April 17, 2013

Belajar Toilet Training

Ceritanya gara2 Bundanya Rafa abis baca plus ikutan diskusi di sebuah forum tentang Toilet Training (TT) ini. Ternyata kok ya Rafa sdh masuk usia untuk melakukan TT. Jadi dengan semangat Bunda pun mencoba mengajarkan Rafa untuk pup dan pipis di toilet. Padahal neneknya sdh ngingetin dari Rafa umur setahun. Hehehe.. Bundanya keenakan bergantung sama diapers nih. Emang nih diapers itu mempermudah sekaligus membuat terlena.

Konon katanya, dari hasil googling dan baca sana - sini, memulai Toilet Training itu baiknya di usia 18 - 24 bulan. Kenapa? Karena di usia ini anak sudah mampu mengenali rasa ingin pipis / pup disebabkan oleh otot pengatur rasa ini sudah bekerja dengan sempurna. Juga karena anak sudah mulai bisa diajak bicara dan mengerti. Tambahan lagi, mengajarkan anak untuk TT di usia lebih dari 3 tahun akan lebih susah lagi. Mungkin karena si anak betul-betul sudah terbiasa pipis dan pup di diapers kali ya.. Trus kabarnya anak laki - laki dan perempuan itu berbeda kemampuan TTnya. Kalau anak laki-laki akan mahir TT di usia 2,5 tahun dan anak perempuan di usia 2 tahun. Ini kalau saya nggak salah baca yaaa.. Nah sekarang Rafa sudah 20 bulan. Waaa.. sudah waktunya nih.


Jadi kurang lebih sudah semingguan Rafa pakai diapers kalau tidur malam saja. Selebihnya pakai celdam saja. Metodenya kurang lebih begini :
  1. berulang kali bilang ke Rafa : " Rafa anak pintar, anak pintar kalau pup / pipis di kamar mandi ya.." Berulang2 sampe kaya kaset rusak. Di saat dia lagi main, ntn tv, pokoknya diulang terus.
  2. hypno soal TT. Pas Rafa ngantuk entah sambil nyusu atau pun nggak saya jg selalu mengulang poin no. 1 tadi. Lebih sering lagi kalau dia mau tidur malam.
  3. Teratur diajak ke kamar mandi. 3 hari pertama saya masih 'membaca' pola pipisnya. Sudah bisa ditebak Rafa pipis dimana-mana, terlebih hari pertama. Saya memakaikan celdam dan cover clodi supaya pipisnya nggak bikin Rafa terpeleset. Hari ke 2 Rafa mulai paham kalau dipa pipis berarti basah. Jadi dia akan langsung jalan ke toilet sambil bilang kalau dia pipis. Di hari ke 2 ini saya sudah mulai bisa membaca interval pipisnya. Awalnya setiap 30 menit saya ajak ke toilet. Yang ada, malah main2 anaknya. Akhirnya hari ke 3 sampai sekarang saya ajak setiam 1 jam sekali. Cover clodi pun sudah saya lepas.
  4. Jika berhasil pipis di kamar mandi beri hadiah. Hadiahnya simpel aja kalau Rafa. Cukup bilang dia anak pintar / kebat / kesayangan Ayah Bunda sudah bisa bikin Rafa cengar cengir. O,ya sejauh ini Rafa baru berhasil pipis sendiri di toilet sebanyak 2 kali. Meski belum dibuka celananya. Hahaha.. Gpp.. Kan namanya jg belajar.
  5. (seharusnya) Stop diapers sama sekali. Nah ini nih PR buat saya. Sampai sekarang blm bs total. Soalnya saya nggak mau kasur diompoli Rafa. Lah mau jemur dimana? Secara rumah ga napak tanah. Hohoho.. Trik saya adalah memesan Sprei Anti Ompol. Tapi blm dtg nih...
Mungkin karena Rafa belum betul2 lepas diapers, dia jadi suka bingung. Karena di hari ke 4-5 kalau sudah pakai diapers dan mau pipis dia akan bilang " Nda, pipis.." Berarti kan sebetulnya dia sudah mengerti kalau pipis bilang dan harus di kamar mandi. Efeknya adalah kemarin dia pipis nggak bilang cuma tetap lsg jalan ke kamar mandi. Niatnya sih saya mau beli stiker2an buat dikasih ke Rafa kalau dia berhasil pipis di kamar mandi. Atau cari Toilet Training Charts yang lucu-lucu kaya gini. Oke banget ya gambarnya. Kalau Bundanya kreatif bisa nih dikasi foto anaknya..




Kira - kira kalau nanti si sprei sudah datang apakah tiap malam Rafa tetap dibangunkan setiap jam untuk pipis ya? Soalnya kan Rafa masih ASI, berarti selama tidur malam dia tetap minum. Masih bingung nih. Ada yang mau kasih tips ke saya? Sambil nunggu tips yang lain saya mau nabung semangat dulu ahhh....