December 2, 2016

Bekas Operasi Sesar (Kedua) yang Bernanah

Sekitar 3 minggu pasca operasi, saya merasakan perut saya sakit. Lebih tepatnya di bekas operasi sesar saya. Rasa sakit ini awalnya saya rasakan setelah acara Aqiqah Arsel. Saya pikir saya kelelahan saja. Namun saat saya memperhatikan bekas operasi saya, tampaknya agak memerah. Oke, saya masih biasa saja. Saat mandi sore, saya kembali memperhatikan bekas operasi yang terasa nyeri. Ternyata di ujung kiri bekas operasi terlihat ada sedikit tonjolan berisi cairan berwarna kuning pucat. Kalau menurut saya si cairan kuning pucat itu adalah nanah. Jumlahnya sedikit, sedikit banget malah. Hal ini cukup untuk membuat saya bertanya, dengan agak sedikit deg - degan, pada obgyn kesayangan.

Saya diminta untuk menunggu sampai esok hari dan mengirimkan foto bekas operasinya. Keesokan harinya setelah mandi pagi ternyata bekas operasi di bagian kiri masih merah dan tonjolan yang saya maksud masih ada. Namun cairan nya tidak terlihat berwarna kuning pucat, melainkan pink kemerahan. Saat saya seka dengan tisu, terlihat warna pink kemerahannya. Tidak perlu menunggu lama, saya langsung mendapat balasan dari dr. Nana yang meminta saya untuk datang ke rumah sakit.


Setelah diperiksa, nanahnya sudah tidak ada. Namun masih ada cairan pink kemerahan. Jadi langsung ditekan di sekitar bagian yang ada tonjolan nya untuk mengeluarkan cairan tersebut. Sebenarnya sih nggak sakit, tapi karena membayangkan di sekitarnya ada perut yang sekitar 3 minggu yang lalu dibuka saya jadi deg - degan berat. Haha..


Dari hasil observasi dr. Nana, bekas operasi sesar saya yang kemarin sedikit bernanah ini aman kok. Saya tetap boleh mandi seperti biasa. Kemudian saya dibekali salep Bioplacenton untuk dioleskan HANYA pada bagian yang ada cairan kemerahannya saja. Saya harus mengoleskannya setelah mandi pagi dan saat akan tidur di malam hari. Selain salep saya juga diminta untuk mengkonsumsi susu tinggi protein. Saya baru tahu lho kalau ada susu semacam ini.



Seperti kita ketahui bersama, pasien yang baru saja melakukan operasi biasanya akan diminta untuk mengkonsumsi banyak protein. Itu juga yang mendasari mengapa di rumah sakit setiap hari saya diberikan telur rebus. Susu yang bisa membantu mempercepat pemulihan pasca operasi yang diberikan pada saya adalah Peptisol. Susu ini bisa dibeli di apotek ya. 1 kotak Peptisol ini harus dikonsumsi sebanyak 3 kali sehari dan saya diminta untuk mengkonsumsi 6 kotak. Lumayan berat untuk saya yang bukan peminum susu rutin. :D Namun demi kesembuhan luka pasca operasi sesar saya, tetap saja saya telan. Ada 2 varian rasa, vanilla dan cokelat. Harga per kotak kalau tidak salah sekitar 70ribuan, lupa karena struknya sudah terbuang dan sekalian beli obat lain waktu itu. Hehe.. Dua - duanya cukup enak menurut saya. Meski tetap saja saya sempat mengakalinya dengan mencampurkan susu bubuk rasa cokelat ini dengan buah alpukat. Yang penting masuk perut kan yaa..





Alhamdulillah sekarang kurang lebih 1,5 bulan setelah operasi sesar, luka bekas operasi saya sudah tidak mengeluarkan cairan. Sebenarnya sekitar 3 hari setelah minum susu tinggi protein dan salep lukanya sudah membaik. Oh, ya salep yang saya gunakan dihentikan setelah 3 hari pemakaian. Karena  ternyata lokasi yang mengeluarkan cairan tetap memerah. Jadi sesuai arahan dr. Nana yang setiap pagi saya kirimi foto, saya menghentikan pemakaian salep itu.

Cenat cenut di area bekas sesar sudah hilang. Seneng banget rasanya, karena lumayan ganggu. Soalnya waktu luka bekas operasi sesar saya sedikit bernanah, saya jadi merasa agak sakit sewaktu menggendong Arsel. Belum lagi saat Arsel menyusu di payudara kanan, berarti kan kakinya ada di atas bekas operasi sesar yang sebelah kiri. Dimana di sebelah kiri itu adalah luka pasca operasi sesar yang mengeluarkan cairan. Saat kaki Arsel bergerak - gerak. Mmmhh... Nyeri cenat - cenut asoy rasanya. Kalau sekarang sih saya sudah setrong lagi. Sudah siap bangun tengah malam untuk nenenin sambil berdiri. Haha..