December 4, 2016

Tips ala Buyu Agar Bayi bisa Tidur Nyenyak (Hore.. Arsel sudah 2 bulan)

Alhamdulillah sekarang Arsel sudah berusia 2 bulan. Sekarang sudah mulai banyak suaranya. Aaa... Oooo.. Kkhhhh... Macem - macam deh. Yang paling seru sih biasanya setelah mandi pagi dan sore. Kalau kita ajak ngomong pasti membalas dengan ngoceh - ngoceh juga. Arsel juga nggak suka digendong menyamping. Maunya digendong nemplok di pundak atau malah menghadap ke depan. Lupa deh dulu Rafasya bayi kayak gini juga apa nggak ya? Atau bayi masa kini ya begini gayanya? Haha.. Arsel tampaknya sudah bisa melihat sesuatu dengan jelas. Kalau kita bunyikan mainan dari kanan ke kiri atau sebaliknya matanya sudah bisa mengikuti.

Mulai bisa akting nangis juga kalau ditaro di carseat. Meski Arsel nangis, biasanya kalau saya cek ia nggak pup ya saya taro lg di carseat dan saya cuekin sambil bilang "kalau naik mobil Arsel duduk di car seat". Sejauh ini berhasil, dalam artian Arsel akan diam dan melihat ke luar jendela mobil. Hehe..


Jam tidurnya juga pelan - pelan mulai terbentuk. Biasanya sekitar jam 3.30 an saat masjid mulai memutar murotal sebelum Adzan Subuh Arsel akan bangun. Kemudian pup dan nenen. Tidur lagi sebentar sekitar jam 4.30 kemudian bangun jam 6 pagi dan mulai mengoceh atau menangis. Haha.. Terkadang jika sebelum subuh Arsel nggak bangun, ia akan bangun jam 5 pagi. Kemudian akan tidur lagi setelah berjemur - mandi - nenen dan ikut mengantar abangnya ke sekolah. Iya, setiap hari setelah Arsel rapi ia akan ikut mengantar Rafasya ke sekolah. Selain untuk membiasakan Arsel duduk di carseat juga supaya saya selalu tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Emak over protektif ya? Biarin. Saya ingin Arsel seperti Rafasya, hanya tangan saya (dan suami) yang merawatnya di kala bayi. 

Kemudian Arsel akan tidur pagi mulai dari mengantar abangnya sampai jam 11. Nggak mulus ya, diselingi menangis, nenen, pup, gendong - gendong beragam gaya, nyanyi - nyanyi mulai dari A BA Ta Tsa sampai won't Go Home Without u. :D Saat menjemput abangnya pulang sekolah Arsel akan bangun, sampai sekitar jam 2 kemudian mereka (dan emaknya) akan tidur siang. Jam 4an bangun, kemudian mandi sore dan keluar rumah melihat langit sambil memperhatikan abangnya main. Mulai ngantuk sekitar jam 6 kurang p, namun biasanya tidur - tidur ayam sampai jam 8. 30 an ganti baju tidur sekaligus ganti pampers. Benar - benar terlelap mulai jam 9.30an setelah episode gendong - gendong dan nyanyi - nyanyi diulang kembali. Ini kalau sedang nggak rewel ya. Kalau sedang rewel ya gendongan all de time juga pernah. Haha..

Sebisa mungkin saya berusaha tepat waktu mensetting jam tidur Arsel supaya saya bisa beristirahat dan melakukan hal lain. Karena selain ikutan tidur, saat Arsel tidur juga merupakan waktu me time saya. Mau menulis blog, makan cokelat dengan santai, browsing, crafting, mencatat list belanja bulanan, sekedar duduk diam atau hal lainnya ya saya lakukan saat Arsel tidur. Jadi agar Arsel tidur dengan nyenyak ada beberapa hal yang harus saya pastikan 

1. Kenyang
Ini yang paling utama. Kalau bayi kenyang, biasanya ia akan tidur lebih lama dibandingkan dengan saat ia lapar. Setelah berusia 2 bulan Arsel biasanya akan cukup kenyang saat sudah menyusu di 1 payudara selama kurang lebih 15 menit. Jadi jika akan tidur malam khususnya, saya memastikan bahwa ia sudah cukup kenyang. Meski tengah malam ia akan menangis minta nenen lagi..

2. Piyama yang nyaman
Sekarang banyak sekali dijual piyama bayi dengan model yang lucu - lucu juga harga yang terjangkau. Beda banget kayaknya pas jaman Rafasya. Piyama bayi sekarang super menggemaskan. Namun selain memilih model piyama yang lucu, kita juga harus memastikan bahwa bahan piyama itu nyaman untuk dikenakan oleh bayi. Selucu apapun motif piyamanya, kalau tidak nyaman tentu akan membuat bayi tidur tidak nyenyak. Salah satu merk piyama bayi yang saya suka adalah Olly Oliver. Modelnya berbeda dengan piyama bayi biasa. Model kimono dan dengan bahan kaos lembut yang insya Allah nyaman dipakai. Arsel itu mudah sekali berkeringat, jadi bahan pakaian yang dikenakannya harus bisa menyerap keringat. Piyama bayi dari Olly Oliver ini mudah menyerap keringat dan motifnya lucu - lucu. Trus model kimono juga memudahkan kita saat memakaikan baju ke bayi. Ga perlu kancing - kancing lagi kan? Tinggal ikat talinya, selesai deh. Cek Instagram mereka ya. Tenang, harganya terjangkau kok.



3. Diapers yang tidak penuh
Scarying moment untuk saya adalah sekitar pukul 11 - 12 malam dimana saya harus mengganti diapers Arsel. Setelah 3- 4 jam, diapers Arsel akan penuh. Jika tidak diganti tentunya ia akan rewel. Namun mengganti diapers bisa menyebabkan bayi terbangun. Untuk itu saya harus memastikan bahwa diapers yang digunakan oleh Arsel adalah diapers dengan kualitas bahan yang bagus. Diapers untuk bayi sebaiknya lembut, memiliki pee indicator, bentuknya tape dan tidak mudah bocor.


Pee indicator berguna banget untuk kita saat akan mengganti diapers. Di tengah malam, kita tinggal melihat pee indicatornya saja untuk mengetahui apakah diapers anak sudah penuh atau belum. Jika belum penuh, ya nggak diganti juga tak apa. Diapers yang saya gunakan pernah dipakai tidur Arsel selama 8 jam tanpa diganti dan Alhamdulillah nggak menimbulkan ruam dan nggak bocor. Meski di pagi hari diapersnya sudah super gendut dan pee indicatornya mulai memudar. Haha.. Ini terjadi karena ibunya ketiduran saat waktunya mengganti diapers. Tapi kondisinya beda - beda ya setiap bayi.



4. Lampu yang temaram
Sejak lahir, biasakan untuk meredupkan lampu saat waktu tidur bayi. Terutama untuk tidur malam yang waktunya lebih panjang. Untuk tidur siang saya membiarkan apa adanya. Agar Arsel mengetahui juga perbedaan antara siang dan malam lewat terang dan gelap. Di rumah kami memakai lampu tidur dengan sensor. Sekitar jam 8 malam, lampu kamar sudah dimatikan dan lampu tidur akan menyala. Sejauh ini Arsel lumayan mengerti dan nggak menangis saat masuk ke ruangan yang temaram atau lebih gelap. Selain karena sudah mengantuk juga semoga karena ia sudah mengerti jam tidurnya. 

5. Suhu kamar yang sejuk
Saat 4 hari di rumah sakit suhu ruangan disetel di antara 27 - 28. Hangat sekali, suhu tersebut cocok untuk bayi yang baru lahir. Karena jika kami setel di angka 26 Arsel akan rewel dan nggak bisa tidur. Kedinginan mungkin. Di awal kehadirannya di rumah, kami menyetel suhu kamar di angka 27. Namun setelah Arsel berusia 1 bulan, ia mulai mudah berkeringat dan kegerahan. Jadi sekarang suhu kamar kami ada di angka 26. Sejuk saja namun tidak dingin. Selain demi kenyamanan Arsel juga demi kenyamanan kami. Lagi pula Arsel tampaknya seperti Rafasya, mudah kegerahan. Haha..

Yup, kurang lebih ke 5 hal tersebutlah yang selalu saya pastikan agar Arsel dapat tidur nyenyak. Jika ada salah satu yang terlewat, pasti Arsel akan terbangun lebih sering dari biasanya. Kalau buibu sekalian, punya tips lain-lain untuk membuat bayi tidur nyenyak? 





7 comments:

  1. ya ampuun dede Arsel lucuu bangeett :*

    tambahannya, kalo dulu anakku pake kelambu, biar tidur nyenyak tanpa ganguan nyamuk.. ;)

    ReplyDelete
  2. Aduh gw gemes sm Arsel.. Pengen ambo kiss terusssss :*

    ReplyDelete
  3. enak juga ya lampu yang ada sensornya itu, bantu banget

    ReplyDelete
  4. noted disana-sini... lupa juga rasanya momong newborn.. huaaaa..

    ReplyDelete
  5. Aku naksir piyama kimononyaaa... Anakku gampang berkeringat juga, Bu Yu :)

    ReplyDelete
  6. Pee indicator itu emang berguna banget mbak hihihihi.. cuman ya kalo ngurusin bayi meski malam pingin tidur pulas tetep aja ga bisa tidur akhirnya liatin anak mulu hehehehe

    ReplyDelete
  7. Unyuuuu.. gemes amat yak punya bayi lagi.

    ReplyDelete