July 9, 2015

Bunda Nggak Mau Meninggal ya ?

Setelah melalui beragam pertanyaan mengenai hal - hal di luar yang saya duga ia akan bertanya ( bisa dibaca disini, disini dan disini serta disini ), kemarin ia melontarkan pertanyaan lain yang nggak kalah mengejutkannya untuk saya.

Situasi : Rafa sedang asyik main lego sementara saya asyik main handphone  (udah deh nggak usah menjudge, sebelum main handphone saya sudah menemaninya bermain kok, jadi ini me time dikit lahh..).

Rafasya : Bunda, meninggal itu apa sih?
Bunda : Men.. Momen ini datang lagi aje. Taro handphone, Mulai deg2an..
             Meninggal itu saat Rafa sudah nggak ada lagi di dunia Nak. Sudah nggak bisa makan dan minum lagi.
R : Nggak bisa main lego lagi ya Bunda?
B : Iya
R : Trus kalau nggak di dunia kita kemana Bunda?
B : Nelen ludah, mengingat kemampuan agama yang masih tiarap
     Ya kita kalau sudah meninggal itu akan kembali sama Allah. Jadi..
R : memotong omongan emaknya
     Jadi kita ketemu Allah ya Bunda?
B : Iya.
R : Jadi kalau mau ketemu Allah kita harus meninggal dulu ya Bunda?
B : ...I..iya Nak.. Mulai curiga sama pertanyaan lanjutannya
R : Jadi kapan rafa meninggal Bunda?
B : Eh?
     Ya Bunda nggak tau nak. Yang tau umur manusia itu cuma Allah
R : Mulai jalan ngedeketin emaknya 
     Yahhh... Kapan dong Bunda? Rafa kapan meninggalnya?
B : Bunda nggak tau Rafa. Itu rahasia Allah. Yang penting kita tetap harus berbuat baik dan selalu ingat sama Allah
R : Muka bete bin kesel, trus ngomong dengan nada suara yang meninggi
     Ah Bunda mah.. Kan rafa sudah berbuat baik, sudah beresin mainan, sudah baca doa kalau mau masuk kamar mandi. Jadi pasti ketemu sama Allah kan Bunda? Kapan dong Bunda Rafa meninggalnyaaaaaaa...? Agak horor ya kalau terdengar orang lain.
B : Bunda tetap nggak tau Nak. Iya Rafa kan anak pintar, sudah bisa..
R : (motong omongan emaknya lagi)
     Kan kalau berbuat baik bisa masuk surga kan Bunda? Iya kan? Bunda memangnya nggak mau meninggal ya? Nggak mau ketemu Allah ya? Ayo dong kita meninggal. Rafa mau ketemu Allah nih..
B : (lagi - lagi mamake speechless..)
    ...


     ...

R : Eh Bunda, ada Upin Ipin. Rafa mau nonton deh, abis ini baru bobok ya...
    Anaknya balik lagi duduk ke dekat lego sambil nonton tv, ninggalin emaknya yang bengong. Ahh..Seandainya saja keberanian saya untuk meninggal seperti Rafa. Lagi - lagi saya belajar dari kepolosan buah hati saya.

Kepolosan dan pola pikir yang saya nggak tahu apakah sama seperti anak yang berusia akan 4 tahun di luar sana ini juga yang ternyata membuat Rafa mendapatkan bintang "kritis" saat acara penutupan akhir tahun di sekolahnya.