June 3, 2016

Belajar (lagi) tentang Kulit Bayi yang Sensitif

Insya Allah saat ini saya sedang mengandung, usia kehamilan saya 5 bulan. Anak pertama saya, Rafasya si anak bujang akan berusia 5 tahun saat adiknya lahir nanti. Tentunya dengan jarak yang lumayan, 5 tahun, membuat saya mulai banyak membaca tentang menyambut kehadiran seorang bayi. Sudah memiliki 1 orang anak, tidak berarti saya berhenti belajar tentang bayi yang akan segera hadir bukan? Belum lagi dengan semakin banyaknya informasi terbaru tentang merawat bayi. Semangat ingin belajar inilah yang membuat saya rela berangkat pagi - pagi meski sedang menginap di rumah orangtua Sabtu kemarin. Lumayan jauh soalnya, hihi.. Acara yang saya datangi bersama si anak bujang bertempat di Igor's Pastry di daerah Kebayoran Baru.


Lihat kan tema talkshownya? " Cara Tepat Merawat Kulit Sensitif Pada Si Kecil ", peluang nih untuk saya bisa merefresh ingatan di masa lalu. Plus ada sesi "Train with Baby Workshop", wah bisa langsung langsing nih nanti setelah melahirkan. Ngarep banget ya saya. Maklum, pipi sudah makin tembem nih.



Saat saya tiba pukul 10, ruangan sudah ramai dengan peserta Talkshow yang terdiri dari Moms, Dads dan juga si kecil pembaca setia majalah Mother & Baby. Saya langsung menuju photobooth dan melihat area bermain anak. Iya, Mother & Baby bersama Lactacyd menyediakan ruangan mewarnai dan bermain blok plastik untuk anak - anak yang hadir. Tujuannya tentu saja agar Moms and Dads yang hadir bisa menyimak talkshow sementara anak - anak bisa bermain. Senangnya bisa membawa anak sembari mencari ilmu. Rafasya pun langsung duduk di ruangan bermain, sementara saya mencari kursi kosong untuk mengikuti talkshow.




Talkshow


Nggak lama setelah saya menemukan kursi kosong, talkshow yang dipandu oleh MC cantik Cisca Becker pun dimulai. Narasumber yang pertama adalah dr. Liem Hui Ling yang akrab disapa dr. Ling. dr. Ling mengatakan bahwa kulit bayi itu lebih sensitif jika dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh pH yang berbeda. Selain itu ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kulit bayi menjadi sensitif, antara lain : 
1. Baju yang dikenakan oleh bayi
2. Popok
3. Air Susu Ibu
4. Keturunan
5. Sabun yang dipakai
6. Cuaca, dan lain - lain

Selain itu, suhu air mandi yang digunakan oleh si kecil juga harus dijaga. Jangan terlalu panas atau terlalu dingin. Pengalaman saya dulu saat Rafasya bayi, kalau tidak salah Rafasya mandi dengan menggunakan air hangat mulai dari lahir sampai sekitar 5 bulan. Setelahnya cukup air kran saja, berhubung waktu itu saya tinggal di apartemen jadi air keran di atas jam 7 sudah tidak dingin. Namun kondisi ini tentunya berbeda - beda pada setiap bayi ya. 

Selain dr.Ling ada pula Tara Amelz yang dikenal sebagai selebgram lewat akun Instagramnya di @mamaofsnow yang bergabung menjadi narasumber pada talkshow ini. Ibu dari Snow ini mengungkapkan bahwa Snow termasuk anak yang aktif dan akhirnya akan berkeringat saat banyak bergerak. Jadi kalau sedang banyak bergerak, Snow bisa mandi lebih dari 2 kali sehari. Karena lebih sering mandi, Tara jadi lebih berhati - hati dalam memilih sabun mandi. 

Wah, sama banget nih dengan Rafasya. Kalau Rafasya sih karena memang umurnya sudah masuk kategori toddler dan kebetulan memang anaknya super aktif alias nggak bisa diam. Jadi ia mudah sekali berkeringat. Dalam 1 hari bisa lho, anak laki - laki saya ini mandi sampai 4 kali. Kapan saja tuh mandinya? Pagi sebelum berangkat sekolah, pulang sekolah sudah mandi keringat jadi sampai rumah ngadem sebentar trus mandi, sore hari saat selesai bermain di luar dan sekali lagi saat mau tidur karena meski main di dalam rumah tetap saja berkeringat. Totalnya bisa 4 kali deh dalam 1 hari. 

Kembali ke tema talkshow, ternyata faktor keturunan memegang porsi yang cukup besar untuk menentukan apakah si anak akan memiliki masalah alergi atau tidak. Misalnya saja sang ayah memiliki alergi pada kulit dan ternyata sang ibu juga memiliki alergi pada kulit dengan jenis yang berbeda. Ayah dan ibu ini akan menurunkan alergi mereka pada sang buah hati. Tentunya penanganan yang lebih intensif diperlukan pada kasus seperti ini. Nggak jarang, penggunaan sabun mandi yang kurang tepat akan menyebabkan buah hati kita, entah diturunkan alergi atau tidak, mengalami masalah dengan kulitnya. 

Untuk itulah Lactacyd Baby hadir. Lactacyd Baby memiliki pH 3 - 4, tingkatan pH ini akan membuat kulit bayi tetap terjaga keseimbangannya dan tidak rentan terhadap iritasi. Sabun untuk bayi dan anak ini, terbuat dari Lactic Acid dan Lactoserum dari ekstrak susu yang terbukti membantu mencegah pertumbuhan bakteri jahat. Info lebih lanjut bisa dilihat di FanPage Lactacyd Baby ya.



Susu? Wah, anak saya alergi susu nih. Nggak bisa dong ya pakai Lactacyd Baby ? 

Tenang Moms and Dads semua. Alergi susu atau yang biasa disebut Lactose Intolerance adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak bisa mencerna laktosa. Laktosa ini biasanya ditemukan pada dairy Product seperti susu dan yoghurt. Jadi intinya Lactose Intolerance adalah kondisi yang berlangsung pada sistem pencernaan. Sementara Lactacyd Baby adalah sabun pembersih yang dipakai pada kulit. Insya Allah tidak akan menimbulkan masalah karena tidak masuk ke dalam sistem pencernaan. Mengenai penggunaan Lactacyd Baby ini sangat mudah, untuk penggunaan sehari - hari cukup campurkan 3 - 4 sendok ke dalam air mandi. Namun untuk perawatan iritasi atau alergi, Lactacyd Baby bisa dioleskan langsung pada area yang terkena. Praktis ya, 1 produk untuk 2 kegunaan yang berbeda.

Sekarang saya mau bercerita sedikit nih tentang pengalaman saya dengan Lactacyd Baby. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, Rafasya itu termasuk anak yang aktif dan selalu berkeringat. Terkadang jika ia sedang menolak untuk mandi sehabis bermain, kepala dan punggungnya akan muncul bentol - bentol kecil kemerahan seperti biang keringat kalau kata orang tua. Biasanya setelah mandi, biang keringat ini akan hilang dengan sendirinya. Namun, beberapa hari yang lalu keadaannya berbeda. Saat selesai mandi sore, saya melihat ada biang keringat di kepala dan punggung Rafa. Karena sudah biasa, saya pikir besok juga akan hilang. 
Bintik kemerahan di kening dan punggung

Ternyata keesokan harinya saat akan mandi pagi biang keringatnya masih ada. Kemudian saya teringat akan sabun cair Lactacyd Baby. Meski pada kemasannya tertulis untuk bayi namun nggak ada salahnya untuk dicoba pada Rafasya, kan? Selama ini Rafasya belum pernah mengalami masalah dengan kulitnya. Saya juga sudah membiasakan Rafasya untuk selalu mandi setiap pulang dari beraktivitas. Kebiasaan ini sudah saya mulai sejak Rafa bisa berjalan sekitar berumur 1 tahun, mengingat kecenderungan si anak bujang yang mudah berkeringat. Yang paling ekstrim, saya pernah memandikan Rafasya jam 11 malam dengan air keran saat ia berumur 2 tahunan kalau tidak salah. :D Yang menyenangkan adalah sekarang Rafasya terbiasa dengan sensasi segar yang didapatkan setelah peluh keringat dihapus oleh sabun dan air dingin. Makanya saya agak heran melihat kemunculan biang keringat pada beberapa bagian tubuh Rafa. Tumben banget.


Setelah membaca instruksi pada kemasannya, saya pun menampung air di ember dan mencampurkan Lactacyd Baby ke dalamnya. Kemudian sesi mandi selanjutnya saya menggunakan Lactacyd Baby sebagai sabun mandi.

Setelah 2 x mandi, di sore hari dan sebelum tidur ternyata biang keringatnya masih ada meski sudah agak berkurang. Karena penasaran, saat Rafa tidur di malam harinya saya mengoleskan Lactacyd Baby ke biang keringat di kepalanya. Bagian punggungnya masih saya biarkan, karena tujuannya hanya mencoba dulu. Alhamdulillah, pagi harinya biang keringatnya sudah hilang. Jadi Rafasya nggak mengeluh gatal lagi di kepala dan punggungnya. Dari pengalaman saya ini, saya bisa menambahkan bahwa pada balita masalah kulit seperti biang keringat bisa terjadi akibat keringat yang tidak langsung dibersihkan. Solusi dari masalah itu pada kondisi Rafasya bisa diselesaikan dengan Lactacyd Baby.



Train with Baby Workshop 

Sesi selanjutnya membuat saya lebih semangat lagi. Sesi ini adalah Talkshow sekaligus demo tentang Train with Baby bersama Adianti Reksoprojo, seorang Founder dan Trainer di @fitmumandbub . Mbak Anti ini berkata bahwa ada banyak sekali posisi tubuh saat beraktivitas yang dilakukan secara tidak tepat, terutama oleh seorang ibu. Nah lho. Misalnya saja posisi  saat mengangkat bayi, menggendong, menyusui bahkan posisi duduk. Ternyata dengan posisi tubuh yang benar, kita bisa lho mengangkat beban yang jauh lebih berat dari berat badan kita sendiri. Setelah selesai bercerita, Mbak Anti mengajak Moms yang hadir untuk mencoba beberapa gerakan yang busa dilakukan dengan buah hati kita. Inspiring banget, jadi kita bisa tetap dekat dengan buah hati sekaligus membakar beberapa kalori.

Ah, senangnya bisa hadir di acara yang membawa ilmu baru yang bisa diaplikasikan untuk diri saya sendiri dan keluarga. Selain membawa ilmu baru peserta Talkshow yang hadir juga membawa gudibek berisi produk Lactacyd Baby dan majalah. Bisa untuk stok Rafasya dan mungkin adiknya nanti. Terima kasih Lactacyd Baby dan Mother & Baby sudah mengundang saya dan Rafasya.

11 comments:

  1. Wah cocok ya pake Lactacyd baby, aku coba juga ah ke anakku. Kadang2 suka muncul biang keringat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kmrn nyoba eh tnyata bneran hilang mbak. Alhamdulillah bs dpakai smp usia toddler inih..

      Delete
  2. Buat nambah pengetahuan persiapan baby yang berikutnya ya, Yu. Produk Lactacyd memang terkenal bagus dari dulu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, krn alhamdulillah Rafa ga ada masalah kulit. Tp ilmu mah kan dmana2 ya, jd kudu belajar terus. Hihi.. dan Lactacyd wanginya bner2 ky sabun bayi. Ga ky sabun obat gtu.

      Delete
  3. Ciee bumil uda persiapan :D. tapi bener sih ya ini sabun yg sempat dianjurin jg sama DSA nya Aira waktu kecil badannya merah2 krn biang keringat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaakk... belajar lagi sayah. Wah, recommended by bbrp dsa ya Mi si Lactacyd ini. Kmrn MCnya, Cisca Becker jg blg gtu soalnya.

      Delete
  4. Naya alhamdulillah kulitnya ngga pernah bermasalah si, tapi dicateeet kalo one day ada apa2 soal kulit sensitif. Eh btw mamanya ni yang suka sensi kulitnya, bisa ngga ya mba? hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, biar ada referensi ya kan. Coba aja mama Maya, mana tau cucok. :D

      Delete
    2. Iyes mau coba di watson keknya lagi diskon, hahaha. *modis*

      Delete
  5. Alhamdulillah Rafa mau punya dedek, selamat yaaa...persiapannya sudah matang dengan menimba ilmu di Lactacyd event ya

    ReplyDelete
  6. sehat2 trs ya buat mama dan kakak Rafa, berkat Lactacyd kulit Rafa jd bebas iritasi ya..

    ReplyDelete