February 28, 2017

Aidijuma X World Hijab Day dan Pengaruhnya pada Saya


19 Februari 2017 kemarin, sukses menjadi hari yang membuat saya merasa uzur sekaligus bahagia. Apa pasal? Baca terus saja yaaa..

Pada hari itu saya menghadiri acara Aidijuma X World Hijab Day di Bebop Cafe, Tebet. Acara ini adalah suatu charity yang diprakarsai oleh Datin Norjuma, selaku pemilik Aidijuma. Kegiatan Aidijuma Scarf di Jakarta, Indonesia adalah rangkaian charity & Empowerment Event Aidijuma di Bulan Februari bertema #SpreadLove, sekaligus memeringati World Hijab Day (Diperingati setiap 1 Februari). Niat yang sangat mulia ya. Karena seperti kita ketahui nggak semua muslimah yang berhijab, beruntung untuk menjalankan kegiatannya sehari - hari dengan berhijab tanpa hambatan. Bersyukur sekali kan kita tinggal di Indonesia yang mayoritas muslim, sehingga para muslimah relatif nggak menemukan kendala saat mengenakan hijab.





Aidijuma mengadakan kegiatan charity, empowerment, dan mendukung World Hijab Day 2017, di 5 Negara. Pada 19 Februari 2017, Aidijuma X World Hijab Day dilakukan serentak di 3 Negara, yakni Indonesia, Turki, Brunei Darussalam. Kegiatan serupa sudah dilakukan pada 5 Februari 2017 di London, UK, dan akan berakhir di Malaysia, 26 Februari 2017. Aidijuma secara eksklusif mencetak 10.000 scarf dengan desain khusus untuk World Hijab Day. Dibagikan kepada muslimah di 5 negara melalui event Aidijuma X World Hijab Day. Ada juga yang dijual namun hasil penjualannya untuk charity.




Hijabers Indonesia boleh bangga menggunakan satu dari 100 hijab yang ada di Indonesia, Exclusive Edition Aidijuma yang tidak dijual di mana pun, untuk mendukung kegiatan Aidijuma X World Hijab Day 2017. Hijab edisi eksklusif ini merupakan bentuk charity Aidijuma untuk perempuan berhijab di dunia, diproduksi total 10.000 dan dibagikan oleh Aidijuma di 5 negara untuk charity event tema bulan Februari #SpreadLove.

Di Indonesia, Aidijuma bermitra dengan ThinkFashion by Franka Soeria, mengadakan kegiatan "casual hangout" sharing hijab experience & style bersama influencer muda:

1. Shirin Al Athrus
2. Darin Al Athrus
3. Nesa Aqila 




Nah, ketiga narasumber ini yang sukses membuat saya merasa uzur. Mereka masih muda banget. Yaa.. Meski nggak beda jauh sih sama umur saya yang 17 tahun lewat ini. Haha.. Tapi beneran deh. Melihat semangat ketiga narasumber yang masih muda dan teguh berhijab membuat saya sedikit malu. Nesa Aqila yang seorang Putri Muslimah, tetap teguh berhijab meski ditawari honor puluhan juta untuk satu episode sinetron yang mengharuskannya membuka hijabnya. Shirin dan Darin, selebgram yang followers IGnya berkali - kali lipat dari pada saya, mengatakan satu hal yang membuat saya tersenyum haru 

"Berhijab itu Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban "

MasyaAllah. Di usia mereka yang terhitung masih muda. Mereka sudah memahami bahwa dalam Islam, berhijab itu wajib. Bahkan mereka berhijab tanpa diminta oleh orang tua mereka. Semata - mata karena orang tua mereka nggak ingin anaknya buka tutup hijab. Duh, rasanya saya ingin bertemu dengan orang tua mereka dan bertanya tentang bagaimana mereka mendidik anak mereka sehingga bisa memiliki pemahaman akan hijab yang sedemikian matang. Bahkan Kalau saya tidak salah menangkap cerita Nesa, ia berhijab sejak TK. Tentulah mereka ini anak - anak yang dikelilingi pengaruh baik sehingga bisa tumbuh menjadi pribadi seperti sekarang.




Rasanya saya merasa malu. Sekilas tentang saya dan hijab. Saya baru tersadar untuk berhijab saat puasa 3 tahun yang lalu. Saat itu rasanya apa pun yang saya baca dan saya tonton, semua adalah tentang ayat Allah yang mengharuskan wanita untuk berhijab. Alhamdulillah saat itu tanpa persiapan baju saya langsung berhijab. Sampai suami pun agak takjub. " Sekarang banget Bun? " Hijab pertama saya adalah 2 buah bergo berwarna merah dan hitam yang cuci kering pakai. Haha.. 

Berhubung saya memang nggak ahli mengkreasikan hijab, jadi ya cara saya memakai pun nggak jauh - jauh dari yang model standar saja. Beda banget kan sama kreasi Nesa dan teman - teman blogger yang hadir. 




Saya bersyukur bisa hadir ke acara Aidijuma X World Hijab Day. Bukan semata karena hijab yang didesain secara eksklusif dan dibagikan pada semua yang hadir di Bebop Cafe. Namun lebih karena makna akan gerakan charity yang dilakukan oleh Aidijuma dan juga pelajaran hidup yang bisa saya ambil dari ketiga narasumber belia itu. Terkesan lebay ya? Nggak apa - apa deh dibilang lebay. Namun di saat menjadi orang tua dan harus membesarkan anak di tengah beraneka ragam keanehan yang ada sekarang ini, menyaksikan ada gerakan mulia seperti membagikan hijab untuk teman - teman muslim di seluruh dunia dan menyaksikan anak muda yang teguh memegang prinsip agama, rasanya seperti bertemu oase di padang tandus. InsyaAllah orang - orang baik masih banyak di luar sana. 





Terima kasih banyak mbak Wawa yang sudah mengundang saya lewat Indonesian Hijab Blogger. Terima kasih juga untuk Datin Norjuma yang sudah menggagas acara ini, juga narasumber yang sukses membuat saya berfikir tentang bekal agama untuk anak - anak saya. Acara Aidijuma X World Hijab Day ini sungguh memberikan kesan pada diri saya. 



4 comments:

  1. Dari kemarin bersliweran foto - foto tentang event ini dan bikin aku mupeng abis sama hijabnya. Bagussss :)))

    ReplyDelete
  2. ngga lebay mba, dari hal apapun kita bisa ambil hikmahnya..saya juga punya anak perempuan..ingin nanti dia berhijab dengan rasa cinta pd Tuhannya :)

    ReplyDelete
  3. Berhijab bukan keharusan tapi kewajiban.. banyak org yg blm tau/mengerti tentang ini:) Sayang ngga bisa ikut datang kemaren, jadi ngga dapet deh Exclusive Edition Aidijumanya hahaha XD

    ReplyDelete
  4. iya yaah mbak.. kalo udah jadi ortu itu yang kepikiran bukan cuma buat diri sendiri tapi mikirin cara mendidik anak supaya tetep lurus di jalan Allah yaaa amiin .. hehe btw sama mba ayu aku juga pas nanya umurnya shirin langsung merasa uzur, umurnya stengahnya dr umurku soalnyaa hihi

    www.inkaparamita.com

    ReplyDelete