February 28, 2016

Jualan Bantal Menyusui, Kenapa Tidak?

Memiliki buah hati merupakan impian pasangan suami istri. Kehadiran anak memang akan melengkapi kebahagiaan rumah tangga. Pasangan suami istri akan rela melakukan apapun untuk bisa segera mendapat momongan. Oleh karena itu saya dan suami sangat bersyukur sudah diberikan titipan seorang anak laki - laki berusia 4,5 tahun, Tamasya. Anak adalah titipan Tuhan yang harus di jaga. Agar bayi semakin ceria dan sehat, berbagai perlengkapan pun dibeli, termasuk bantal menyusui. Peralatan bayi sekarang sangat mudah di dapatkan, mulai dari pasar terdekat, toko-toko, supermarket, sampai mall besar. Banyak tempat yang jual bantal menyusui , kasur bayi, keranjang bayi, pakaian bayi, sampai mainan bayi.

Bantal menyusui adalah desain perubahan dari bantal tidur biasa. Bantal ini memiliki pola O atau U. Bantal unik ini biasa digunakan oleh ibu saat menyusui bayinya. Bantal ini adalah salah satu must have item yang banyak diminati. Dengan keahlian menjahit yang baik, membuat bantal menyusui sendiri di rumah bukanlah hal yang sulit.

Sumber dari sini 


February 26, 2016

Masakan Mama yang Juara

Musim hujan seperti ini cocok banget untuk makanan yang berkuah. Disantap hangat, dengan kuah yang sedap dan sedikit sambel wuih... Pasti akan membuat kita bergeser ke mangkuk selanjutnya. Dan dari semua makanan yang ada, tentunya kalian akan setuju jika saya mengatakan bahwa makanan yang paling enak adalah masakan buatan Ibu kita sendiri. Ya kan..

Kali ini saya ingin menceritakan tentang mi rebus Medan yang dibuat oleh Mama saya. Biasanya, Mama membuat ini saat ada acara seperti arisan atau acara keluarga. Sebetulnya saya nggak terlalu tahu persis tentang bumbu - bumbunya. Karena malma juga menggunakan bumbu dasar yang dikirim langsung dari Medan untuk kuahnya.




Bahan - bahan yang bisa saya ingat hanya udang dengan kulit, tepung maizena, bumbu kuah, mie basah kuning, kentang, telur rebus, tahu, tauge, daun bawang, daun seledri, bawang goreng, kerupuk merah, emping dan sambal juga jeruk nipis.




Yang pasti menyantap mi rebus ini bisa membuat saya lupa akan timbangan. Asli. Minimal 2 mangkuk sekali makan. Eh tapi sepertinya semua masakan mama akan membuat saya nambah deh. Ini hanya salah satunya. Hihi.. Bagaimana dengan kalian?

February 17, 2016

Pengalaman Pertama Demam Pada Anak

Holaa...
Mau cerita nih, tentang pengalaman pertama demam pada anak yang sampai harus berkunjung ke dokter.  Jadi sekitar 3 minggu yang lalu Rafasya demam naik turun selama 3 hari. Namun setelah ke dsa dan cek darah tidak ada yang aneh, jadi tidak diberi obat. Malah sepulang dari dokter demamnya hilang. Namun 1 minggu yang lalu Rafa kembali demam disertai batuk pilek. Biasanya kalau Rafa batuk pilek plus demam hanya saya berikan Sanmol saja. Obat yang selalu ada di kotak obat saya. Namun setelah hari kedua diberikan Sanmol kok demamnya nggak juga hilang. Kalau yang udah - udah , 2 - 3 kali pemberian penurun panas demamnya sudah kabur hanya tinggal batpilnya. Kalau batpilnya sih memang sejak lepas ASI nggak pernah saya kasih obat. Dibiarkan saja sampai akhirnya hilang, paling dilawan dengan berjemur dan minum air lemon hangat lebih sering selain minum madu. 

Namun kali ini, kok semua Home Treatment tadi ditambah obat penurun panas nggak berhasil juga. Jadi kalau pun turun demamnya, nanti akan naik lagi. Jadi selama 3 hari itu demamnya terkontrol dengan obat. Karena khawatir dengan banyaknya penyakit yang sedang muncul, maka saya memutuskan untuk membawanya ke dokter. Saat diperiksa di dokter anak di BIC, ternyata demamnya sampai 39,8 jadi langsung diberikan proris lewat (maaf) bokong. Karena nggak ada gejala yang menunjukkan gejala demam berdarah seperti bercak merah, sakit di ulu hati atau gejala Tipes seperti mual, muntah dan diare maka Rafa hanya diberikan obat batpil saja tanpa antibiotik.

February 14, 2016

Contekan Agar Anak Mudah Bercerita

Situasi : di dalam mobil saat saya menjemput Rafa pulang sekolah

Assalamu'alaikum anak sholeh. Gimana tadi belajarnya di sekolah Raf?
Belajar? Orang Rafa bermain kok.
Oh, iya ya bermain. Bunda lupa.. Main apa aja tadi ?
Ya main - main banyaklah..
Ya main apa misalnya?
Kan Bunda udah tau di sekolah Rafa ada mainan apa aja. Makanya kalau besok Bunda mau tau Rafa main apa aja, Bunda ikut masuk dong ke kelas Rafa.
Dang!!

Gagal deh usaha saya untuk memancing Rafa bercerita tentang kegiatannya di sekolah. Percakapan di atas adalah percakapan asli lho. Asli dengan anak yang baru berumur 4,5 tahun. Masih balita aja sudah harus dipancing untuk bercerita, bagaimana nanti kalau sudah ABG ya? Harus bagaimana ya supaya anak mau bercerita tanpa merasa dipaksa?


February 12, 2016

Osteoporosis Menghantui.. Apa yang harus dilakukan?

Serius.
Ini nggak bohong.
Saya dihantui oleh osteoporosis. Apa dong yang harus saya lakukan ? 

Jadi ceritanya akhir Januari kemarin saya menghadiri #TUmLuncheon yang diadakan di Comma Id, Jakarta Selatan. Acara ini diawali dengan yoga bersama instruktur yoga, Mbak Lusi. Selesai yoga, foto bareng dong ya dengan nuansa pinky..



Setelah urban mama selesai yoga, saya mencoba untuk mengetes kepadatan tulang pada booth yang ada. Kalau tidak salah, sekitar tahun lalu saya pernah melakukan cek kepadatan tulang namun hasilnya kurang baik. Geernya saya, tahun ini saya sudah melakukan gaya hidup yang (cukup) sehat. Olahraga minimal 2 kali seminggu, aerobik dan aquarobic. Kalau ingat dan nggak malas saya juga jalan di treadmill. Makanan juga (menurut saya) sudah (cukup) sehat. Jadi semakin penasaran kan dengan kepadatan tulang saya saat ini.

February 11, 2016

Cukup Satu Tetes, Kuman pun Hilang

Memiliki anak laki - laki berusia 4,5 tahun membuat saya super akrab dengan yang namanya kotor. Pulang sekolah dengan seragam yang ditutupi tanah merah plus bau keringat bercampur bau matahari menjadi makanan yang hampir setiap hari saya temui. Bagaimana tidak? Rafasya, si anak bujang bunda ini memang nggak bisa diam. Kalau pergi ke Mall dan lihat playground pasti langsung ingin main. Bukan main yang biasa lho, tapi ala Rafa. Misalnya naik ayunan sambil berdiri atau main perosotan sambil tiduran. Hehe.. Rafa memang suka berlarian dan nggak ragu main kotor - kotoran. Insya Allah itu tanda anak sehat ya karena tetap aktif.

Karena kebiasaannya yang nggak bisa diam itu menjadikan Rafa hampir selalu berkeringat dan memiliki tangan yang kotor. Maka sudah jadi kewajiban bagi Rafa dan kami sekeluarga, untuk selalu mencuci tangan. Bahkan jika kami pulang malam dari Mall atau rumah saudara dan Rafa sempat berkeringat saat pergi, hukumnya wajib untuk mandi. Hal ini sudah saya biasakan sejak Rafa bayi. Jadi saya nggak mengenal yang namanya mengelap anak. Sejauh ini paling malam Rafa mandi adalah jam 11 malam, dengan air dingin. Hehe.. 



Karena sudah terbiasa untuk mandi setelah berkegiatan atau kotor, sekarang saya nggak perlu lagi untuk mengingatkannya. Rafa sudah otomatis minta mandi saat merasa keringatan atau setelah main kotor - kotoran. Biasanya sambil mandi Rafa akan membawa satu buah mainannya, bisa mobil - mobilan atau mainan lain yang ia suka. Saat disabuni, Rafa akan mengambil sebagian busa dan memindahkannya ke mainan yang ia bawa. Jadi mainannya sekalian mandi deh. Sekarang waktu mandi Rafa menjadi semakin menyenangkan. 


Kemasan yang cantik

Kenapa? Karena ada Lifebuoy Clinishield 10. Untuk memakai produk terbaru dari Lifebuoy ini,kita hanya perlu satu tetes untuk seluruh badan. Busa yang dihasilkan juga banyak. Selain irit dan menghasilkan busa yang berlimpah, Lifebuoy Clinishield 10 ini juga mampu memberikan perlindungan dari kuman 10 x lebih baik. Kemasannya yang berbentuk tube juga menjadikan shower gel ini mudah digenggam dan gampang diselipkan di tas. Jadi Anda punya anak yang hampir selalu berkeringat dan kotor? Berikan saja satu tetes Lifebuoy Clinishield 10 saat mandi, kuman langsung pada ngacir. Tentunya diimbangi dengan istirahat yang cukup dan makan makanan yang sehat ya..


Cuma seujung jari Rafa nih


#siap - siap Rafa bawa seember mainan di waktu mandi :D

February 8, 2016

Martabak Kekinian (untuk saya..)

Martabak.
Jenis makanan yang satu ini tampaknya memiliki banyak penggemar. Mau martabak manis atau martabak telur, keduanya sama - sama menggoda. Biasanya saat di rumah orang tua, saya biasa membeli satu kotak martabak manis dan satu kotak martabak telur. Selain karena jumlah orang yang banyak, juga karena keduanya sama - sama disukai. Kalau di rumah saya mah jarang beli martabak. Karena bahaya, bisa - bisa saya yang menghabiskan sisa martabaknya. Haha..

Karena penghuni rumah yang hanya 3 orang, maka martabak jarang sekali ditemui di rumah saya. Martabak ini termasuk dalam kategori makanan #nggaksehattapienak buat saya. Coba saja hitung bahan baku yang digunakan untuk membuat martabak manis. Telur, tepung terigu dan mentega sudah harga mati. Belum lagi isiannya ada taburan gula pasir, taburan cokelat meises, taburan keju Cheddar, taburan kacang tanah dan beraneka ragam taburan martabak lainnya. Semuanya itu isinya hanya kalori kan?
Tapi kenikmatan saat menyantap martabak manis yang baru matang itu bener - bener deh. Bener - bener bikin pengen nyomot satu lagi. 


February 2, 2016

Adakah "Berbagi Sehat" pada Gadget Ayah Bunda?


28 Januari 2015 kemarin, saya menghadiri peluncuran aplikasi "Berbagi Sehat" yang diprakarsai oleh Lifebuoy di Goods Diner SCBD. Dalam membuat aplikasi ini Lifebuoy bekerja sama dengan klikdokter.com. Jadi insya Allah semua informasi yang ada di aplikasi berbagi sehat ini terpercaya dan bisa diandalkan. Karena tim klikdokter.com mengolah dan mencari informasinya melalui jurnal kesehatan, buku kesehatan dan juga dari kejadian langsung.