October 12, 2017

Ibu Berbagi Bijak : Mulai Investasi Yuk, Tapi Hati - Hati denganInvestasi Bodong

Setelah episode pertama ( Financial Check Up) dan kedua ( Budgeting & Planning), kini tiba saatnya episode ketiga dari Ibu Berbagi Bijak. Tsaelah, macam pelem aja kan ya pake episode - episodean. Tapi bener deh, sebagai peserta Workshop daku nungguin loh episode selanjutnya. Jadi selalu excited karena setiap workshop bareng Visa dan Prita Ghozie ini selalu sarat ilmu keuangan. Makanya setiap diundang oleh The Urban Mama untuk mengikuti Workshop Ibu Berbagi Bijak ini saya selalu menyanggupinya. Sayang banget untuk dilewatkan. 



Workshop yang ketiga yang bertempat di Mendjangan Resto Kemang sekaligus merupakan Workshop terakhir ini membahas mengenai InvestasiApa sih investasi itu? Kalau saya mendefinisikan investasi sebagai cara menabung dengan tujuan mendapatkan keuntungan di waktu yang akan datang. Menyisihkan uang deh pokoknya. Mau sedikit atau banyak, pokoknya bisa mendatangkan keuntungan di lain waktu. Itu menurut saya. 

Lantas kalau sudah mengerti tentang arti investasi kita harus bagaimana? Ada 5 langkah yang bisa kita lakukan terkait dengan investasi. Yuks lah dibaca samapai habis. InsyaAllah bermanfaat demi tabungan makin gendut dan bisa jalan - jalan ke pulau - pulau di timur Indonesia. :D




Langkah 1 : Pahami Tujuan dan Profil Resiko

Mbak Prita Ghozie yang seperti biasa tampil cantik dan modis, membuka Workshop dengan mendefinisikan profil resiko investor. Ada 3 Profil Resiko Investor, yaitu 

1. Investor Konservatif
Investor tipe ini biasanya maunya yang aman - aman saja. 
2. Investor Moderat
Investor ini memiliki ciri 60 % defensif dan 40% agresif
3. Investor Agresif
Investor ini tentunya memiliki persentasi keagresifan yang besar yakni 70% dan 30% defensif

Nah coba deh mengenali diri sendiri, kira - kira kita termasuk investor yang mana. Karena dengan mengenali tipe investor yang ada pada diri kita, nantinya kita akan lebih mudah memilih bentuk investasi. Pemilihan investasi yang paling sesuai juga tergantung pada tujuan investasi. 

Gimana? Sudah jelas belum? Atau malah jadi bingung? Coba kita pakai ilustrasi ya...

Dengan mengidentifikasi tujuan akhir dari investasi yang akan kita lakukan, kita bisa mengetahui investasi tersebut akan dimasukkan kemana. Misalnya, kita ingin berinvestasi untuk dana anak sekolah. Diperjelas dulu sekolah apa yang dimaksud? SD, SMP, SMA atau Kuliahkah? Dengan memperjelas tujuan investasi, akan semakin mudah bagi kita untuk menentukan jenis investasinya.




Langkah 2. Tentukan Jangka Waktu

Masih menggunakan contoh kasus dana anak sekolah ya. Setelah menentukan tujuannya, kita harus bisa menetapkan jangka waktu investasinya. Untuk dana sekolah, berapa usia anak saat ini? Jika sekarang si anak masih berusia 2 tahun dan investasinya ditujukan untuk dana kuliah tentu saja akan berbeda investasinya dengan dana SD. Karena semakin jauh waktunya, investasi kita tentunya bisa diletakkan pada instrumen jangka panjang. Nah, jadi semakin jelas kan mengapa menentukan jangka waktu itu sangat penting.

Dan seperti kita ketahui bersama, biaya sekolah itu sangat mahal ya kannn..

Langkah 3 : Ragam Investasi

Setelah menentukan tujuan investasi, sekarang waktunya kita memilih jenis investasi. Investasi ini ada banyak lho macamnya, yaitu

1. Aset Fisik , contohnya logam mulia dan properti
2. Surat Berharga , contohnya deposito, obligasi, saham dan juga reksadana
3. Bisnis, bisa berupa franchise atau usaha sendiri.

Sebagai ibu rumah tangga tentunya kita harus berdiskusi dengan suami dalam memilih jenis investasi. Supaya semua satu usaha dalam mencapai tujuan yang sudah ditentukan bersama. Jika kita memiliki properti apartemen misalnya, tentunya uang hasil menyewakan apartemen itu harus masuk ke dalam satu rekening yang tidak diganggu gugat demi memenuhi target dana sekolah anak tadi.

Untuk kamu yang masih bingung antara Saving, investing dan speculating, cek video ini dulu ya...



Langkah 4 : Langkah Investasi

Setelah menentukan jenis investasi yang akan dipilih, lihat kembali tujuan kita dalam berinvestasi. Setelah yakin kita bisa memulai melakukan investasi. Ada dua cara nih, mau bertahap atau sekali banyak. Nah tampaknya cara yang bertahap lebih mudah ya untuk dilakukan. Mulai deh kita coba menyisihkan sekian persen setiap bulannya demi investasi. Ingat kan pepatah sedikit - sedikit lama - lama menjadi bukit? 



Langkah 5 : Review dan Re Alokasi

 Jika sudah memilih satu jenis investasi, kita juga jangan terlena. Apakah benar hasil yang nantinya kita terima sesuai dengan yang kita harapkan atau jangan - jangan sama saja dengan kita nyelengin di rumah? Atau misalnya kita memilih investasi saham tapi ternyata nilainya malah turun dan membuat kita rugi. Sayang banget kan ya. 

Makanya kita juga harus waspada dengan investasi bodong. Jangan mudah percaya dengan janji pengembalian yang terlalu fantastis. Kan banyak tuh ya yang bilang akan memberikan keuntungan sekian persen setiap bulan. Nah harus dicek lagi deh tuh ijin operasionalnya. Ngeceknya dimana? Cek saja di Otoritas Jasa Keuangan. Pokoknya jangan sampai deh uang yang sudah kita sisihkan untuk berinvestasi malah jadinya hilang akibat investasi bodong. 



Ilmu yang seperti ini nih yang bermanfaat bahkan untuk ibu rumah tangga seperti saya. Sedih deh kalau ingat ini Workshop terakhir. Semoga saya bisa mengambil banyak manfaat dari ketiga Workshop yang saya ikuti. Tentunya harapan yang sama juga ya untuk mentemen yang sudah meluangkan waktu membaca tulisan ini. 

Ayo berinvestasi dari sekarang. Jangan lupa ya,
"Spend what is left after saving" 






No comments:

Post a Comment