November 11, 2016

( Hotel Review ) - Menginap di Hotel Serela Riau , Bandung

Saat jalan - jalan libur Lebaran kemarin, kami memilih 2 penginapan yang berbeda. Salah satunya adalah Hotel Serela Riau.kami menginap di hotel ini saat tiba di Bandung sebelum ke Lembang. Pertimbangannya supaya bisa jalan - jalan di sekitar Riau dan jajan - jajan cantik. Haha..




Setelah sebelumnya kami mampir di rumah saudara, sekitar jam 2.15 siang kami baru check in. Kesan pertama saya adalah lamban dan kurang ramah. Kenapa? Karena petugas yang terlihat di Front Office saat itu ada 3 orang, hanya ada 2 orang bapak yang akan check In termasuk suami saya. Tapi yang melayani hanya 1 orang petugas, suami saya diminta menunggu.



Saat suami saya sedang antri, datang seorang ibu yang anehnya langsung dilayani oleh salah satu dari 2 orang petugas lain yang tadi terlihat sedang duduk saja. Entah karena ibu tersebut bookinglewat telepon sedangkan suami saya booking lewat online. Yang pasti saya kurang suka dengan pelayanannya. Sembari menunggu Rafasya sibuk melihat unta yang menjadi dekorasi lobi hotel dan bermain di kids corner mini. Lumayan deh. Jadi anak bujang nggak bete, karena kurang lebih waktu kami menunggu sekitar 30 menit. Check In doang loh itu. Oh ya, tampaknya Hotel ini juga nggak menyediakan welcome drink. Karena selama kami menunggu sampai selesai proses check in, kami tidak ditawari. Hehe..

Setelah selesai check in kurang lebih pukul 3 sore, kami langsung menuju lift untuk langsung ke kamar. Karena bumil sudah kebelet mau ke toilet dan ayah mengantuk, jadi permintaan Rafasya untuk melihat unta sebentar pun ditolak. Hoho.. Nanti kan bisa lagi ya Nak. Saat di lift suami bilang

"Mesin airnya lagi mati, jadi kalau mau bisa telepon untuk minta bawain air ke kamar."

Saya bengong sejenak trus langsung mengucap

"What? Mereka ga otomatis langsung nganter ya pas kita check In? Kan seharusnya saat ada yang check In dan ada kejadian seperti ini ya langsung dong diantarkan. Air itu nggak cuma untuk BAK dan BAB tapi untuk wudhu juga kan? Yaudh sampai kamar langsung telepon deh. "

Setelah di kamar tentunya hal pertama yang saya lakukan adalah menggunakan toilet. Masih bisa bilas dan basuh karena masih ada air yang tersimpan di kloset. Setelah itu saya menelepon untuk minta air. Hmm, sekitar pukul 3.10 mungkin ya. Sambil menunggu ayah istirahat sejenak, Rafasya mulai mengeluarkan mainannya dan emaknya sibuk foto - foto kamar. Buat bahan Review di blog kan yaa.




Kamarnya cukup besar untuk kami bertiga eh berempat sama si adek di dalam perut. Ada meja kerja dan sofa juga. Namun kemarin agak tercium bau rokok. Memang sih ada asbak di meja, jadi tampaknya kamar yang kami dapat adalah smoking room. Kemarin pak suami memang nggak memberikan note apa - apa sih saat memesan online. Dan karena hanya untuk 1 hari saja, kami memutuskan untuk nggak ganti kamar.



Jam 4 sore,  air yang dinanti - nanti belum juga datang. Saya pun mencoba menelepon lagi untuk mengingatkan. Dijawab dengan petugas yang berbeda dan dijanjikan akan segera diantar. Anak bujang sudah kebelet pipis dan adzan Ashar sudah berkumandang. Seharusnya jam 4 kami keluar dari hotel untuk jalan - jalan di sekitar Riau. Saat jam 4.30 akhirnya Rafasya sudah tidak tahan dan pipis dengan air mineral yang ada di kamar. Saya pun wudhu dengan air mineral tambahan yang kami bawa sendiri. 




Jam 5 sore, si air idaman tak kunjung datang. Saya kembali menelepon dan jawabannya masih sama. Akan diantar. Akhirnya pukul 5.15 kami memutuskan untuk keluar berjalan - jalan saja. Saat menuju ke lift, kami berpapasan dengan petugas yang sedang membawa air. Saat bertanya nomer kamar kami ternyata tidak ada. Entah stok air yang didatangkan tidak sebanding dengan jumlah konsumen yang meminta air atau memang belum rejeki kami. Yang pasti 2 jam kami menunggu, tak ada air yang diantar.

Saat akan keluar, suami bertanya mengenai perkiraan waktu mesin pompa air akan menyala. Jawabannya jam 6 maksimal, mesin air sudah menyala. Akhirnya kami pergi berjalan - jalan sekaligus mencari makan malam. Kalau saat kami kembali masih belum menyala, kami berniat pindah hotel. Bumil mana bisa jauh - jauh dari toilet. Hihi..

Alhamdulillah saat kami kembali ke hotel sekitar pukul 9malam, jawaban terakhir dari petugas di Front Office bisa dipegang. Airnya sudah menyala. Horray.. Saya langsung membuka Kran wastafel dan shower dan membiarkan airnya mengalir. Biasanya sehabis pompa mati, air yang pertama keluar akan berwarna cokelat atau bahkan membawa sedikit lumpur. Benar saja kan.. Sekitar 3 menit airnya cokelat dan mengandung sedikit lumpur. Kemudian kami pun bergantian mandi sebelum beristirahat. Fiuh.. Betapa air bersih itu penting sekali ya.

Keesokan harinya sebelum check out, kami sarapan dulu. Mengingat kejadian air mati dan penanganan yang kurang baik serta hotel yang nggak terlalu luas, saya tidak mengharapkan sarapan yang wah. 




Tapi ternyata saya salah. Jenis sarapannya beragam banget dan dengan rasa yang enak. Mostly bernuansa tradisional seperti bubur dan mie ayam, juga nasi tutug oncom dan bajigur.  Menu sarapan lain seperti roti, nasi putih, nasi kuning lengkap dengan sayur dan lauk pun tetap ada. Dessert cake dan puding juga nggak absen. See, beragam kan? Kami bertiga tetap konsisten sarapan buah potong, awalnya. Akhirnya karena ragam menu yang ada terlalu sayang untuk dilewatkan, maka mulailah kami gerilya ke menu lainnya. Rafasya berhasil menghabiskan 2 mangkuk kecil mie ayam. Suami juga menyantap 1 mangkuk mie ayam. Saya? Yakin mau tahu saya mengambil apa saja? Ada nasi tutug oncom, mie ayam dan yang menjadi favorit saya adalah bajigurnya. Manisnya pas. 

Kesimpulannya menginap di Hotel Serela Riau sebenarnya menyenangkan jika saja tidak ada kejadian pompa air mati. Mungkin pihak hotel perlu berkoordinasi lebih lanjut tentang kejadian seperti ini agar tamu hotel seperti saya tidak merasa kerepotan saat akan menggunakan air bersih. Diluar kejadian itu, Hotel ini cocok dipilih untuk pengunjung yang memang lebih banyak menghabiskan waktu di luar hotel mengingat sarana tambahan seperti kolam renang tidak ada. 


10 comments:

  1. Huaaaa.. Ngebetein ya, Mbak! Air itu kan penting banget. Apalagi kalok yang lagi dapet. Bisa kelabakan ituh :(

    Tapi syukurlah makanannya enak enak yak :D

    ReplyDelete
  2. Hmmm..walopun tiap staycation buffet breakfast paling utama yg aku incer, tp kalo servicenya jelek apalagi air bisa sampe mati, ya aku rada ogah mbak nginep sini :D. Untung baca review mu. Jd kalo ke bandung, hotel ini bisa aku kesampingkan aja :D

    ReplyDelete
  3. Duhh mba Ayuu.. aku baca ceritamu aja kebawa bete.. ini hotel kayanya lupa kalo hotel itu all about hospitality yaa.. urusan air mati kan crucial bgtt.. harusnya dr awal pas check in tamu "dibaik baikin" biar gk cancel dan minta refund.. ini makah dibetein.. mba ayu sabar bgttt.. kalo gueeee.. *esmosi*

    ReplyDelete
  4. beuuhhh pindah bobok kw hotel kudunya lebih rileks ya jadi bete juga krn air mati. kalau aku jadi jade ayu dah bete itu marah2 xD bayarrr cuyyy bayarr

    ReplyDelete
  5. wah negri sekali ya kalau gitu, memang kayak hotel kalau mau terus didatangi pelayana harus sempurna ya

    ReplyDelete
  6. Kok gitu sih hotelnya. "Yang kamu lakukan ke mba Jade Ayu itu jahat." (gaya rangga cinta addc wkwk). Mau gimana pun hotelnya harusnya ttp memberikan pelayanan yg cepat dan tanggap. Karena itu menjadi poin yg paling penting bgt. *ngelus dada*

    ReplyDelete
  7. Baru kali ini aku baca review hotel air mati... parah banget hotelnya yaa mak ... apalagi recepsionis gak ramah gitu... makasihh revies makk

    ReplyDelete
  8. Sebagai lulusan perhotelan.. Kalo begini pelayanannya pasti.. Udah kena nyanyian cantik dari ibu Mira. Hahahhahahaha.. Aku bacanya aja gemes.. Apalagi kalo aku yg jadi dirimu. Emosi. :D

    Untung makanannya ok ya. Jadi masih ada bagusnya juga. :)

    ReplyDelete
  9. Waah hotel bagus dan makanan enak tapi kalo ada kejadian air mati pas baru check in mah udah bete duluan deh :( apalagi di PHP beberapa jam gitu kan..

    Aku menunggu review hotel kedua nih 😁

    ReplyDelete
  10. Wah sayang banget ya pas airnya mati.. kantor aku pernah kok pake hotel ini buat rapat dan menginap..dan waktu itu baik-baik aja :) mungkin pas banget kamu nginep disana pas ada kendala ya..

    ReplyDelete