August 6, 2018

Memahami Bahaya Kanker Serviks Lewat Felancy Blogger Gathering


Mungkin kita sudah sering mendengar tentang terjadinya kanker ini pada kerabat atau bahkan publik figur. Kanker Serviks ini merupakan kanker yang menjangkiti organ dalam wanita, dalam hal ini organ tersebut adalah leher rahim. Leher rahim merupakan gerbang untuk menuju rahim dari vagina. Saat melakukan vaksin serviks sesaat setelah Rafasya hadir, saya belum merasa takut yang teramat dengan kanker yang menduduki peringkat kedua sebagai pembunuh wanita di Indonesia ini. 




Namun perasaan yang berbeda langsung menyelimuti diri saya saat menghadiri Felancy Blogger Gathering akhir Juli kemarin. Informasi yang diberikan oleh dr. Ferry Darmawan, SpOG dari RSIA Budhi Jaya dan juga Ibu Endang dari CISC (Cancer Information and Support Center) sebagai penderita benar - benar merubah pikiran saya tentang kanker ini. Seketika saya langsung merasa takut dan bertekad ingin meneruskan informasi ini pada banyak orang khususnya teman - teman wanita. Mengapa bisa seperti itu? 






Monggo ambil cemilan dulu karena postingan ini lumayan panjang. Tapi insyaAllah mentemen akan bisa mengambil manfaat seperti apa yang saya rasakan. Here we go...

Pembunuh No 2 yang disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus
Kanker Serviks ini menempati posisi No 2 sebagai kanker pembunuh wanita di Indonesia. Hal ini berarti setiap jam, 1 orang perempuan Indonesia meninggal dunia karena kanker serviks. Setiap jam loh mentemen. Serem banget kan. Sementara posisi pertamanya diduduki oleh Kanker Payudara. Dari penjelasan dr. Ferry kemarin, penyebab dari kanker serviks ini adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Kanker serviks ini bukanlah jenis kanker yang muncul karena alasan genetik, namun memang murni disebabkan oleh infeksi HPV. 

Tidak Menunjukkan Gejala pada Tahap Awal
Nah ini nih yang lebih mengerikan. Pasien yang menderita kanker serviks biasanya akan datang ke dokter setelah memasuki stadium 2 atau lebih. Karena pada stadium ini barulah pasien mengalami gangguan. Kanker ini termasuk jenis kanker yang slow growing. Artinya, diperlukan fase yang panjang dari infeksi sampai menjadi kanker. HPV memiliki masa inkubasi selama 9 - 12 bulan, lalu setelah itu memasuki fase lesi pra kanker. 

Keputihan baik yang berbau atau yang tidak berbau, keputihan berwarna atau bening dan lecet bisa menjadi salah satu tanda gejala kanker serviks ini. Pada Ibu Endang, seorang ibu hebat penderita kanker serviks stadium 2b, gejalanya berupa keputihan tidak berbau dan bening. Biasanya kita sebagai perempuan tentu akan menganggap biasa keputihan yang tidak berbau dan bening kan? Namun ternyata pada wanita berusia 52 tahun ini, keadaan tersebut merupakan tanda hadirnya kanker pembunuh ini. 

Dari mana kita bisa terkena infeksi HPV? Bisa dari toilet umum atau dari virus yang terbawa dan berada di tempat umum lainnya. Memang terdengar random sih. Tapi ya memang itu yang terjadi. Namanya juga virus, kita nggak akan tahu kenanya dimana. 

Siapa yang Bisa Terkena Kanker Serviks?  
Setiap perempuan bisa saja terkena kanker serviks ini, namun ada beberapa keadaan yang dapat meningkatkan resiko tersebut. Antara lain 

1. Perempuan
2. Menikah pada usia sangat muda
3. Berganti - ganti pasangan seksual
4. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok
5. Aktif atau tidak aktif secara seksual

Saya ingin menyoroti poin ke 5 pada faktor resiko diatas. Mengapa ? Karena pada acara Felancy Blogger Gathering kemarin, saya mengetahui sebuah fakta mengejutkan tentang kanker serviks. Ibu Endang menderita kanker serviks pada usia 50 tahun, sementara beliau sudah menjanda sejak berusia 38 tahun. Karena sudah menjanda maka ibu Endang berhenti untuk melakukan pap smear, tapi ternyata absennya aktivitas pap smear ini yang membuat kehadiran kanker serviks pada dirinya menjadi tidak terdeteksi. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, ibu dari Bu Endang yang sudah berumur 90 tahun dan sudah menjanda sejak berusia 50 tahun pun kini menderita kanker serviks. Duh sedih banget deh mengetahui hal ini. Jadi kanker serviks ini bisa melanda siapa saja, bahkan pada wanita yang sudah memasuki usia menopause dan sudah tidak aktif berhubungan seksual.




Strategi Menghindari Kanker Serviks

Mengingat betapa mengerikannya fakta mengenai kanker serviks ini, tentunya kita harus berusaha agar kita jangan sampai menjadi salah satu penderitanya. Karena kanker serviks ini merupakan kanker yang disebabkan oleh virus, maka seharusnya kita bisa mencegahnya. Ada 3 cara yang bisa kita lakukan yaitu : 

1. Lakukan Pap Smear atau Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA
Selain melakukan deteksi dini pada tubuh kita dengan cara mencermati jika ada hal - hal yang terjadi di luar kebiasaan ( keputihan yang terlalu lama atau flek darah ) kita para wanita sebaiknya melakukan pap smear. Jika kita adalah perempuan dengan rentang usia 21 - 65 tahun yang sudah pernah berhubungan seksual, sebaiknya kita melakukan pap smear setiap tahun. Pap smear ini bisa dilakukan di dokter kandungan. Sebaiknya pap smear dilakukan pada saat hari ke 9 haid, biasanya sudah bersih dari darah haid ya di hari ke 9 ini, dan tidak melakukan hubungan seksual sejak 2 hari sebelumnya. Sekarang di bidan pun kita bisa melakukan IVA. Hal ini dikarenakan untuk melakukan IVA relatif lebih mudah karena tidak perlu dibawa ke laboratorium seperti pap smear dan juga biayanya lebih murah. 

2. Lakukan Vaksin HPV 
Demi melindungi diri kita (dan juga anak - anak perempuan kita) secara maksimal, sebaiknya kita melakukan vaksin sesegera mungkin. Siapa yang bisa menerima vaksin ? Wanita di rentang usia 10 - 55 tahun, bukan penderita kanker serviks dan tidak ada rencana untuk hamil dalam 6 bulan ke depan. Karena vaksin ini dilakukan dengan 3 kali suntikan selama 6 bulan. Vaksin yang tersedia di Indonesia ada 2 merek, yaitu Gardasil dan Cervarix. Ketahuilah bahwa vaksin HPV yang kita lakukan memiliki tingkat proteksi 70 - 90 %. 

3. Jaga kebersihan area intim dan juga kebersihan pakaian dalam
Meski terdengar klise namun kebiasaan untuk selalu menjaga kebersihan ini memang harus selalu kita lakukan. Biasakan untuk selalu mengganti pakaian dalam khususnya celana dalam jika terasa lembab apalagi basah. Untuk penggunaan pantyliner, kalau saran dari dokter kandungan saya boleh digunakan namun harus diganti setiap kita buang air kecil atau setiap merasa lembab. Karena area intim memang seharusnya selalu kering supaya tidak tumbuh bakteri yang bisa mengakibatkan keputihan misalnya. Oh ya, rambut yang ada pada area intim juga sebaiknya jangan terlalu sering dicukur karena akan mematikan bakteri alami yang memang baik. 

Selain itu memilih ukuran pakaian dalam yang tepat juga penting. Kemarin ada Ibu Agnes Dewi sebagai perwakilan dari Felancy memberikan penjelasan tentang bahan yang digunakan pada beragam variasi produk Felancy yang memang nyaman untuk dipakai. Felancy sendiri merupakan Brand yang lahir di Singapura tahun 1993. Varian produk Felancy ini banyak sekali, dari mulai bra, celana dalam, body shape, sampai pakaian tidur. Setelah menjelaskan mengenai Felancy, kami para blogger yang hadir diminta untuk memeriksa kembali apakah ukuran bra yang selama ini kami juga kan sudah tepat atau belum. Karena penggunaan bra yang tepat juga akan mendukung postur tubuh dan kenyamanan kita. Ada rumusnya loh mentemen. 



Workshop Bersama Felancy

Setelah terjadi kehebohan saat pengukuran lingkar dada. Kami pun diajak untuk menghias frame dengan quotes yang ditujukan untuk para penderita kanker serviks. Hasilnya frame yang tadinya putih polos langsung berwarna warni dan diisi tulisan semangat dari kami semua. Semua frame yang ada sukses bikin ibu Dewi bingung untuk memilih quotes yang paling beliau sukai. Karena memang quotesnya bikin semangat semua. 



Senang sekali deh saya mendapat kesempatan untuk hadir di acara Felancy Blogger Gathering kemarin. Untuk saya pribadi, di jaman seperti sekarang dengan mobilitas yang tinggi membuat saya beberapa kali harus menggunakan toilet umum yang tidak bisa dipastikan kebersihannya. Selain berusaha dengan senjata spray cairan atau kertas toilet setiap kali ke toilet, saya juga melindungi diri saya dengan melakukan pap smear dan vaksin. Sebagai ibu - ibu, bisa banget lah kita menyisihkan uang untuk melakukan vaksin dan pap smear. Karena lebih baik berusaha dan mencegah daripada pasrah. 




Jadi, kalian sudah pap smear dan vaksin HPV atau belum? Kalau belum, selama bulan Agustus ini RSIA Budhi Jaya punya harga khusus lho.



Jangan mikir kelamaan ya, ayo sayangi dan lindungi diri kita dari keganasan kanker serviks. 




14 comments:

  1. Karena ngga menimbulkan gejala ini yang jadinya bikin ngga ngeh. Makanya penting banget buat papsmear atau IVA test yaa. Biar tahu kondisi serviks kita gimaman.

    ReplyDelete
  2. kita msti lbh aware ya mba sm kesehatan kita..seneng dh klo dtg ke talkshow kesehatan jd tambah ilmu

    ReplyDelete
  3. Salut banget ya dengan ibu endang dan cancer survivor yang lain

    ReplyDelete
  4. Bener banget nih tidak ada gejala di tahap awal karena tetangga mama ku baru ketahuan terkena kanker serviks sudah stadium 2 itu pun karena haid selama 2bulan berturut-tutut jadi dia memberanikan diri periksa ke dokter dan ternyata positif

    ReplyDelete
  5. Senangnya ikutan gathering ini. Kita jd nambah pengetahuan tenang kanker serviks ya. Eeh jd ketemu lagi sama mb Jade yg terakhir tuh msh lg hamil ya hehehe �� Produk2 Felancy nyaman dipakai ya. Bagus bAnget menjaga organ intim kita. Aku udh pernah papsmear sih tapi tau kalo vaksin HPV belum hihihi.

    ReplyDelete
  6. senengnya hadir di event ini tuh selain nambah wawasan, jadi bisa kangen kangenan sama mom blogger yang lain. secara aku jarang eksis di event >.<.

    ReplyDelete
  7. Kita harus sering ganti pakaian dalam ya mba. Duhhh, pap smearnya lagi diskon lagi. Jadi pengen periksa deh.

    ReplyDelete
  8. Harus buat jadwal pap smear segera nih..

    ReplyDelete
  9. Acaranya keren dan bermanfaat banget semoga makin banyak acara seperti Felancy ini yaa..

    ReplyDelete
  10. Waktu denger cerita Bu Endang kan gejala awal itu gak ada ya mbak, cuma emang mensnya bermasalah. Jd kudu aware banget yaaaaa, kalau udah berhubungan dengan organ kewanitaan. TFS

    ReplyDelete
  11. Ngeri ya ternyata :(
    Selama ini saya masih kurang paham tentang kanker serviks, akhirnya mendapat pencerahan.

    ReplyDelete
  12. wah ada promo buat pap smear dengan harga terjangkau jadi lebih semangat buat periksa kesehatan :)

    ReplyDelete
  13. Jadi udah tau berapa ukurannya skrg ?

    ReplyDelete
  14. Acaranya sangat mengedukasi wanita nih , seru, dan bermanfaat banget ya

    ReplyDelete