Mengajak Anak Berwisata Rasa Lewat MPASI Homemade

Bismillah.. 

Apa kabarnya mentemen semua, di postingan kali ini Buyu mau sedikit flashback mengenai pemberian MPASI pada anak - anak Buyu nih. Mentemen juga pasti memberikan MPASI terbaik kan ya untuk buah hatinya. Buyu yakin nih untuk mentemen yang anaknya lebih dari 1 pasti mengalami perubahan informasi mengenai MPASI. 

Banyak mitosnya atau lebih banyak faktanya ni pas masa MPASI anak - anak mentemen. Yukslah kita ngobrol. Buyu duluan ya yang cerita. 



Kalau dulu masanya abang Rafasya sekitar tahun 2012, MPASI itu menu tunggal dan tidak boleh diberikan rasa alias plain. Ya nggak sih? Plus satu menu tunggal harus diberikan sebanyak 3 kali untuk melihat apakah ada reaksi alergi atau tidak. Jadi kurleb beginilah bentukan awal MPASI abang Rafasya. 



Asli itu Kabocha cuma dikukus terus dicampur ASIP fresh. Setelah dilihat fotonya baru ngeh ya kalau pada ASIP itu ada rasanya ya. Hihi.. Jadi ya wajar saja kalau abang Rafasya lahap nggak pakai nolak. Rasanya mirip sama ASI yang biasanya diminum. 


Oke lanjut dengan masa MPASI abang Arsel. Masa Arsel mulai makan itu sekitar tahun 2017. Aturannya masih sama harus mengenalkan menu tunggal tapi nggak perlu menunggu 3 x. Kalau 1x nggak timbul alergi sudah boleh berganti ke menu tunggal lainnya. Tapi tetap masih tanpa gulgar atau bumbu lain di awal pemberian MPASI. Seperti ini penampakannya. 





Saat Adzki hadir Buyu kira panduannya masih sama, ternyata sudah berbeda sekali. Masa MPASI Adzki masih berlangsung sampai sekarang. Awal MPASI Adzki di tahun 2022. Ternyata MPASI yang diberikan sudah boleh diberikan gulgar, bumbu bahkan keju pun sudah boleh sedari awal. Wuahh lebih seru kan yaa. Jadi lebih mudah menyesuaikan dengan menu keluarga saja. 

Jangan - jangan dulu pas masa abang Rafasya dan abang Arsel sempat GTM salah satunya karena MPASI mereka yang kurang ada rasa yaaa. Ya memang hanya satu kemungkinan dibandingkan berjuta alasan lain anak GTM. Dunia ibu berasa runtuh gak sih kalau anak GTM?  

Apalagi sekarang ada kekhawatiran kalau GTM dibiarkan bisa menjurus ke stunting karena anak nggak mendapatkan nutriai terbaik di 1000 hari pertama. Yup masa - masa emas bgt kan. Sebisa mungkin nutrisi anak harus baik agar pertumbuhannya bisa berjalan baik. 


Hal ini sejalan dengan kampanye terbaru dari Royco yaitu "Wisata Rasa MPASI Royco". Buyu yang hadir saat Press Conference kemarin menyaksikan pemaparan dari nara sumber yang mumpuni. Mereka adalah 

• Amaryllis Esti Wijono – Direktur Nutrition Unilever Indonesia

• Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN – Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas

Ekologi Manusia IPB University

• dr. Miza Afrizal, SpA – Dokter Spesialis Anak

• Nikita Willy – Celebrity Mom





Dari acara ini saya jadi tahu bahwa Royco Kaldu Spesial Hijau yang diformulasikan tanpa micin, lebih rendah garam dan tanpa pengawet bisa menjadi tambahan alternatif rasa untuk MPASI. Hah memangnya nggak bahaya yah Buyu? 

dr. Miza mengatakan bahwa indera pengecap bayi sudh bekerja sejak di dalam kandungan sekitar trimester 3. Bayi sudah bisa merasakan asi yg tidak plain, gurih, tgantung apa yg dimakan oleh ibu.

Oleh karena itu pemberian MPASI sekarang  boleh diberikan rasa. Namun harus diingat ya pemberian rasa termasuk gula garam atau bumbu lainnya diperbolehkan, selama masih dalam batas aman. Untuk garam alias natrium misalnya, usia 6-12 bulan bisa diberikan 1 gram natrium / hr, usia 1 - 2 tahun bisa diberikan 2 gram natrium / hr, kemudian di atas 2 tahun sampai dewasa : tidak lebih dari 3 gram. 


Royco bekerja sama denvan  IPB University juga melakukan pemberdayaan kepada para kader kesehatan mengenai edukasiseputar nutrisi dan menu MPASI. Hal ini dijelaskan oleh Prof. Dodik, betapa para kader sangan bersemangat demi mencapai misi bersama yaitu Indonesia Bebas Stunting. Pemberian informasi juga demo masak pada kader terbukti menambah pengetahuan para kader tentang MPASI sebanyak 56,2%. 





Kemudian acara dilanjutkan dengan demo masak dari Nikita Willy ibu dari Baby Isa yang sedang mengeksplorasi beragam bahan makanan. Daku semngat sekali karena melihat Nikita luwes sekali mencampur adonan bakso dan menambahkannya pada tahu yang sudah dibelah. Ternyata karena Nikita sering mengajak baby Isa berwisata rasa dengan memasakkan menu MPASI di rumah. Nikita juga mengungkapkan bahwa Royco Kaldu Spesial ini cocok untuk menu MPASI sebagai perasa tambahan. 


Keesokan harinya Buyu langsung eksekusi Tahu Baksonya dong. Pas banget serumah lagi batpil jadi enak nih kalau menyantap yang berkuah dan banyak protein bukan tepungnya. Mentemen bisa mendapatkan menu MPASI ini juga beragam menu lainnya di website Royco juga Instagram resmi Royco ya. Gemesin deh websitenya didesain seperti Royco Kaldu Spesial dengan warna Hijau dan juga merah. Berikut bahan - bahannya yaa. 


Bahan-bahan Tahu Bakso Kuah

  • 600ml kaldu ayam tanpa garam
  • 6 buah tahu putih kecil, belah tidak putus
  • 1 buah wortel, iris seperti bunga 1cm
  • 1/2 batang daun bawang hijau, iris halus

Isi Tahu Bakso

  • 180 g daging ayam giling halus
  • 3 sdm bawang bombay, cincang halus
  • 1,5 sdm maizena
  • 1 siung bawang putih, haluskan
  • 1/4 sdt Royco Kaldu Spesial Ayam 
  • 1 cm jahe, haluskan
  • 1/4 sdt gula pasir

Cara Membuat Tahu Bakso Kuah

  1. Isi : dalam wadah campur daging ayam giling, daun bawang, tepung maizena, bawang putih, Royco Kaldu Spesial Ayam, jahe dan gula pasir, aduk hingga rata
  2. Isi tahu dengan adonan ayam, ratakan, ulangi hingga bahan habis
  3. Didihkan tahu, rebus tahu hingga matang, tambahkan wortel, rebus wortel hingga hingga empuk, lalu angkat
  4. Tata dalam mangkuk saji, taburi dengan daun bawang
  5. Sajikan dengan nasi putih hangat

 


Cara membuatnya gampang tinggal campur saja semuanya. Hasilnya seperti ini ya. Buyu sengaja membuat bola - bola bakso dengan sisa adonan. Jadi bisa Adzki tusuk dan makan sendiri. 



Alhamdulillah Adzki doyan. Sampai nambah 5 bakso lagi lho. Wahh jadi makin semangat nih berwisata rasa dengan Adzki menggunakan 2 varian rasa Royco Kaldu Spesial yaitu Bumbu Kaldu Rasa Ayam
Spesial dan Bumbu Kaldu Rasa Jamur Spesial. Pokoknya diingat saja ya mentemen. Jangan berlebihan dalam memberikan perasanya, harus sesuai anjuran.



Kira - kira habis ini kita coba menu yang mana ya Adzki? Kalau mentemen ada pengalaman tentang MPASI yang berkaitan dengan penambahan rasa kah? Atau cerita lainnya? Boleh dishare yaa





4 comments

  1. Buku resepnya itu fullcolour jadi mamak yang males masak pun akhirnya semangat masak makasiii royco

    ReplyDelete
  2. Iya, pakai rasa ya mba, biar si kecil lahap makannya 🥰

    ReplyDelete
  3. Gampang buatnya ya...

    ReplyDelete