuk rumah yaaa *kemudiandilemparslipcicilanrumah15tahun,nabung woyy 

January 24, 2015

[RESTAURANT REVIEW] : Family Dinner at Sate khas Senayan

Every weekend we always try to have an energizing family time. Usually, I will search for any new places that comfortable to hang out there with our little super boy. It could be park, zoo, museum or else. But when you have tight schedule mall is the best place to visit. Hahaha.. 

It doesn't have to be always about shopping rite? In the mall we can take our children to a bookstore. Nowadays, there are Malls that often doing some kids activities. One Mall that we used to come is Kota Kasablanka. Groceries, shopping or window shopping, come to any events and also food experience all can be done here. Yup, we all love munching every kind of food. Lucky us, Rafa is very easy to be taken to any new places. As long as they served rice or noodle, we are safe. Ha!

We love to try any western restaurants, but of course Indonesian restaurants are always tempting. So recently, we decided to have an early dinner at Sate Khas Senayan. All of the food that we've been ordered were fit to our taste. Let the pictures do their job..

We call it "Sekoteng". For those who haven't tried it, it was ginger infused water with bread, baked nut, cendol and Kolang kaling as the filling.

For our little Tazmania, since he always move everywhere, we ordered this yummy " Nasi Uduk ". Psstt, he ate them all except the spicy tempeh.

This yummy food is mine, Tahu Telor. The best part of Tahu Telor at Sate Khas Senayan is that they served it with thin but not crispy mixed dough, bakwan

This were my hubby's. He ordered Lontong Cap Go Meh. This one also very yummy and pleased our tummy. 

After we finished or dinner, here are some of our family time moment. 





So, if you are looking for Indonesian Restaurant with yummy food, great service, fair price and nice ambience you should come to Sate Khas Senayan at Kota Kasablanka. 


Sate Khas Senayan
Kota Kasablanka 
Lantai UG
Money amount : Almost IDR 200.000
Definitely will come back again.



January 21, 2015

Pilgrimage by Didi Budiardjo

Senin , 19 Januari kemarin saya Dan Rafa berkesempatan menghadiri pameran yang bertajuk "Pilgrimage" di Museum Tekstil. Pameran ini merupakan persembahan seorang Didi Budiardjo yang telah menjalani Karirnya selama 25 tahun di bidang fashion Indonesia.


Saya termasuk yang beruntung karena bisa mengikuti tur keliling Museum Tekstil, yang disulap menjadi panggung - panggung yang menampilkan lebih dari 70 karya, dipandu oleh sang maestro fashion sendiri. Mas Didi menceritakan ruangan demi ruangan beserta penjelasannya pada baju - baju yang ada. Semua karyanya sangat memukau rombongan tur yang ikut serta, termasuk saya. Jadi mohon maaf kalau  postingan kali  ini akan bertabur foto. 

January 19, 2015

Bikin Pizza Yuks..


Akhir tahun 2014 kemarin, Rafa dan teman - temannya sempat ikut serta dalam kegiatan membuat pizza bersama - sama. Menyenangkan dan juga heboh banget. Namanya juga anak - anak ya.. Mulainya jam 10 pagi, tapi dari jam setengah 10 sudah mulai berdatangan dan nggak sabar mau mulai sementara restoran belum siap. Haha..



Para chef cilik siap untuk membuat pizza
 Pembuatan pizza diawali dengan pembagian topi chef dan apron. Setelah dipakai, anak - anak berbaris untuk antri mencuci tangan. Kemudian ramai - ramai menuju dapur ditemani oleh pembimbing. Dari laporan guru yang menemani anak - anak ke dapur, anak -anak dikenalkan pada tungku untuk membakar pizza, alat -alat memasak dan juga kulkas besar untuk menyimpan bahan baku pizza.
Pakai topi ala chef dan apronnya yaa

Mau foto bareng aja susyaahnyaa





 Setelah melihat dapur anak - anak kembali ke meja dan masing - masing mendapatkan pizza yang belum diberikan topping. Disinilah anak - anak bisa berkreasi membuat pizzanya sendiri. Rafa dan teman - temannya senang sekali. Bahkan sampai rebutan topping. Haha..

Yuk, hias pizza masing - masing

Pizzanya diselipin nama dulu ya supaya nggak tertukar

Ini dia pizza Rafa yg sudah matang



Seru, heboh dan bikin lapar. Terbukti Rafa  menghabiskan 3 sluce pizza yang ia buat sendiri. Yummy..Teman - teman mau bikin pizza juga, ayo  mampir ke Domino's Pizza terdekat dan cari infonya lebih lanjut.

January 14, 2015

[Movie Review ] : Hijab

Wanita bekerja itu haram hukumnya. 
Wanita itu seharusnya di rumah, mengurus rumah tangga, suami dan anak. 
Biar suami yang bekerja. Sudah menjadi kewajiban suami untuk memberi nafkah.


Itu adalah sepenggal kutipan yang saya ambil dari Gamal, to koh di Film Hijab. Seorang laki - laki keturunan Arab yang juga  suami dari Sari. Sari memiliki 2 teman yang sudah menikah dan berhijab, Bia dan Tata, juga seorang teman yang belum menikah dan belum berhijab, Anin. Keempat wanita cantik ini bersahabat sejak lama. Pertemanan mereka ini menjadi semakin seru karena atas nama ingin mempunyai kegiatan sampingan dan uang tambahan dari usaha sendiri, mereka memulai bisnis pakaian muslim, tanpa sepengetahuan suami mereka. Bisnis yang awalnya seru dan menyenangkan berubah menjadi tangis dan pedih justru saat usaha mereka ini akan semakin berkembang.



Penasaran? Saya yang alhamdulillah diundang bersama teman - teman dari lndonesian Hijab Blogger pada Gala Premiere Film Hijab 13 Desember 2015 di Epicentrum kemarin malam, sangat menikmati menonton film ini. Film yang digawangi oleh Hanung Bramantyo ini mencoba mengkritisi pakem "wanita harus di rumah" tanpa terkesan menggurui. Alur cerita di buka dengan beragamnya latar belakang seseorang mengenakan hijab, bukan soal hidayahnya. Dari situ cerita mengalir dan sukses membuat seisi studio 2 tertawa juga menangis. Saya termasuk yang berkaca - kaca sampai meneteskan air mata. 




Buat saya, Film Hijab yang menggandeng Zaskia Mecca, Carissa Putri, Tika Bravani, Natasha Rizky, Nino Fernandes, Mike Lucock, Omesh, Dion Wiyoko juga beberapa cameo seperti Mathias Muchus Dan Jajang C Noer ini adalah Film keluarga. Terbukti dengan antengnya anak bujang saya, Rafa, yang ikut menemani saya. Mungkin karena disumpel pop corn sih. Hi hi.. 




Tapi serius, film ini adalah film keluarga. Karena semua anggota keluarga bisa menikmati filmnya dan mengambil pesan yang tersirat. Belum berhijab? Jangan khawatir, film ini tidak menggurui atau menghakimi anda. Malah, bisa jadi Film Hijab ini akan mengantar anda untuk segera berhijab dengan Alasan anda sendiri. Bahkan, sepulang menonton Film ini semangat wirausaha saya seperti mendapat suntikan. :D





Semakin penasaran cerita sedih apa yang ada dalam film ini? Juga pesan yang disampaikan? Yuks Ajak teman - teman, suami, kakak, ayah, ibu dan yang lainnya untuk menyaksikan Film Hijab ini yang akan tayang di bioskop mulai 15 Januari 2015. 

Psstt... Dapat salam dari Dijah Yellow untuk yang menonton sampai habis. 




January 9, 2015

2015 = Healthy Year

Hi there..

This will be my first post in English. So please excuse my grammar etc. :D Make one posting per month in English has become My blog resolution for 2015. Sounds so usual? Well, not for me. Since I decided to be SAHM, i barerly use my English. That's why I Said yes when Nita asked Me to join Blog English Club, you can read about BEC at dani's blog. This week theme Is "a word for 2015" . When i read the theme, this word instantly poped in My mind.

Healthy

I am opening this year by having accompanied with thypus and measles. Probably I am exhausted. Because for closing The year, my family has decided to move to a landed house. After 3 years living in the sky, feels so great to finally have your own garden, will try to post about it another day, but it also exhausting. You know, moving all that boxes to the new house while at the same time I also need to do the laundry, cooking and cleaning since I don't have a maid. That's why i choose "Healthy" as My word. 

I wish this year (and all years coming ahead) Will be a healthy year for Me and family.
Besides continuing our fruity breakfast, I also want to try to do Food Combining more serious.
More exercise.
More travelling. Hohoho..



That's all for My first post. Let's have a healthy life..



January 6, 2015

Me Time Bersama Bio Oil : Yoga dan Games


Hari kedua Me Time bareng Bio Oil ini diawali dengan sesi yoga bersama Penyogastar, seorang pakar acroyoga. Saat mendengar acroyoga, saya sudah membayangkan teknik yoga yang sudah sulit bin untuk orang - orang yang mahir. Meski saya sudah beberapa kali mencoba yoga namun tetap saja badan ini belum lentur dan kayaknya agak horor membayangkan acroyoga nya. Kalau masalah lentur mah mungkin harus sering latihan yoga aja kali ya..



Ternyata setelah melakukan yoga tahap dasar yang dipandu oleh Penyogastar, kami semua dianjurkan untuk mencoba acroyoga yang paling mudah. Seperti ini contohnya.


Yang menopang di bawah disebut base , yang diangkat disebut flyer dan yang membantu memegangi karena masih belajar disebut supporter. Ternyata setelah kami mencoba cukup mudah untuk melakukan posisi ini. Hanya saja perlu latihan dan saling percaya antara base dengan flyer. Pengen cobain ke Rafa sih sebetulnya. Pasti senang banget dia diangkat - angkat begitu. Hihi..

Setelah semua grup mencoba melakukan acroyoga, Penyogastar memilih 3 orang peserta untuk melakukan yoga bersama dirinya. Dipilihnya berdasarkan apa? Berdasarkan yang mengikuti gerakan yoga paling baik. Ini dia yang terpilih.











Setelah selesai sesi yoga yang tampaknya gerakannya simpel tapi menguras keringat itu, kami menikmati sarapan pagi. Sebagai pelaku Food Combining abal - abal saya pun mengambil 2 piring buah dan satu buah Muffin. :D jangan omelin saya karen nggak sesuai juklak FC ya. Kan tadi sudah disebutkan saya pelaku FC yang abal - abal karena kebanyakan Cheatingnya. Hohoho..

Nggak lama setelah sarapan, blogger dan media dibagi menjadi 3 kelompok untuk mengikuti games yang sudah disiapkan oleh panitia. Gamesnya adalah berlomba mengoper bola dalam waktu singkat dan memasukkan paku ke dalam  botol. Terdengar standar ya gamesnya? Salah, saudara - saudara. Karena gamesnya dilakukan dengan cara yang unik.

Untuk games Berlomba Mengoper Bola, tiap kelompok harus mengoper kan bola ke semua anggota kelompok yang terdiri dari 8 orang, tidak boleh mengoper ke kanan atau ke kiri dan tidak boleh jatuh ke tanah.Targetnya adalah 10 detik. Iya.. Seriusss.. Akhirnya setelah menemukan triknya dan mencoba berkali - kali tim saya berhasil mencatat waktu kedua tercepat. Saya lupa berapa tepatnya, 12 detik atau berapa gitu, tapi kami hanya selisih 0, sekian detik dengan kelompok pertama. Ada yang tahu triknya nggak? 





Games berikutnya adalah Memasukkan Bola ke Dalam Botol. Sounds so easy, rite? Macam lomba - lomba 17an gitu kan ya? Iya, tapi bedanya kali ini yang diikat dengan tali di pinggangnya adalah ke 7 anggota kelompok dengan mata ditutup dan kami harus berusaha memasukkan 1 buah paku dengan arahan dari 1 pemimpin kelompok yang matanya tidak ditutup dan tidak diikatkan tali. Hebohh deh..






Seru? Pastinya. Pada permainan pertama kami belajar untuk bisa berkompromi mengenai teknik yang dipakai. Berusaha secepat mungkin mengoper bola dan menjaga jangan sampai jatuh. Geregetan banget kalau jatuh. Karena waktunya diulang lagi. Untuk permainan kedua juga seru. Karena gemes sama paku yang tertarik ke 7 arah. Belum lagi menahan kram paha saat dikomando untuk merendah dari posisi berdiri secara perlahan supaya paku bisa masuk ke botol, berkali - kali. 

Capek, badan pegal - pegal tapi hati senang. Senang karena Me Time nya menyenangkan dan relaxing banget, juga senang karena selepas makan siang di Nicole's Kitchen Puncak kami langsung pulang. Asli pas waktunya makan kami semua sudah nggak sabar untuk cepat - cepat menghabiskan makanan dan naik ke BIs untuk segera pulang karena khawatir kena macet. Alhamdulillah pada saat kami selesai makan dan Bis bergerak turun dari puncak, arus ke bawah sedang dibuka disertai banyaknya polisi yang berjaga mulai dari sebelum Novus sampai pintu tol Ciawi. Ternyata Pak Wapres JK akan segera meninggalkan Istana Cipanas. Lucky us. Perjalanan turun dari Puncak relatif cepat, berarti cepat juga bertemu bocilun bunda..

Makasi Bio Oil dan Team untuk hadiah Spa dan Yoga Tripnya di Novus Resort Puncak..



January 5, 2015

Me Time Bersama Bio Oil : Spa dan Gala Dinner

Saya sedang menemani Rafa main ayunan di taman saat ada telepon dari Bio Oil. Saya pikir ada undangan event lagi seperti sebelumnya. Ternyata, telepon kali ini adalah untuk mengabarkan bahwa saya termasuk di antara 9 blogger yang menjadi pemenang Lomba Blog Bio Oil dan mendapatkan hadiah Spa plus Yoga Trip. Alhamdulillah. Tulisan saya yang menang ada disini



Setelah suami menyetujui, berangkatlah saya menuju meeting point di STC untuk bertemu dengan teman - teman Blogger dan Media lainnya. Ini adalah pertama kalinya saya akan menghabiskan malam dan tidur tanpa Rafasya. Anaknya sih santai aja, tapi emaknya udah berkaca - kaca saat diantar ke taxi. Hihi..

Tiba di Novus Giri Resort and Spa



Bersyukur sekali jalanan bersahabat pada kami. Berangkat jam 9.40 , pukul 12 kami sudah sampai di Novus Giri Puncak. Saat menunggu pembagian kunci kamar kami disambut oleh kolam ikan yang nggak mungkin dilewatkan untuk berpose. Udah kelihatan seperti model lagi berkumpul belum? :D

ghigi - saya - witha - mira - putri dan mamah mia


Sebelum beristirahat dan menunggu jadwal spa, yeayyyyy pijet - pijet tanpa di interupsi bocil , kami dipersilakan untuk makan siang terlebih dahulu. Suasana The Bamboo Restaurant yang berkonsep open air semakin membuat saya merasa nyaman.




Kemarin saya satu kamar dengan teman blogger yang sudah saya kenal, mamah Yeye. Setelah masuk kamar, kami langsung foto - foto dan tiduran.. hahaha... Asli merasa cape banget dan pengen rebahan sejenak. Ketahuan deh angkatan berapanya. Haha..

Pose dulu di balkon
Makasi udh difotoin mamay Yeye


Tapi meski kami rebahan sambil ngobrol, kami tetap berusaha supaya nggak ketiduran. Rugi dong jauh - jauh ke Novus Giri Puncak cuma untuk tidur.





Waktunya Memanjakan Tubuh dengan Spa




Kami mendapat giliran ke 2 untuk spa. Jadi sekitar pukul 4 kami keluar kamar dan mencari lokasi untuk spa. Saat sampai di Daiva Spa, ternyata Kloter 1 belum selesai. Akhirnya sambil menunggu kami ngeteh - ngeteh cantik dan menikmati cemilan yang disediakan. Modus sih, padahal emang udah pengen ngunyah aja.




Tidak terlalu lama menunggu , akhirnya kami dipersilakan untuk masuk ke ruangan spa. Saya berpasangan dengan Mbak Mira menempati ruangan spa . Setelah masuk ke dalam ruangan, kami dipersilahkan untuk mengganti pakaian kami dengan kimono hijau. Tentunya saya dan mbak Mira nggak langsung ganti baju. Kami sibuk foto - foto dulu. Pemandangan yang terhampar di balkon ruangan pijat kami saja sudah membuat kami relaks, jadi sayang banget kalau nggak difoto. Kan buat bahan tulisan di blog kece ini lho.. Plakk, disabet sama kimono.



Selepas berganti dengan kimono, mbak terapis menghampiri kami sambil membawakan air berisi garam untuk merendam kaki kami. Pada air rendaman itu juga ditambahkan irisan jeruk lemon. Sambil merendam kami mbak terapis mulai memijat jemari kaki saya sambil melumurkan irisan jeruk lemon ke seluruh kaki. Setelah mengeringkan kaki, kami dipersilahkan untuk berbaring. Kemarin sih saya nggak bersuara, tapi dalam hati excited bin girang sekali. Rasanya sudah lama banget nggak dipijat dan bisa menikmati momen dipijat dengan tenang. Biasanya kalau dipijat di rumah mama, berkali - kali Rafa masuk ke dalam kamar dan mengajak saya ngobrol atau hanya sekedar naik ke atas punggung saya. Jadi nanggung kan ya me time nya.



Back to my spa experience with Daiva Spa. Saat mulai memijat mbak terapis bertanya tentang tekanan pijatan yang ia berikan. Apakah sudah cukup atau mau dikurangi /ditambah. Saya sebetulnya orangnya geli-an. Jadi pijatan lembut saja sudah cukup untuk saya. Rasanya nikmat sekali dipijat ditemani sinar lampu temaram dan berada di tempat yang indah. Belum lagi minyak yang digunakan untuk memijat kami dicampur dengan Bio Oil. Wuih, insya Allah makin mulus deh kulit saya. (abaikan komentar kepedean sangat dari mamak Rafa ini ). Sebelum pijat berakhir, saya merasakan bagian punggung bawah saya terasa hangat. Ternyata itu adalah efek dari tungku penghangat yang diletakkan di bawah tempat tidur sebagai bagian dari sesi pijatnya. Sesi pijat seluruh badan ini berlangsung selama 40 menit. Sebentar sekali yaaa.. Rasanya ingin minta tambah deh.



Selesai dipijat kami disarankan untuk tidak mandi setidaknya 1 - 2 jam untuk mencegah masuk angin. Namun karena jadwal yang padat, again mamak Rafa ini sok syibuk, saat tiba di kamar saya dan Yeye memutuskan untuk mandi dan berganti pakaian supaya tidak terlambat menghadiri Gala Dinner.

Gala Dinner

Tempat menuju Gala Dinner

Acara Gala Dinner ini dibuka dengan makan malam bersama. Sebenarnya selepas maghrib sempat turun hujan, tapi Alhamdulillah hujannya berhenti. Jadi kami bisa berjalan ke tempat acara. Untuk acara ini dress code yang diberikan oleh panitia adalah putih. Sempat bingung juga mau pakai baju apa, karena baju putih saya warnanya sudah kurang oke. Ternyata saya masih punya blus brokat ini. Dipadukan dengan cork skirt dari Casa Elana dan kerudung motif, jadilah outfit saya malam itu seperti ini.

Bareng mamah - mamah kece. Gak janjian tapi senada bajunya..
Foto dari mamah Yeye

cukup okelah yaa.. hihi..






Gala Dinner yang diadakan oleh Bio Oil ini menghadirkan sharing bersama Mbak Vivid Argarini. Beliau adalah seorang motivator dan juga mantan CEO majalah Aneka Yess. Mana yang dulu suka senyum 3 jari? Ayo baris bareng saya. :D

Blogger2 manis (uhuk) di meja kami
Sharing yang dibawakan oleh mbak Vivid ini bertemakan "Are U Happy?" . Hmmm... Saat mbak Vivid menanyakan hal ini, spontan saya berkata dalam hati bahwa saya bahagia. Tapi ternyata bagi sebagian orang, mungkin mereka memiliki syarat untuk bahagia. Misalnya?

Saya bahagia jika saya sudah menikah
Saya bahagia jika saya sudah memiliki anak
Saya bahagia jika sudah menyelesaikan S2 saya
Saya bahagia jika berat badan saya turun 5 kg (klo ini sih saya juga mau banget)
Saya bahagia jika bisa memberangkatkan Haji kedua orang tua saya 

Ada yang salah dengan pernyataan di atas? Mmm.. Ya nggak salah sih. Cuman sedikit kurang tepat aja. Terus kalau masih single, belum diberi titipan anak oleh yang kuasa, belu selesai kuliah, punya simpanan lemak sedikit atau belum bisa menaikkan haji orang tua, kita nggak boleh bahagia? Nah kan..


Padahal bahagia itu seharusnya ya setiap saat. Kalau sok tahunya saya nih, bahagia itu saat kita bisa mensyukuri apa pun kondisi kita saat ini. Karena pasti masih ada orang yang lebih susah atau lebih sulit dari kita. Lantas, pernyataan di atas itu bagaimana dong? Boleh saja menyatakan seperti itu tapi pernyataan - pernyataan tersebut tidak seharusnya menjadi indikator untuk bahagia, melainkan diubah menjadi target yang ingin kita capai. Dengan bahagia setiap saat, tentunya proses menggapai target dalam hidup lebih menyenangkan untuk dijalani.



Sharing dengan mbak Vivid ini membuat saya lebih menghargai hal - hal kecil yang terjadi sehari - hari. Setelah selesai sharing, saatnya pengumuman door prize. Alhamdulillah saya mendapatkan doorpire berupa voucher MAP. Belanjaaaa... :D

Mejeng bareng mbak Vivid saat pemberian doorprize
foto dari Bio Oil


Acara makan malam selesai sekitar pukul setengah sebelas malam. Kami langsung balik ke kamar untuk beristirahat karena esok harinya kami akan melaksanakan yoga. Huooowwww... Tunggu cerita Me time saya bareng Bio Oil di hari kedua yaa..