September 26, 2016

"Creative Thinking for Creative Child" dengan Metode STEAM bersama Sampoerna Academy

Wuidihh... Judulnya mantap ya.
Tapi benar kan untuk mendidik dan mengajarkan sesuatu ke anak di masa sekarang ini perlu dilakukan dengan cara yang kreatif. Karena apa? Karena anak - anak sekarang itu nggak bisa diajarkan sesuatu seperti di nama ayah bundanya. Dulu seingat saya, masa TK dan SD saya dihabiskan di sekolah. Rasanya jarang sekali ada Field Trip dari sekolah untuk melihat dan belajar sesuatu. Ya, kalau pun ada rasanya hanya di SD dan setelah menginjak kelas 5 atau 6. Namun coba lihat perkembangan anak TK jaman sekarang. Jadwal Field Trip mereka penuh  bin padat dengan kunjungan ke beberapa tempat yang insya Allah bermanfaat demi pengetahuan mereka.  Anak SD? Wuih, jangan ditanya. Penggunaan gadgetnya bisa lebih canggih dibandingkan orang tuanya. Jadi nggak heran kan bahwa jadi orang tua di jaman sekarang ini juga dituntut harus kreatif demi mengakomodir kreativitas anak kita sendiri? Saya saja beberapa kali dibuat hampir pingsan dengan pertanyaan si anak bujang. :D Lantas apa sih metode STEAM demi menghadirkan kreativitas saat menghabiskan waktu bareng anak kita? Mari lanjutkan membacanya ya. 


Bulan lalu saya menghadiri talkshow yang membahas tentang kreativitas ini. Talkshow yang diadakan oleh Sampoerna Academy dan Joy Parenting ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Sebut saja Psikolog anak Mbak Retno Dewanti Purba yang sudah sering terdengar namanya juga Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Bapak Triawan Munaf, serta Kepala Sekolah Sampoerna Academy Mbak Yannik Herawati. 


Di acara Talkshow ini undangan diperbolehkan mengajak 1 orang anak. Anak - anak bisa bermain Lego atau membuat kerajinan tangan selama orang tuanya mengikuti Talkshow. Sayang sekali Rafasya nggak bisa ikutan hadir karena baru saja keluar dari rumah sakit. Padahal Lego adalah permainan favoritnya, di rumah sakit dengan tangan dipasangi infus saja ia tetap berusaha bermain Lego. Hihi..


Talkshow dibuka dengan penjelasan mengenai Joy Parenting. Joy Parenting adalah gerakan sosial yang mengajak para orangtua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi dengan pola hidup sehat, banyak mimpi, punya empati dan berbudi pekerti yang baik. Nah, siapa coba yang nggak pengen anaknya seperti itu? Idaman banget yaa.. Semua itu bisa dicapai dengan lebih berperan aktif dan terlibat dalam perkembangan anak juga memberikannya pendidikan yang berkualitas. 

Menurut Bapak Triawan Munaf, yup beliau ini ayahnya Sherina, saat ini kreativitas generasi muda sangat diperlukan agar dapat bersaing dan memajukan industri kreatif Indonesia. 



"Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya pintar, namun inovatif dan mampu secara kreatif memecahkan masalah, mengambil keputusan serta berfikir kritis" 

- Triawan Munaf, Kepala BEKRAF Indonesia -

Oleh karena itu,orang tua harus menyadari selain pintar bahwa anak perlu dipancing untuk menjadi kreatif. Cara memancing kreativitas anak bisa dilakukan dengan menambahkan seni (Art) pada pengetahuan (Science) anak sejak dini. Contoh tokoh terkenal yang pintar dan juga kreatif adalah Steve Jobs dan Einstein. Einstein mempelajari piano sejak ia kecil. Sementara Steve Jobs ternyata belajar kaligrafi.

Steve Jobs diterima di perguruan tinggi Reed College. Perlu diketahui bahwa Reed College memiliki kelas kaligrafi yang terbaik diseluruh kampus USA waktu itu. Steve Jobs sangat menyukai belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Bagi Steve semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Sebenarnya Steve juga tidak tahu apakah ilmu kaligrafi ini bermanfaat untuknya nanti. Namun hal itu terjawab sepuluh tahun berikutnya dimana saat ia mendesain PC Macintosh atau Mac, ilmu kaligrafi sangat berguna. Mac didesain memiliki tipografi yang cantik dimana itu adalah sejarah pertama komputer memiliki tipografi cantik. Seandainya saat itu ia tidak mengambil kelas kaligrafi dan langsung hengkang dari kampus saat memutuskan DO mungkin Mac tidak memiliki huruf dengan bentuk-bentuk yang indah. Dan itu juga telah dijiplak oleh Windows. “Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah,” kata Steve.
Artikel seutuhnya bisa dibaca disini.

Bahkan menurut bapak Triawan Munaf, penelitian membuktikan bahwa orang - orang yang sukses itu 8x lebih banyak terpapar seni dibandingkan dengan yang tidak terpapar seni sama sekali. Seni itu juga tidak selalu piano dan menyanyi. Kaligrafi, melukis, menggambar juga mewarnai adalah bentuk - bentuk seni yang bisa memancing kreativitas anak. 


Mbak Retno Dewanti Purba, S.Psi mengatakan bahwa kreativitas tidak terbatas pada kemampuan di bidang seni, namun juga berhubungan dengan penguasaan di bidang sains (Science) , matematika (Math),  serta kecerdasan sosial dan emosional. Jadi ada banyak bentuk kreativitas anak. Yang perlu diingat oleh kita para orang tua adalah

Kreativitas itu artinya menciptakan sesuatu yang baru dalam hal apa pun, di dalam dunia anak. Selain itu kreativitas tidak selalu dalam bentuk yang bisa dinikmati, pertanyaan anak juga merupakan bentuk kreativitas. 

- Retno Dewanti Purba, S.Psi - 



Gambar di atas menunjukkan bahwa ada 7 cara yang menyenangkan untuk memancing kreativitas anak. Kreativitas membutuhkan imajinasi dan aspirasi pada anak, selain itu perlu disiplin untuk memacu kemampuan, pengetahuan dan kontrol diri. Metode pendidikan yang diberikan oleh orang tua juga sebaiknya sejalan. Dengan memilih sekolah yang berkualitas tinggi dan merangsang cara berfikir kreatif. Karena sudah bisa dipastikan bahwa sekolah yang memiliki guru dengan metode mengajar 1 arah saja sudah tidak bisa diterapkan lagi. 

Metode pendidikan yang lebih mengutamakan proses dibandingkan hasil ini bisa kita temui pada Sampoerna Academy. Di bawah naungan Sampoerna School System - sebuah sistem edukasi terintegrasi pertama di Indonesia yang berbasis STEAM ( Science, Technology, Engineering, Art and Math ) - berkomitmen untuk mencetak siswa - siswi kreatif dengan kualitas terbaik tayang siap menghadapi masa depan. 

Sampoerna Academy menghadirkan sistem pendidikan Amerika ke Indonesia melalui STEAM. Pembelajaran yang dilakukan sambil bermain dengan melibatkan teknologi pada kurikulum sekolah di semua tingkat diharapkan akan mencetak anak didik dengan pendidikan abad 21 yang memiliki kompetensi agar bisa bersaing di dunia penuh dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini. 

Demi mewujudkan metode STEAM di Sampoerna Academy ini,Mbak Yannik Herawati selaku Kepala Sekolah awalnya mengalami sedikit kesulitan dalam mencari guru yang memiliki metode pengajaran " out of The box ". 


Di Sampoerna Academy, metode pengajaran yang dilakukan bukanlah "fill The bucket " melainkan " bring out what inside " 
- Yannik Herawati, Kepala Sekolah Sampoerna Academy - 



Oleh karena itu jangan heran jika di Sampoerna Academy yang berbasis sekolah STEAM, belajar matematika pada level Kindergarten misalnya bisa saja dilakukan dengan menggunakan Lego atau bahkan ular tangga raksasa. Bahkan Gadget seperti IPad pun dikenalkan, semata - mata agar anak mengenal gadget namun dengan pengetahuan yang cukup juga mengenai bahayanya. 

Selain itu anak juga harus dibiasakan untuk mengajukan pertanyaan dan memberikan alasan / jawaban. Dengan membiasakan otaknya untuk berfikir,otak anak juga akan terlatih untuk mencari jawaban yang pada akhirnya akan menjadikan anak berfikir kreatif. Selain itu selalu menyediakan jawaban untuk apa pun jenis pertanyaan yang diajukan oleh anak juga bisa memancing kreativitas anak. Insya Allah saya dan suami meski suka kebingungan bagaimana menjawab pertanyaan si anak bujang, kami tetap menyediakan jawaban yang sekiranya bisa diterima oleh umur Rafasya.

Karena sebenarnya setiap anak itu dilahirkan kreatif. Namun banyaknya aturan yang diberikan oleh orangtua - sekolah - lingkungan lah yang akan mematikan proses kreatif anak. Ahhh, saya senang sekali bisa hadir pada Talkshow ini. Karena menurut saya semua yang dipaparkan para narasumber amat relevan dengan keadaan dan tantangan orang tua masa kini dalam mendidik anak. Selain itu saya juga diingatkan oleh sang psikolog, mbak Retno bahwa orang tua tidak perlu grasa - grusu dalam mengetahui minat dan bakat anak jika orangtua belum menunjukkan banyak hal yang bisa memancing dan menggali kreativitas anak. Terima kasih ya Sampoerna Academy dan Joy Parenting sudah mengundang saya. Mari kita berikan beragam stimulasi pada anak untuk memancing kreativitas mereka sedari dini. 



Jadi kalau anak ingin mewarnai gajah dengan warna Orange ya biarkan saja. Coba tanyakan dulu alasannya. Kenapa? Siapa tahu ia sedang berimajinasi dan berfikir kreatif bahwa si gajah sedang mandi di kubangan jus jeruk. :D

17 comments:

  1. Bener banget buyu.. gw jg membiarkan Millie utk bebas mewarnai apa saja, paling gw tanya sih knp dia gambar bebek dgn warna pink 😅😅😅

    ReplyDelete
  2. Seringkali gue iri sama anak-anak sekarang yang punya kesempatan mengenal hal baru sejak kecil. Makanya, kalau punya anak nanti, gue akan membiarkan mereka untuk belajar apapun, untuk mengembangkan kreativitasnya.

    Eh, kepada pak Triawan akupun penasaran, bagaimana membesarkan Sherina, jadi kreatif banget ya...

    ReplyDelete
  3. Jadi orangtua zaman sekarang memang harus kreatif dan selalu up to date ya bu Yu. Soalnya kalau ngga gitu nanti keduluan anak dan kalau anak merasa orangtuanya 'ngga bisa', dia akan cari di luar. Nah ini yg bahaya, bisa 'bablas' kan...

    ReplyDelete
  4. Jadi orangtua zaman sekarang memang harus kreatif dan selalu up to date ya bu Yu. Soalnya kalau ngga gitu nanti keduluan anak dan kalau anak merasa orangtuanya 'ngga bisa', dia akan cari di luar. Nah ini yg bahaya, bisa 'bablas' kan...

    ReplyDelete
  5. Keren banget ya skrg di Indonesia banyak yg mengadopsi sistem pendidikan di luar, aku makin seneng :) baru tahu juga kalau main lego saat TK sama seperti belajar math. Thanks sharingnya mba Ayu..

    ReplyDelete
  6. Kayaknya kalau nanti udah punya anak aku juga harus sering ikut2 seminar dan talkshow gini nih. biar ibunya juga kreatif dan tau yang dibutuhkan anak yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seminar talkshow tentang parenting sebenarnya sudah menyebar luas akhir-akhir ini. Tapi suka sedih kalo orang yang habis dikasih ilmu parenting malah "ngentahin" ilmu nya gitu aja. Hanya dengan alasan sepele "aq dulu dididik keras sama ibu jadinya juga bagus kayak sekarang" 😭

      Delete
  7. Waah jarang2 ada workshop menyediakan tempat main anak ya Ayu. Huhuhu aku blm bisa menerapkan Joy parenting ke Raya niih, abis suka banyak aturan :( Baca ini jadi berasa diingetin bahwa tiap anak dilahirkan kreatif jd jgn terlalu banyak ngasih aturan agar anak bisa berkembang (tentunya dengan dukungan positif ortu) :)

    ReplyDelete
  8. penting bgt ya talkshow kayak gini biar gak ketinggalan

    ReplyDelete
  9. aku paling suka tema seminar parenting seperti ini, seruuu dan gain knowledge ttg parenting. 101 parenting gitu. Thanks for sharing buyuuu :)

    ReplyDelete
  10. jadi orang tua skr emang kudu creative,soalnya anak skr tuh enatah knp pada makin kritis dan pinter2 bgtttt...

    ReplyDelete
  11. Ih seru bangeey belajarnya sambil main. Iya kadang terlalu saklek yah ka ayu padahal tiap anak beda beda dan pny kelebihan masing masing

    Imajinasi pun nggak boleh dibatasi. Makasih sharingnya kak ayu:-D

    ReplyDelete
  12. bagus yaa ini seminar parentingnya... bener banget anak mah dibebasin aja main sekreatif mungkin.. mumpung masih umurnya.. :)

    ReplyDelete
  13. Wah kalo bayangin anak anak jaman sekarang yg kreatif kayaknya takut juga ya, ntat persaingan dalam dunia kerja bakal ketat

    ReplyDelete
  14. Perkembangan zaman yg makin berkembang juga makin mengkhawatirkan, harus bisa jadi orangtua yg kreatif juga provide anak dgn hal positif lainnya ya.. jadi anak ga mencari2 di tempat lain hehe..

    ReplyDelete
  15. mbak ayuu, aku juga penasaran banget deh sama si STEAM sampoerna ini. sering dapet undangannya tp blm sempet ikutan. bagus yaa sekolahnya puunn tertarik dehh..

    ReplyDelete
  16. Bagus banget materi workshopnya, buyuuu... Jadi ortu jaman sekarang harus pinter ya. Sarana & informasi udah ada dimana-mana, nggak ada alasan kita ketinggalan ilmu parenting & pendidikan :)

    ReplyDelete