February 8, 2016

Martabak Kekinian (untuk saya..)

Martabak.
Jenis makanan yang satu ini tampaknya memiliki banyak penggemar. Mau martabak manis atau martabak telur, keduanya sama - sama menggoda. Biasanya saat di rumah orang tua, saya biasa membeli satu kotak martabak manis dan satu kotak martabak telur. Selain karena jumlah orang yang banyak, juga karena keduanya sama - sama disukai. Kalau di rumah saya mah jarang beli martabak. Karena bahaya, bisa - bisa saya yang menghabiskan sisa martabaknya. Haha..

Karena penghuni rumah yang hanya 3 orang, maka martabak jarang sekali ditemui di rumah saya. Martabak ini termasuk dalam kategori makanan #nggaksehattapienak buat saya. Coba saja hitung bahan baku yang digunakan untuk membuat martabak manis. Telur, tepung terigu dan mentega sudah harga mati. Belum lagi isiannya ada taburan gula pasir, taburan cokelat meises, taburan keju Cheddar, taburan kacang tanah dan beraneka ragam taburan martabak lainnya. Semuanya itu isinya hanya kalori kan?
Tapi kenikmatan saat menyantap martabak manis yang baru matang itu bener - bener deh. Bener - bener bikin pengen nyomot satu lagi. 




Ada apa nih tiba - tiba saya ngomongin martabak? Ya selain karena memang saya doyan makan, juga karena tadi malam saya baru mencicipi satu topping martabak manis yang baru saya ketahui. Di jalan pulang dari salah satu Mall tadi malam, saya kok merasa ingin ngemil. Saat saya utarakan pada suami, ia menyarankan agar saya mencicipi satu topping martabak Ini. Pada saat mendengar ada topping tersebut saya kaget. Memangnya ada ya topping itu di martabak manis? Karena penasaran maka kami pun mencari abang martabak yang menjual martabak ini. Dari 4 atau 5 penjual yang kami temui ternyata tidak ada yang menjual martabak dengan topping yang membuat saya penasaran. Saat kami sudah memutuskan untuk pulang, ternyata ada penjual martabak yang belum kami hampiri. Dan ternyata, topping yang saya cari ada! 

Mau tahu topping apa yang saya cari? Ini dia toppingnya..


Yup, ketan hitam alias ketan item. 




Inilah martabak kekinian untuk saya. Martabak ketan hitam. Adonan martabak manis panas yang diawali dengan olesan separuh porsi mentega (saya selalu meminta pada penjual martabak untuk mengurangi jumlah mentega yang dioleskan pada martabak manis pesanan saya, supaya nggak terlalu merasa bersalah sewaktu menyantapnya meski sebenarnya nggak ngaruh. :D). Dilanjutkan dengan topping ketan item, taburan kelapa parut dan gula pasir sebagai penutup. 




Bagi saya yang terlanjur memiliki kesan bahwa martabak itu ya martabak manis dan martabak telur, pertemuan dengan martabak ketan hitam ini memberikan citarasa baru. Ternyata malah dulunya martabak itu ya martabak ketan hitam ini. Meski sekarang tampaknya sudah jarang penjual martabak dengan topping ini. Sebagian besar penjual martabak adalah martabak bandung dan martabak kekinian. Dari sedikit obrolan dengan penjual martabak, ternyata martabak ketan hitam ini masih menjadi favorit. 

"Tapi kebanyakan orang tua, kalau yang seperti mbak gini jarang. "



Berarti saya yah yang kudet. Padahal rasa martabak ini enak sekali. Terasa tradisional gtu saat dimakan. Enak deh. Kalian sudah pernah makan martabak ketan hitam ini atau belum? Harganya paling murah dibandingkan martabak dengan topping lain. Insya Allah halal..