June 30, 2015

[Restaurant Review ] - Wayang Bistro, Restoran Nyaman di Langit Kokas

Awal puasa kemarin kami meluangkan waktu agar Rafa bisa menonton Thomas Show di Kota Kasablanka. Karena memilih pertunjukan jam 4 sore tentunya kami memutuskan untuk berbuka puasa disana. Ternyata saat sedang memilih restoran, seorang teman yang mengetahui kami sedang di Kokas menelpon dan mengajak untuk bertemu. Nama Wayang Bistro pun muncul sebagai tempat bertemu. Awalnya saya tidak tahu tentang restoran ini. Begitu sampai, ahhh langsung sukaaa..




Wayang Bistro ini merupakan restoran dengan ukuran yang luas. Dengan penataan cahaya yang temaram membuat restoran ini nyaman untuk dikunjungi. Setelah sampai kami langsung memilih menu. Untuk berbuka kami memilih pisang goreng dan cakwe isi. Menu makan malamnya ada nasi merah, ayam goreng sambal terasi , tumis pare , ayam bakar , tumis cumi asin ahh langsung lihat fotonya saja ya...

June 26, 2015

[Hotel Review] - Menginap di The 101 Dago Hotel, Bandung

Apa? Bandung lagi?
Iya dong.. Kan yang dekat dan cepat dari Jakarta plus banyak jajanannya ya pastinya Bandung. Hihi.. Jadi ceritanya bulan Mei kemarin kami abis liburan singkat ke Bandung. Itinerary utamanya sih mau menghadiri pernikahan rekan kantor ayahnya Rafa. Biar lebih berkesan makanya kami sekalian liburan. Trus emang sok sibuk, jadi cerita hotelnya baru ditulis sekarang. Plakkk...

Menginap dimana?

Setiap ke Bandung pasti deh browsing tentang tempat menginap. Soalnya pengennya nyobain hotel baru dan daerah yang baru juga. Tentunya dengan persetujuan ayahnya ya kalau lokasi. Kadang kalau lokasi macet kan males juga. Secara kalau liburan dan wiken pasti dia yang nyetir, emaknya Rafa istirahat nyetir kecuali bapake ngantuk. Akhirnya dipilihlah The 101 Dago Hotel. Pas hampir sampai, baru ngeh kalau ternyata lokasinya dket sama Holiday Inn Bandung. Waktu itu pernah menginap dsana juga soalnya.

Setelah memarkir mobil di basement, kami naik lift ke lobi. Langsung jatuh cinta sama hotel ini setelah melihat lobinya. Bagus kali ahh..




Kece yaa.. Modern, retro dan vintage bersatu gitu rasanya. Lantainya dominan biru tapi dengan motif yang berbeda - beda lho. Cakep deh pokoknya..






Kamarnya memang nggak terlalu luas, namun masih ada space kosong yang tersedia untuk sholat. Kebetulan di kamar kami kemarin space kosongnya agak lebih tinggi, jadi seperti panggung gitu. Kamar mandinya tanpa bath tub, khas hotel modern ya. Yang paling saya suka adalah harga in room diningnya dan mini barnya. Coba deh perhatikan foto terakhir di atas. Harganya wajar banget kann.

June 22, 2015

Menemani Papa berbuah kunjungan ke Private Beach

Postingan ini adalah postingan lanjutan dari yang ini.

Masih tentang leyeh - leyeh di Bali demi kakek. 

Jadi ceritanya kemarin itu pas hari kedua kami mau jalan - jalan ke Sukawati. Biasa yaa emak - emak, pastinya ga lengkap kalau ke tempat belanja yang nggak pake nawar. Haha.. Tapi ternyata teman papa saya menghubungi dan meminta bertemu, mumpung papa saya sedang di Bali. Padahal sih papa saya sering banget pulang kampung. Sebetulnya agak mengganggu itinerary kami ya, karena kan kami ( bunda dan Rafa) singkat banget di Balinya. Mau nggak ikut kok ya Ntar iseng bdua an aja sama bocil main di hotel. Paling mentok - mentok mantai lagi. Akhirnya kami pun ikut. 

Janji bertemu yang berubah - ubah terus baik jam maupun tempatnya sempat membuat saya dan mama agak kesal. Ya papa juga sih.. Kalau Rafa mah asyik - asyik aja dia, as long ada mobil2an dan robot plus perut kenyang, smua beres. Setelah ditunggu - tunggu akhirnya kami ketemuan di kantor teman papa, setelah makan siang dan ngobrol cukup lama kami pun pamit. Tapi teman papa saya mengajak untuk mengunjungi pantai di dekat situ, private beach katanya, wah langsung semangat dong saya. Haha.. Meski ga bawa baju ganti sama sekali dan Rafa pakai sepatu. Oh, ya plus itu jam 13.30 jadi matahari Bali lagi lucu - lucunya yaaa..



Ternyata private beachnya ke Karma Beach sodara - sodara. Ahoiii, rejeki anak soleh nemenin papanya. Haha..


June 20, 2015

Tidur ala Rafasya si anak Bunda


Jumat, 12 Agustus 2011 Allah memberikan rezeki yang sangat tidak ternilai bagi kami sekeluarga. Seorang bayi laki - laki yang sehat dan lengkap. Sempurna menurut kami. Rafasya namanya. Selepas dibersihkan oleh suster, Rafa langsung tidur bersama saya. Malam pertama kami tidur bersama, Rafa sungguh sangat manis. Hanya terbangun dan menangis satu atau dua kali, minta digendong sambil berdiri, selanjutnya disusui dan kembali tertidur. Saya sempat deg-deg an , khawatir akan begadang setiap malam seperti yang dialami oleh ibu baru lainnya. Alhamdulillah kekhawatiran saya pupus.



Setelah hari ke 3 terbangun tengah malam dan menangis, hari - hari selanjutnya Rafa tidur mengikuti jam tidur kami. Yeayyy... Jadi nggak ada tuh cerita saya bangun setiap malam menemani bayi yang ngajak begadang. Bayi bunda memang pengertian. :D

Beberapa bulan sebelum memasuki usia MPASI , 3 bulan ke atas lebih tepatnya, pola tidur Rafa terlihat sedikit berbeda dari anak lainnya. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena Rafa bisa tidur dimana saja. Mari saya ceritakan lebih lanjut.

1. Rafa bisa tidur di tengah kebisingan

Ya, saat usia Rafa 3 bulan kami menghadiri resepsi pernikahan teman dekat kami di Bandung. Namanya saja teman dekat, tentunya kami berada di tempat resepsi sampai acara selesai. Kebetulan tempat duduk yang kosong hanya ada di samping speaker. Jadi kami dan teman - teman lain berbincang di dekat speaker. Karena Rafa masih terbilang bayi, jadi kami membawa stroller. Saat sudah lelah dan kenyang menyusu, Rafa saya letakkan di stroller. Ternyata, nggak lama kemudian dia tertidur. Hahaha.. Saya dan suami pun ikut heran bersama teman - teman kami yang lain.


Kalau ini tidur pulas di car seat


2. Rafa bisa tidur malam dengan lampu menyala

Jika Rafa sudah mengantuk, maka ia bisa tidur di ruangan yang terang. Mungkin baginya yang penting kalau sudah mengantuk ya tidur. Jadi sangat membantu saya jika saya belum mau tidur dan masih harus membereskan kamar atau harus menyelesaikan tulisan untuk blog misalnya. Namun tetap saja, sebaik - baiknya tidur adalah dengan lampu dimatikan sesuai sunah Nabi Muhammad ya. Silakan googling sendiri untuk manfaat tidur dalam keadaan gelap ya..

Bayi roti Sobek bunda


June 17, 2015

Bermain sambil Belajar di Kidzania Police Station bersama Cap Kakitiga Anak


Pasti sudah pada tahu ya sama Kidzania. Kali ini saya ingin membahas mengenai wahana bermain baru yang ada di Kidzania. Wahananya bernama " Kidzania Police Station ".

Buat Rafa yang akrab banget sama pak polisi, saya pikir wahana ini pasti akan menjadi wahana yang sangat ia suka. Saking sukanya dengan profesi polisi Rafa sampai punya stik merah yang suka dipakai pak polisi. Tahu kan stik merahnya?



Makanya saat diberitahu bahwa nanti Rafa bisa bermain menjadi Pak Polisi, Rafa senang sekali. Langsung deh Rafa bilang

"Nanti Rafa mau menangkap penjahat ya Bunda ..."

" Mau diborgol ah tangannya... "

Sayangnya hal itu nggak bisa terwujud. Kenapa ya kira - kira?


June 14, 2015

Itinerary Singkat di Bali

Mungkin banyak yang heran dengan judul di atas. Mana mungkin menikmati Bali dalam waktu sehari saja? Tapi hey, siapa tahu ada yang berkunjung ke Bali demi urusan pekerjaan sedari Senin hingga Jumat ditambah lembur di hari Sabtu menyebabkan waktu yang tersisa hanya hari Minggu sebelum flight malam. Kalau sudah begitu, bagaimana cara menikmati Bali selama satu hari saja? Mungkin itinerary ini bisa membantu.

Minggu, hari terakhir di Bali. 

07.00 - 08.30
Setelah bangun tidur agak siang, Anda langsung bergegas menuju Pantai Kuta. Kebetulan lokasi penginapan yang dipilih adalah di seputaran Kuta. Anda bisa jogging santai, atau sekedar menikmati berjalan di pasir Kuta yang landai. Semakin pagi Anda tiba di pantai Kuta, tentunya semakin sepi orang yang menikmati pantai ini. Jika lelah Anda bisa duduk beralaskan pasir sebelum melanjutkan jalan pagi Anda.








08.30 - 09.30
Kembali ke hotel untuk sarapan

09.30 - 10.30
Mandi dan bersiap - siap


June 6, 2015

[Restaurant Review] - Mandai Restaurant Bali

Kemarin saat ke Bali dalam rangka memberikan kejutan untuk Kakek, kami melewatkan makan siang di airport sembari menunggu pesawat. Ini adalah pertama kali saya ke Bali lagi setelah airportnya jadi. Sekarang Bandara Ngurah Rai sudah bagus dan semakin rapi, restorannya pun semakin beragam. Setelah melihat - lihat restoran yang ada akhirnya kami memutuskan untuk makan siang di Mandai Restaurant. 





Nasi Jenggo - IDR 30 K

Nasi Ayam Betutu - IDR 58 K

Nasi Bali - IDR 58 K

Berhubung sedang di Bali saya memilih untuk menyantap Nasi Jinggo. Nasi yang dibungkus daun pisang ini memiliki porsi yang pas untuk saya. Rasa serundengnya enak dengan level kepedasan yang pas. Nasi ayam betutu dan nasi bali yang dinikmati oleh papa dan mama saya juga rasanya enak. Kok bisa tahu? Tahu dongg, kan aku nyiciiipp. Haha.. Jadi kesimpulannya apa? Semuanya enaaakkkk. Yang bikin makin enak, Mandai Restaurant ini audah bersertifikasi Halal MUI. Untuk kita sebagai umat muslim, penting banget ya mengecek kehalalan makanan yang kita konsumsi. Jika meragukan lebih baik jangan dikonsumsi. Tapi di Mandai, semua halal. Alhamdulillah..

Rasa yang enak dan harga yang reasonable, tampaknya kalau besok - besok ke Bali lagi dengan flight pulang yang mepet ke jam makan siang, saya nggak akan berpikir dua kali untuk makan di Mandai Restaurant ini. 

Mandai Restaurant
Bandara I Gusti Ngurah Rai
Terminal Keberangkatan
Denpasar Bali

Pentingnya mengawali hari dengan Sarapan yang sehat

Menjadi seorang ibu dengan satu orang anak yang sudah mulai masuk Kelompok Bermain dan tidak memiliki ART, pagi hari bisa menjadi sangat sibuk. Setelah bangun subuh langsung menenggak air lemon dilanjut memutar cucian dan merendam beberapa baju, turun ke bawah saya langsung menyapu ruang tamu dan ruang makan. Mengepel? Nanti dulu... Menyiapkan sarapan jauh lebih penting. Pada hari kerja kami sekeluarga sudah konsisten untuk sarapan buah. Sebetulnya dalam rangka niatan Food Combining juga sih. Tapi masih sebatas sarapan. Haha..




Untuk hari kerja sarapan buah sangat menolong saya untuk menyiapkan sarapan dalam waktu singkat. Dengan buah, tinggal kupas dan potong saja. Untuk saya dan suami, setelah minum jus atau buah potong semangkuk di pagi hari, kami tinggal membawa buah siap makan untuk mengganjal rasa lapar sebelum makan siang. Biasanya buah itu kami santap pada pukul 10 pagi. 

Tapi lain halnya dengan Rafasya, saya harus menyiapkan menu brunch untuknya. Dengan sifat buah yang mudah dicerna tentunya jam 9 - 10 pagi Ia akan mulai merasa lapar. Kalau sudah begitu, berarti waktu menyiapkannya adalah setelah saya mengepel rumah atau pagi hari jika ia sekolah. Berpacu dengan waktu kan yaaa namanya.. Jadi saya perlu makanan yang cepat. Favorit Rafa adalah roti dan kebab. Kalau roti sih biasanya standar aja. Cuma dioles mentega dan ditaburi meises plus keju. Kebab juga simple sih cuma manggang roti pita pakai hepikol, kasi daun selada dan tomat ceri, potongan daging ayam atau klo kepepet pake nugget trus kasi mayonaise dan saos tomat plus taburan keju. Jadi deh..




Roti dan kebab yang saya sajikan biasanya saya tambahkan parutan Keju Kraft atau 1 slice keju. Selain untuk menambah asupan zat besi dari keju juga karena Rafa menyukai sedikit rasa keju. Simpel dan enak. Untuk hari libur kami terkadang suka Cheating dari sarapan buah. Bolehlah sekali - kali menyantap roti isi meises dan keju atau kebab isi selada - nugget - keju sebagai menu sarapan. Hihi..

Seperti yang kita tahu, sarapan adalah waktu makan yang tidak boleh dilewatkan. Saat menghadiri community Gathering bersama Kraft beberapa waktu yang lalu, saya berkenalan dengan Lethargy Syndrome.


Apa itu Lethargy Syndrome? Lethargy Syndrome adalah keadaan dimana anak merasa todak bertenaga, lemas, lesu, mengantuk atau letih.Hal ini bisa terjadi karena si anak melewatkan sarapan atau mungkin mendapatkan sarapan yang kurang bergizi. Waaaa... Semoga nggak terjadi pada buah hati kita yaa.. 



Pada acara Community Gathering itu selain diberitahukan tentang pentingnya sarapan oleh mbak Donna Agnesia, undangan yang hadir juga mendapatkan resep praktis untuk keluarga dari Chef Norman  . Salah satu resepnya adalah mashed potato. Cocok , saya suka banget sama mashed potato tuh.. 

Nah kan, jadi sarapan itu penting terutama dengan asupan makanan yang sehat. Makanan sehat akan menjadikan pagi yang sehat dan tentunya hari yang hebat. Kalau sudah bikin sarapan dengan menggunakan keju kraft jangan lupa untuk ikutan #BOTD with Kraft ya. Sila dicek disini.

So, never skip your breakfast!!


June 5, 2015

[Semi School Review] - Berkenalan dengan Gen Cerdik

Dulu, saat kami masih tinggal di rusunami, ruangan yang luas menjadi salah satu kendala Rafa untuk bermain bola dan sepeda. Biasanya setiap pagi setelah sarapan dan sore hari setelah bangun tidur siang,  kami akan turun untuk main di playground yang memang sudah disediakan.




Namun seiring berjalannya waktu, umur Rafa makin bertambah. Saat ia sudah berusia 2,5 tahun main ke taman dan playground saja tidak cukup. Selain karena jam tidur anak yang mulai berbeda, jadi Rafa mulai jarang bertemu temannya juga karena Rafa sudah membutuhkan aktivitas lain. Saya mencoba mengakali dengan membuatkan mainan DIY ala bunda Rafa.



Berjalan cukup sukses. Rafa menyukai bermain di rumah bersama bundanya dan barang bekas. : p iya, saya suka mengumpulkan kardus, kertas, toilet Paper rol dan beragam kotak lainnya. Lumayan loh, untuk be bikinan mainan. 

OK, aktivitas bermain sudah terpenuhi tapi bagaimana dengan kemampuan bersosialisasi Rafa. Tentunya bermain sendiri atau hanya dengan bundanya tidak akan mencukupi kan. Oleh karena itu saya memasukkan Rafa ke TPQ di Masjid kawasan rusunami. Alhamdulillah menghafal Al Qur'an nya dapat sosialisasinya juga dapat. Sayangnya waktu mengaji yang 1,5 jam diakhiri adzan maghrib membuat Rafa masih merasa kurang untuk bermain dengan teman - temannya.

Kembali saya galau. Jadi ibu itu banyak galaunya deh, yang belum punya anak, Ntar deh tunggu waktunya. Hihi.. Kenapa galau? Karena untuk bersosialisasi plus beraktivitas main dan belajar opsi yang paling mudah adalah memasukkan Rafa ke sekolah. Saya kok belum tega ya untuk memasukkan Rafa ke sekolah. Masih terlalu kecil Rasanya. 

Pucuk dicinta ulam pun tiba.