July 29, 2016

Jalan - Jalan ke De Ranch Lembang, Bandung

Saat libur Lebaran kemarin hampir selesai dan cuti ayah masih ada, langsung dong kami pengen jalan - jalan. Tebak mau jalan - jalan kemana? Yak benar. Ke Bandung (lagi dan lagi). Haha.. Karena memang  masih banyak banget objek wisata di Bandung yang belum kami kunjungi. Selain jarak yang nggak terlalu jauh, bumil dan pakmil juga nggak perlu hitung - hitungan ongkos pesawat terbang. Ya siapa juga yang mau mbayarin kann.. :D

Saat bikin tujuan mau kemana saja selain berkunjung ke rumah saudara, saya mengajukan daerah Lembang yang memang belum pernah kami datangi sekeluarga. Well, saya dan Rafasya sudah pernah berkunjung ke Lembang beberapa kali tapi dengan kakek nenek Rafasya. Ayah juga sudah pernah ke Lembang untuk acara kantor. Jadi langsung deh tempat wisata di Lembang menjadi tujuan kami kali ini. 

July 22, 2016

Trimester Pertama

Sebelum bercerita lebih lanjut tentang pengalaman saya di trimester pertama ini, sebelumnya yuk sama - sama kita samakan pengetahuan mengenai kapan sih sebenarnya trimester pertama, kedua dan ketiga itu dimulai.

Trimester pertama dimulai sejak terjadinya pembuahan sampai minggu ke 12 kehamilan.
Trimester kedua dimulai sejak minggu ke 13 kehamilan sampai minggu ke 27 kehamilan.
Trimester ketiga dimulai sejak minggu ke 28 kehamilan sampai melahirkan.

Kurang lebih ya per 3 bulan ya, makanya dinamakan trimester. Jadi seharusnya postingan ini dibuat saat awal - awal kehamilan saya, namun karena saya harus bedrest jadi postingan ini baru muncul sekarang. 

Jadi apa saja yang saya rasakan saat melewati trimester pertama dalam kehamilan calon anak kedua ini?

Banyak. Malah boleh dibilang saya lebih merasa hamil saat ini dibandingkan dengan masa kehamilan Rafasya dulu. Haha.. Di kehamilan saat ini selain saya harus bedrest, saya juga nggak bisa makan nasi di trimester pertama. Akhirnya setelah konsultasi via wa dengan obgyn yang mengatakan bahwa saya boleh makan apa saja asal jangan yang asam, jadi deh semua cemilan masuk ke perut saya. Larangan untuk mengkonsumsi yang asam semata - mata karena saya ada pendarahan di dalam rahim yang dikhawatirkan kalau makan asam akan menyebabkan sakit perut dan memicu kontraksi yang akhirnya menyebabkan pendarahan makin banyak. Karena obgyn saya Alhamdulillah penganut "ibu hamil itu bukan orang sakit, jadi boleh makan apa saja asal tidak berlebihan" . :D  Tapi tetap saja kan ya, nggak enak gitu kalau nggak makan nasi. Jadi saya kalau makan nasi meski sedikit langsung mual bin enek plus kembung. Sampai muntah nggak? Beberapa kali sih iya. 

Selain itu saya juga jadi rutin ke kamar mandi. Kalau ini disebabkan oleh membesarnya rahim sebagai tempat si janin nanti. Payudara juga terasa sakit dan nyeri kalau tersenggol. Kalau mood sih saya nggak terlalu berubah. Mungkin karena saya kebanyakan hanya di tempat tidur saja karena harus bedrest, menjelang bulan ke 3 saya juga mengurangi berbagai aktivitas dan hanya di rumah saja. Oh,ya saya juga baru boleh menyetir mobil setelah kehamilan berusia 10 minggu kalau nggak salah. Jadi selama bedrest total dan istirahat Rafasya diantar kakek neneknya plus satpam cluster. Alhamdulillah saya punya support system yang oke. 

Nah, karena saya nggak bisa makan nasi, jadi roti, kentang, pasta, kue, ah segala macam makanan pokoknya diluar nasi masuk ke perut. Namun anehnya berat badan saya stabil nggak naik selama trimester pertama. Alhamdulillah janin berkembang sesuai dengan seharusnya. Antara senang dan heran sih. Kok BB saya tetap padahal cemilan lemak dan kalorinya banyak banget yang masuk. Juga karena pengalaman kenaikan berat badan hingga 19 kg saat hamil Rafasya. Yang penting kan ibu dan bayi sehat ya. Lagi pula perjalanan masih panjang, BB ibu naik bisa di trimester 2 dan 3. Next time saya cerita lagi tentang Trimester Kedua ya. Mommies di luar sana ada yang mengalami hal yang lucu dan unik saat trimester pertama? Yuk cerita - cerita..



Trimester Pertama
BB ibu : 55,2 - 56,6 - 55,9
Suplemen tambahan : duphaston (saat bedrest saja), cygest (saat bedrest saja), calplex dan vibrion

July 20, 2016

Resep : Perkedel Tahu Kornet

Sebenarnya ini postingan di instagram saya. Namun sengaja saya pindahkan disini, siapa tau ada yang cari juga. Hehe..

Si anak bujang saya Rafasya memang sudah saya biasakan untuk makan sesuai jamnya. Kalau ia belum lapar saat jam makan siang misalnya, maksimal saya akan menunda waktu makan siang adalah 1 jam. Setelah itu jika ia tetap nggak mau makan saya nggak akan memaksa. Namun saya juga nggak akan memberikan cemilan sebagai penahan lapar menjelang makan malam. Dengan begitu Rafasya akan belajar mengenal rasa lapar.



Alhamdulillah cara ini berhasil. Selama hampir 4,5 tahun Rafasya makan sejak dari MPASI Rafa sudah terbiasa makan pada waktunya. Kalau sudah waktu makan dan saya belum mengajak makan, biasanya ia akan datang ke meja makan dan membuka tudung saji.

Ada kalanya Rafa makan tidak sebanyak biasanya. Kalau begini, biasanya pertanda ia sedang nggak enak badan atau menu makanannya kurang ia sukai. Meski sebenarnya Rafasya sangat mudah dan tidak pemilih untuk hal makanan. Tetap saja saya memperhatikan menu apa yang menjadi favoritnya. Cemilan pelengkap makan seperti bakwan, tahu, tempe atau perkedel menjadi favoritnya. Kali ini saya akan berbagi resep Perkedel Tahu Kornet. Rrrrr... Bisa dibilang resep ga ya? Soalnya gampang banget. Haha..

Perkedel Tahu Kornet

1 kotak tahu putih, tahu Yun Yi lebih enak lagi
1 sachet kornet, ga sering2 bolehlah makan kornet
1 - 2 butir telur tergantung ukuran telurnya
Irisan daun bawang
Gulgarmer kalau mau di+. Saya nggak pakai lagi

Cara membuat :
Hancurkan tahu kemudian campurkan semua bahan lainnya. Bentuk dengan sendok makan, goreng di atas api sedang. Dijamin beres dimakan kapan pun apalagi saat hujan seperti sekarang dan bikin anak bujang nanya " masih ada lagi bunda?"


Mudah banget kan. Monggo dicoba di rumah. Insya Allah anak - anak suka. Kalau kornetnya diganti daging cincang pasti makin cihuy deh rasanya.

July 8, 2016

Pondok Indah Mall Presents JUMP-PIMAROUND Trampoline Park

Yang punya anak hobi lompat - lompat di tempat tidur mana suaranya?
Yang punya anak balita kalau main di playground maunya main trampoline aja coba mana aja?
Yang sudah dewasa tapi mupeng berat setiap lihat trampoline cuma untuk anak - anak coba ngacung ! 

Itu pertanyaan di atas sayah ngacung semuwah. Haha.. 

Memang ya main lompat - lompatan itu selalu menyenangkan. Selain ayunan, Rafasya dan emaknya doyan banget lompat - lompatan di trampolin. Sayangnya, di playground biasanya wahana bermain trampolinnya nggak terlalu besar. Trus kalau di trampolin ayah bundanya cuma bisa mupeng doang, nggak bisa ikutan main. Hihi.. Makanya sewaktu diajak untuk hadir di Press Conference Trampoline Park di Pondok Indah Mall, saya langsung mengiyakan.

July 7, 2016

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Halo teman - teman semua...
Pasti di hari raya ini sedang bersama keluarga dan orang - orang terdekat ya. Di suasana Lebaran yang syahdu ini izinkan kami memohon maaf atas segala kesalahan yang pernah kami lakukan baik disengaja ataupun tidak ya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H