July 29, 2016

Jalan - Jalan ke De Ranch Lembang, Bandung

Saat libur Lebaran kemarin hampir selesai dan cuti ayah masih ada, langsung dong kami pengen jalan - jalan. Tebak mau jalan - jalan kemana? Yak benar. Ke Bandung (lagi dan lagi). Haha.. Karena memang  masih banyak banget objek wisata di Bandung yang belum kami kunjungi. Selain jarak yang nggak terlalu jauh, bumil dan pakmil juga nggak perlu hitung - hitungan ongkos pesawat terbang. Ya siapa juga yang mau mbayarin kann.. :D

Saat bikin tujuan mau kemana saja selain berkunjung ke rumah saudara, saya mengajukan daerah Lembang yang memang belum pernah kami datangi sekeluarga. Well, saya dan Rafasya sudah pernah berkunjung ke Lembang beberapa kali tapi dengan kakek nenek Rafasya. Ayah juga sudah pernah ke Lembang untuk acara kantor. Jadi langsung deh tempat wisata di Lembang menjadi tujuan kami kali ini. 


Selain untuk liburan singkat, kali ini kami memang ingin mengajak Rafasya bermain - main. Mengingat sebentar lagi ia akan menjadi kakak dan kami akan berbagi segalanya dengan calon adiknya, kami ingin menghabiskan waktu bersenang - senang yang lebih banyak dengan dirinya. Nggak berarti nanti setelah adiknya lahir, kami jadi mengabaikan Rafasya. Yah intinya sih mau ajak si anak bujang main - mainlah.



Tujuan yang penuh dengan area permainan di Lembang tentunya mana lagi kalau bukan ke De Ranch. Saat kami tiba disana, parkiran cukup penuh dan sudah terlihat antrian di pintu masuk De Ranch. Tiket masuk ke De Ranch per orang adalah Rp 10.000. Satu lembar tiket masuk ini bisa ditukarkan dengan segelas susu di dekat area Food Court di sebelah pintu masuk. Kalau mau ditukar dengan segelas yoghurt juga bisa, berikan saja 2 lembar tiket masuk untuk 1 gelas yoghurt. Kami memutuskan untuk menukar segelas susu nanti saat akan pulang saja.

Menunggang Kuda

Jadi kami langsung menuju area permainan dan ternyata yang diincar oleh Rafasya adalah menunggangi kuda. Awalnya ia merasa ragu untuk menunggang kuda sendiri, namun setelah diberikan semangat ia mau juga. Malah excited memilih rompi dan topinya.



Untuk bisa menaiki kuda, kita harus membayar tiket sebesar Rp 25.000. Usia yang diperkenankan adalah 5 tahun atau minimal 90cm. Krn Rafasya tingginya sudah 116cm jadi boleh menunggang kuda meski umurnya belum 5 tahun. Tiket ini sudah termasuk dengan rompi dan topi yang bisa dipakai selama menunggang kuda 1 putaran. Orang dewasa juga boleh menunggang kuda karena maksimum berat adalah 80 kg. Bumil pengen banget sebenarnya menunggang kuda, tapi kan ndak boleh. Nanti deh kita jalan - jalan ke De Ranch lagi. 

Bermain Trampolin

Saat kami memasuki area bermain di sisi kiri De Ranch, Rafasya langsung tertarik dengan permainan trampolin ini. Mengingat serunya bermain trampolin indoor waktu itu, jadi sudah bisa ditebak bahwa ia akan menyukai permainan trampolin yang satu ini. Sebelumnya kita harus membeli tiket seharga Rp 20.000, batas Berat Badan maksimal untuk bermain adalah 45kg.

Saat mengantri, terlihat bahwa Rafasya agak grogi. Karena ternyata dengan menggunakan tali pengaman, lompatan yang ditimbulkan bisa tinggi sekali. Namun saya dan suami terus memberikan semangat. Tiba giliran Rafasya. Saat bersiap - siap untuk melompat, Aa' yang bertugas menjaga mengurangi tali terlalu banyak sehingga Rafasya dalam posisi lumayan tinggi. Jadi saat dibantu ditarik, sensasi melompat nya terlalu kencang. Panik lah si anak bujang, mulai terlihat ekspresi akan menangis. Setelah memberi tahu si Aa' untuk mulai dengan pelan - pelan akhirnya Rafa pun menikmati dan bisa tertawa riang. Bahkan endingnya, sehabis mencoba permainan yang lain ia sampai 3 x menaiki si trampolin ini. Haha..



Memanah

Kalau aktivitas yang ini, memang sudah dikenalkan oleh sekolah Rafasya meski baru lewat mainan. 
Setelah mengetahui ada permainan memanah di De Ranch, tentu saja ia semangat sekali untuk mencobanya. Sebelumnya kita harus membeli tiket seharga Rp 20.000. Karena antrian tidak ada jadi Rafasya bisa langsung mencoba.

Awalnya ada petugas yang membantu mengajarkan cara memegang busur dan anak panahnya. Setelah diajarkan Rafasya dibiarkan mencoba sendiri. Karena ini adalah busur dan anak panah yang sebenarnya, jadi Rafasya masih kurang terbiasa untuk menahan anak panah saat busur direnggangkan. Beberapa kali anak panahnya melesat saat belum diarahkan ke target. Hihi.. Namun Rafasya cukup menikmati aktivitas ini dan agak sedih saat anak panahnya habis. Padahal sudah diberi bonus 2 anak panah oleh si Aa.



Panjat Tebing dan Flying Fox

Selanjutnya mari mencoba panjat tebing dan Flying fox. Sebenarnya saat melihat tingginya papan panjat tebing yang harus dipanjat saya sempat ragu. Tapi ternyata ada beberapa petugas yang akan membantu menarik badan si anak jika ia lelah.

 O,ya tiketnya seharga Rp 20.000 untuk sekali main. Rafasya super semangat saat memanjat dan di tengah - tengah tebing ia kelelahan. Petugas dan kami orang tuanya langsung menyemangati dan dibantu ditarik sambil diarahkan untuk meletakkan kakinya pada posisi memanjat. Tinggi juga lho memang papan panjat tebingnya. Saat tiba di puncak, Rafasya langsung dipersiapkan untuk meluncur di jalur Flying fox. Senyum - senyum aja sih dia saat melintas. Ngeri - ngeri sedap ya kan Nak.



Trampolin Kecil
Saat sudah mulai lapar kami mulai melirik beraneka makanan yang dijual di sekitar tempat permainan. Ternyata si anak bujang melihat mini trampolin dan otoped. Jadilah ia merengek untuk bermain lagi, setelah sebelumnya sudah bermain trampolin yang besar 3x. Terbayang kan adrenalin yang sudah terpacu di trampolin besar. Kok ya jomplang banget sama trampolin kecil. Haha.. Tapi namanya juga anak - anak ya. Akhirnya sembari mencari cemilan kami membiarkan ia bermain lagi sebelum makan siang. Tiketnya untuk trampolin kecil Rp 20.000 per 15 menit dan untuk otoped Rp 20.000



Rasa lapar pun sudah tidak bisa ditahan dengan tempe mendoan dan tahu De Ranch. Akhirnya kami kembali ke bangunan utama untuk menukarkan tiket dengan segelas susu dan makan siang. Secara keseluruhan kami sangat menikmati wisata di De Ranch ini.

Karena udara yang sejuk jadi bermain sejak pukul 10.30 sampai jam 1 siang tidak terasa lelah. Kalau saya sih tetap memakaikan Rafasya baju bertangan panjang. Karena sengatan matahari tetap terasa meski sejuk. Tips lain sebaiknya ajak anak untuk memilih permainan terlebih dahulu, jadi nggak bolak balik membeli tiket yang memang hanya ada di beberapa titik saja. Kalau kami kemarin, ayahnya sih yang bolak-balik. :D Next time, mau ah balik lagi ke De Ranch. Saya mau menunggang kuda. Hahaha..