November 29, 2016

Bebersih Rumah demi Kolong tetap Kinclong

Dulu di rumah mama memang ada Asisten Rumah Tangga, namun mama mewajibkan saya untuk membersihkan kamar saya sendiri sejak SMP. Saat ART sedang nggak masuk atau kami sedang berganti ART, beberapa tugas rumah pun menjadi tanggungan saya. Apalagi saat kuliah dan jam masuk kelas yang siang. Pagi hari mama akan pergi ke pasar lalu langsung memasak. Jadi saya mengakrabkan diri dengan mencuci, menyapu, mengepel dan mengelap rumah. Biasanya jika ada kuliah siang, saya diizinkan mama untuk bangun paling telat jam 6 pagi. Kemudian memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci, sementara mesin cuci melakukan tugasnya saya menyapu rumah sambil membawa lap. Gunanya lap apa? Mama mengajarkan saya untuk menyapu sembari mengelap perabotan yang ada di rumah. Jadi rumah terlihat selalu bersih. Setelah selesai menyapu dan mengelap perabotan rumah, kain pel sudah menunggu. Sembari menunggu lantai kering saya sempatkan untuk sarapan. Nggak bisa leha - leha dulu, karena mesin cuci sudah selesai dan waktu menjemur sudah tiba. Kalau semua baju bersih sudah tersusun rapi di jemuran, baru deh saya menonton TV sebentar lalu siap - siap berangkat ke kampus.


Lelah? Pasti. Tapi anggap saja olahraga sebelum kuliah. Kadang campur sebal sih jika cucian kotor banyak, baik baju atau piring sementara saya bangun kesiangan. Haha.. Namun saat sudah menikah dan tidak tinggal di rumah mama, saya merasakan manfaat dari "paksaan" beberes rumah di masa sekolah. Saya jadi nggak bisa lihat lantai kotor sedikit. Bawaannya kepingin menyapu aja. Apalagi lantai yang lengket, duh pengen cepat - cepat kencan sama kain pel deh rasanya. Saat ngekos setelah menikah, membersihkan kamar cuma hitungan menit. Ya, setelah menikah saya dan suami langsung keluar dari rumah mama. Karena dua - duanya kerja jadi nggak kepikiran untuk kontrak rumah, jadi kami ngekos. Episode ngekos berlalu, kami pun mulai menempati rusunami saat saya sedang hamil 5 bulan. Lumayanlah, agak - agak setengah jam untuk membersihkan rusunami kami yang berukuran kurang lebih 5 x 6 m persegi. 

Saat Rafsaya lahir saya semakin rajin membersihkan unit rusunami kami. Apalagi saat Rafasya mulai merangkak. Tahu sendiri kan ya, bayi hobi banget ngemut tangan. Jadi dalam sehari saya bisa mengepel 2 x. Sekarang saat Arsel lahir saya sudah memiliki ART. Saat saya mengetahui bahwa saya harus segera operasi sesar, saya langsung menghubungi ART dan memintanya mencuci semua korden di rumah, menjemur karpet, mengganti sprei dan ekstra mengelap perabotan. Ada bayi berumur 4 hari mau masuk ke rumah. Kasihan kan kalau ia sampai kenapa - kenapa akibat debu. Alhamdulillah baik saya dan suami tidak ada yang memiliki alergi debu, namun tetap saja lebih baik bebersih kan?


Saya sangat rewel masalah kotoran di kolong, entah kolong tempat tidur, kolong sofa atau kolong lemari. Nyaris semua lemari di rumah saya, memiliki kolong yang bisa dimasuki sapu dan alat pel. Semua karena saya merasa nggak nyaman dengan lemari yang menempel ke lantai. Biar bagaimanapun pasti ada celah yang membuat debu bisa masuk deh. Makanya saat ada ART dan saya harus bedrest disambung lahiran Arsel yang membuat waktu saya disandera bayi, saya sampai membuat to do list untuk ART. Karena Qadarullah ART saya agak musuhan sama kolong - kolong entah kenapa. Haha..


Meski ada ART saya rajin inspeksi kolong, kalau belum bersih ya langsung ambil sapu lanjut kain pel supaya kolong tetap bersih. Kebayang nggak saat hamil trimester 3 saya harus menunduk demi membersihkan kolong sofa dengan perut buncit.  Masih mendinglah kolong sofa paling hanya 60 cm. Yang lumayan itu kolong tempat tidur, karena posisinya agak dipojok. Jadi ya, gitu deh. Bikin bumil kurang hepi. Setelah operasi sesar saya pun tetap inspeksi kolong. 


Saat Arsel tidur saya sering menggunakan waktu untuk mencicil postingan di blog, atau yang paling sering ya saya ikutan tidur. Namun sekarang di waktu luang yang sempit saya harus membaginya dengan inspeksi kolong. Duh meskipun menyapu dan mengepel demi membuat rumah bersih itu menyenangkan, tetap saja saya berharap memiliki vacuum cleaner. Sejak pindah ke rumah sekitar 2 tahun yang lalu, sampai sekarang kami memang belum memiliki vacuum cleaner. Jangankan beli vacuum cleaner, awal pindah ke rumah kami cuma punya meja TV dan karpet. Setelah hampir 2 tahun, baru deh isi rumahnya agak ramai. Haha..

Sekarang saya jadi semakin mendambakan kehadiran vacuum cleaner demi membantu saya membersihkan rumah. Selain kolong lemari atau tempat tidur, sofa dan karpet yang dibersihkan dengan vacuum cleaner tampaknya praktis sekali untuk membantu mengusir debu dari rumah kami. Biasanya sih karpet di depan TV akan dijemur seminggu sekali. Namun dengan intensitas perjumpaan dengan matahari yang semakin berkurang, karpet pun hanya di kibas -kibas saja. Makanya saya mulai browsing tentang vacuum cleaner. 


Pas mampir ke postingan tentang rumah bersih di The Urban Mama saya tertarik sama vacuum cleaner keluaran Electrolux Indonesia yang  Ergorapido tipe ZB3114AK.  Kenapa kok suka sama si Ergorapido tipe ZB3114Ak ini? Selain karena keluaran Electrolux yang sudah berpengalaman lebih dari 100 tahun, iya Electrolux sudah berkutat dengan dunia vacuum cleaner sejak 1912 lho alias #over100yearselectoluxvacuum, juga karena warnanya itu rose gold. Matching deh sama nuansa ruang tamu saya yang abu - abu orange. Nggak cuma itu, Ergorapido tipe ZB3114AK ini juga : 

1. Cordless. Penting ini. Biasanya dalam scene saya menyapu atau mengepel terkadang ada cameo anak laki - laki yang berlari - lari di sekitar saya. Sebentar lagi, cameonya nggak cuma tetapi 2. Hihi.. Kebayang kan kalau saya menggunakan vacuum cleaner dengan kabel panjang backsound tangisan karena tersandung kabel akan sering terdengar. 

2. Bisa berdiri sendiri. Lihat kan bagaimana bentuk vacuum cleaner Ergorapido tipe ZB3114AK ini? Awalnya saya pikir bakalan repot nih kalau sedang menggunakannya untuk bebersih tetiba duo bocil perlu dibantu sesuatu. Saya harus mencari senderan untuk si vacuum cleaner ini dulu dong ya? Tetoot.. Nggak perlu repot gitu buibu. Langsung saja tinggalkan si Ergorapido tipe ZB3114AK ini. Karena ia memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri. Jadi nggak ada cerita deh vacuum cleaner kita kepleset saat nyender di tembok dan menyisakan baret hitam di tembok. No worries.

3. Lithium Turbo Power. Keberadaan Lithium Turbo Power ini akan membuat waktu pengisian baterai menjadi lebih cepat dan waktu penggunaan vacuum cleaner yang lebih lama. Cocok nih untuk ibu - ibu  yang sudah sesar dua kali seperti saya. Bawaannya pelupa melulu soalnya. Haha.. Kalau lupa mengisi baterai dan ingin menggunakan Ergorapido tipe ZB3114AK saya nggak perlu menunggu lama. Bisa lah sambil nenenin adek diisi baterainya trus waktu si adek tidur saya bebersih.

4. Manuver 180 derajat. Seperti sudah saya sebutkan diatas, posisi tempat tidur saya agak di tembok, jadi jika menggunakan sapu pun pembersihan yang maksimal hanya bisa dilakukan dari 3 sisi. Dengan kemampuan manuver Ergorapido tipe ZB3114AK sampai 180 derajat, saya bisa membersihkan kolong tempat tidur lewat dua sisi saja. Membersihkan kolong jadi makin singkat waktunya.

5. 2-in-1 cleaner. Maksudnya bagaimana? Jadi Ergorapido tipe ZB3114AK ini memiliki 2 pilihan mode pembersih, mode pembersihan regular dan mode pembersihan super cepat dan bertenaga. Pasti membersihkan kolong akan semakin cepat dan bersih. Ah, waktu curi - curi tidur saya jadi lebih panjang tampaknya.

Dan video berikut pun semakin membuat saya jatuh hati pada vacuum cleaner berwarna rose gold dari Electrolux ini.



Dengan kemampuan Ergorapido tipe ZB3114AK yang saya uraikan diatas plus menonton videonya, jadi nggak sabar deh membawa pulang 1 untuk menjaga agar rumah saya lebih bersih dan sehat. Soalnya meski rumah saya desainnya tanpa sekat supaya perputaran udara lancar , namun ternyata debu juga jadi lancar mampir. Duet maut antara to do list untuk ART dan Ergorapido tipe ZB3114AK pasti akan membuat kolong - kolong di rumah saya tetap kinclong. Rumah sehat dan bersih, come to mama.


12 comments:

  1. Buyuuu.. Samaaa..aku juga paling gemess kalo kolong2 kotor. Asa ada yg kurang kalo ga bersihin kolong tiap hari..

    Mudah2an wishlist vacuum cleanernya terwujud ya.. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kannn... brasa gmana gtu klo kolong ga bersih. Aamiin..haha

      Delete
  2. Duh jadi merasa aku pemalas setelah merantau sendiri. haha. Dulu pas jaman sekolah rajin juga padahal. Sekarang ga tiap hari nyapu kamar kost *maluw*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayooo mulai nyapu2 lagi tyap hari. Hihi..

      Delete
  3. Wahh vacum cleanernya ketje ��.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keceh bgt emang. Bikin mupeng yaaa...

      Delete
  4. Aku juga paling males ngolor-olor kabel vacum mbak.. ini vakum keren amat ya? Praktis, ukurannya sama kayak sapu biasa. Pengen punya jugaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa... keren maksimal. Langsing macam aku. Ehh.. haha..

      Delete
  5. Samaaa Yu, aku jg dulu suka nyapu n ngepel berkali2 di rumah waktu blm pnya vacum ;p

    ReplyDelete
  6. yang bisa aku tarik kesimpulan dari postingan ini (selain vacuum cleanernya) adalah bahwa kita memang kudu mengajarkan anak biar gak manja-manja sejak kecil. Anak kalau bisa jngan dbiasakan apa2 ART begitu, mereka memang kudu diajarkan tanggung jawab (termasuk pada kebersihan) makasih infonya mbak.

    ReplyDelete
  7. Aku klo lg ga ada mbak jd ga berenti nyapu apa ngepel, tp klo ada embak malah permisif. Lelaaah.. huhu.

    ReplyDelete