February 15, 2015

Rafa dan Angka

Kami memang belum mengajarkan angka atau pun huruf pada Rafa. Bukan yang betul - betul mengajarkan ya. Tapi dengan seringnya naik turun lift saat masih tinggal di langit kemarin, akhirnya Rafa lumayan kenal dengan angka 1,2,3. Meski sekarang kalau ditanya pasti sudah bubar jalan semuanya. Untuk huruf, hanya nama panggilannya yang baru kami kenalkan. Itu juga masih dalam tahap mengenalkan.

Makanya saat kami pindah rumah, saya dan suami sepakat untuk membeli jam dinding yang ada angkanya. Karena sekarang Rafa sudah mulai mengenal waktu dalam melakukan sesuatu.



"Rafa boleh nonton TV nggak bunda? "
" boleh, tapi 15 menit aja ya. Setelah itu tdr siang. " 

Seringkali diberikan jawaban seperti itu rupanya membuat Rafa penasaran. 

"15 menit itu segini ya bunda? " sambil menunjukkan kelima jari tangan kanannya.
" iya, segini tapi ada 3. Kalau 1 tangan, itu namanya... "
"Lima ya bunda.."

Akhirnya sekarang, dengan menggunakan jam dinding, saya mencoba memberi tahu dirinya. 

"Boleh main sepeda 20 menit ya nak. Nanti kalau jarum panjangnya ada di angka 1, selesai ya.."
"OK, bos. " anaknya mulai sok asyik ya jawabannya.

Saya memang sengaja memilih angka 1 dan 2 sebagai perkenalan. Namun posisi jam dinding yang di atas membuat Rafa agak sulit. Mulai kemarin saya coba untuk menggunakan jam tangan. Saya berikan jam digital Rafa.



"Kalau angka yang di bagian ini sudah berubah menjadi 2 dan 0 Rafa selesai ya main airnya. " 
" iya bunda." iya aja dulu.ah, urusan praktik mah pasti mundur beberapa menit. Haha..

Sejauh ini Rafa mulai akrab dengan angka 0, 1 dan 2. Saya sudah terpikir untuk membuat jam dari kardus bekas untuk latihan. Tapi sembari emaknya ngumpulin mood, eh anaknya ternyata pengen latihan angka pakai jam emaknya. Setelah dilihat, dari beberapa jam tangan emaknya kok ya nggak ada yang pakai angka kecuali untuk tanggal yaaa...



Errrrr..... Waktunya beli jam tangan baru nih kayaknya.