September 16, 2016

Belajar Manajemen Laktasi demi Mendukung Suksesnya ngASI

Mendekati hari bertemunya saya dengan si adek membuat saya semakin banyak membaca tentang apa saja yang berhubungan dengan hadirnya seorang bayi. Maklum ilmu yang saya miliki usianya sudah 5 tahun yang lalu. Selain mempersiapkan barang - barang untuk si adek bayi saya juga mulai mencari info mengenai bagaimana menyusui yang baik. Alhamdulillah dulu saya berhasil memberikan ASI pada Rafasya selama 2 tahun dan menyapih dengan sukses. Niatnya, semoga Allah memudahkan, kalau bisa saya ingin memberikan ASI untuk si adek selama 2 tahun juga. Aamiin..





Tema talkshow yang diadakan oleh Mother & Baby di Kota Kasablanka kemarin sesuai sekali dengan kebutuhan saya. Bersama Rafasya saya pun hadir pada Talkshow di Restoran Sunny Side Up yang menghadirkan narasumber dr. Natia Anjarsari Widyati,Sp.A dari Brawijaya Woman & Children Hospital serta Joanna Alexandra selebriti yang sudah memiliki 3 anak dengan tubuh bak masih gadis. Langsying sekali mbaknya..



Sharing dari dr. Natia

Menurut dr. Natia , persiapan tentang menyusui sebaiknya dilakukan saat ibu sedang hamil. Jadi di saat bayi lahir ilmunya sudah dikuasai. Ada beberapa hal yang perlu diketahui berkaitan dengan kondisi bayi yang baru lahir, yaitu
1. Bayi yang baru lahir bisa bertahan hingga 3 hari tanpa makanan.
2. Hal ini dikarenakan lambung bayi yang baru lahir hanya sebesar kelereng dan bayi masih memiliki cadangan makanan
3. Bayi yang baru lahir, biasanya akan mengalami penurunan Berat Badan
4. Namun dalam waktu 14 hari seharusnya berat badan bayi sudah kembali ke berat badan sewaktu baru lahir. Jika hal ini tidak terjadi, maka perlu dilakukan observasi. Apakah ada yang salah dengan proses menyusui misalnya.

Saya masih ingat saat Rafasya baru berusia 1 hari, saya sempat ragu apakah ASI saya keluar karena Rafasya menangis terus. Namun karena sudah pernah membaca bahwa bayi bisa bertahan selama 3 hari saya tetap menyusui Rafasya, dengan keras kepala. Keyakinan hati seorang ibu dan sugesti positif berpengaruh sekali terhadap proses menyusui. Tentunya dukungan dari keluarga juga tak kalah penting. Hari kedua suster datang dan memijat payudara serta punggung saya. Alhamdulillah setelahnya payudara terasa kencang dan ASI saya sampai menetes. 

Kemarin dr. Natia menjelaskan juga mengenai cara memerah ASI yang terbagi 3 yaitu memerah dengan tangan, memerah dengan pompa manual dan memerah dengan pompa elektrik.

Saat Rafasya bayi dan saya ingin me time atau pergi dengan suami, saya juga memerah ASI saya. Terlebih dengan permintaan menyusui Rafasya yang nyari setiap saat membuat payudara saya terus memproduksi ASI. Katanya sih kalau anak laki - laki memang lebih kuat ya menyusuinya. Setidaknya itu yang terjadi pada saya. Jadi seringkali saat Rafasya tidur dan tidak menyusu, jika payudara terasa penuh saya akan memerahnya dengan pompa elektrik. Untuk saya pompa elektrik lebih praktis dan mudah. Alhamdulillah dapat kado dan cocok. :D ASIP alias ASI perahan ini akan saya simpan di kulkas dan diberikan pada Rafasya saat saya tidak ada. 

Bagaimana cara menyimpan ASIP yang baik

Wadah penyimpanan ASIP yang paling baik adalah botol kaca, namun kendalanya adalah makan tempat. Oleh karena itu banyak ibu menyusui ( busui ) yang memilih wadah plastik. Apapun wadahnya jangan lupa sisakan ruangan sekitar 2,5 cm dari pinggir wadah untuk ASI beku yang memuai. Sebaiknya ASIP tidak disimpan di pintu lemari es, karena suhunya yang tidak stabil akibat sering dibuka tutup. Penyimpanan ASIP di freezer juga sebaiknya diselipkan Blue Ice atau cool pack untuk berjaga - jaga bila listrik padam agar ASIP bisa tahan hingga 3 bulan asalkan dalam kondisi beku. Untuk di kulkas bawah ASIP bisa tahan hingga 5 hari. 

Perlu diingat juga bahwa pemberian ASI eksklusif dilakukan selama 6 bulan tanpa ada tambahan apa pun kecuali vaksin. Bahkan tidak juga untuk air putih. Jadi buibu yang mau kasi air putih ke naiknya sabar ya. Berikan juga info ini ke kakek nenek, karena kadang kakek nenek belum terus date infonya. Pokoknya 6 bulan pertama bayi, makanannya ya hanya ASI saja.

Sharing dari Joanna Alexandra

Sebagai ibu dari 3 anak dengan anak yang paling kecil yang masih berusia 11 bulan, Joanna tampaknya sudah paham betul dengan seluk beluk menyusui. Namun ternyata tidak. Pada anak pertama dan kedua Joanna yang berjenis kelamin laki - laki Joanna tidak mengalami masalah ngASIyang berarti. Masalah mulai timbul saat kelahiran anak ketiganya yang berjenis kelamin perempuan.

Ternyata anak perempuan tidak sebanyak anak laki - laki dalam hal menyusu. Joanna pun mengalami masa- masa payudara bengkak karena si anak tidak mau menyusu lagi. Konsultasi dengan ahli laktasi dan berkunjung ke rumah sakit pun akhirnya dilakukan. Alhamdulillah sekarang Joanna bisa menyusui dengan lancar. Joanna juga memerah ASI di lokasi syuting, oleh karena itu pengetahuan tentang manajemen laktasi dan cara menyimpan ASIP sangat penting untuk diketahui para ibu. 

Express and Go dari Tommee Tippee

Bicara soal memerah ASI tentunya para ibu sudah tidak asing dengan merk yang satu ini, Tommee Tippee. Kemarin Tommee Tippee hadir untuk memperkenalkan rangkaian produk Express and Go. Tommee Tippee menyadari betul bahwa setiap tetes ASI begitu berharga. Oleh karena itu Tommee Tippee menghadirkan produk yang bisa

1. Memerah secara langsung ke dalam kantung ASI yang sudah steril dengan pompa ASI apapun. Merk yang bisa digunakan adalah Tommee Tippee, Ameda, Evenflo, Medela, Phillips Avent
2. Menyimpan hingga 12 kantung ASI di dalam lemari pendingin atau pembeku dengan storage case.
3. Menghangatkan ke suhu yang sempurna menggunakan bottle and pouch warmer.
4. Menyusui dengan mudah - hanya tinggal memasang kantung ASI dengan botol tanpa repot memindahkan ASI.



Intinya kita bisa memberikan ASIP yang sudah dihangatkan tanpa perlu menuang dari kantung ASIP ke botol susu. Jadi tidak ada lagi cerita ASIP yang tumpah. Dulu kebetulan Rafasya menggunakan botol susu dari Tommee Tippee untuk mengkonsumsi ASIP. Alhamdulillah Rafasya nggak mengalami bingung puting. Untuk pemberian ASIP dengan dot dr. Natia memberikan saran sebaiknya dilakukan pada bayi yang sudah pintar menyusu dan berusia di atas 1 bulan. Selain itu jangan berikan ASIP saat si ibu ada di dekat bayi. Hal ini selain akan memberikan Bonding antara ibu dan bayi yang lebih kuat juga dapat menghindari bingung puting.

Wah... Banyak sekali ilmu yang saya dapat dari talkshow kemarin. Belajar sekaligus mengulang memori tentang ASI dan berkenalan dengan produk baru. Terima kasih Mother & Baby, Tommee Tippee, Sunny Side Up juga narasumber yang sudah menghadirkan talkshow bermanfaat.








7 comments:

  1. Thanks infonya Mbak. Manajemen laktasi nggak cuma penting untuk working mom tapi juga SAHM. Dulu juga masih harus perah-perah dan simpan ASIP supaya payudara nggak bengkak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul... krn kondisi perah memerah ASI ga hanya u working mom saja kan. smg knfonya bermanfaat ya..

      Delete
  2. Pasti deg2n sekaligus excited ya mak menunggu dede bayi lahir. Smoga sehat dan lancar smua... jmn skg kok lengkap bgt ya produk2 bayi. Lucu2 lagiiii ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Smacam br mau pny anak ptama ini. Haha. lucu2 dan ada aja printilan yg pgn dibeli. Boros dong ya malahan.

      Delete
  3. Saya waktu habis lahiran ga disusui si dedek sampai besok sorenya, jadi dia blom nenen 1,5 hari, ini juga asi saya ga keluar2 baru keluar besoknya, kuat banget si dedek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah kuat yaa smp 3 hr tanpa makanan apa pun, krn tnyata lambungnya masih imuutt.. alhamdulillah skrg lancar ngASI nya ya

      Delete
  4. Nice info banget Mbak Ayu. Kalau nanti (Insya Allah) dikasih rezeki anak sama Allah SWT, aku banyak tanya-tanya soal laktasi yaa :)

    ReplyDelete