July 22, 2016

Trimester Pertama

Sebelum bercerita lebih lanjut tentang pengalaman saya di trimester pertama ini, sebelumnya yuk sama - sama kita samakan pengetahuan mengenai kapan sih sebenarnya trimester pertama, kedua dan ketiga itu dimulai.

Trimester pertama dimulai sejak terjadinya pembuahan sampai minggu ke 12 kehamilan.
Trimester kedua dimulai sejak minggu ke 13 kehamilan sampai minggu ke 27 kehamilan.
Trimester ketiga dimulai sejak minggu ke 28 kehamilan sampai melahirkan.

Kurang lebih ya per 3 bulan ya, makanya dinamakan trimester. Jadi seharusnya postingan ini dibuat saat awal - awal kehamilan saya, namun karena saya harus bedrest jadi postingan ini baru muncul sekarang. 

Jadi apa saja yang saya rasakan saat melewati trimester pertama dalam kehamilan calon anak kedua ini?

Banyak. Malah boleh dibilang saya lebih merasa hamil saat ini dibandingkan dengan masa kehamilan Rafasya dulu. Haha.. Di kehamilan saat ini selain saya harus bedrest, saya juga nggak bisa makan nasi di trimester pertama. Akhirnya setelah konsultasi via wa dengan obgyn yang mengatakan bahwa saya boleh makan apa saja asal jangan yang asam, jadi deh semua cemilan masuk ke perut saya. Larangan untuk mengkonsumsi yang asam semata - mata karena saya ada pendarahan di dalam rahim yang dikhawatirkan kalau makan asam akan menyebabkan sakit perut dan memicu kontraksi yang akhirnya menyebabkan pendarahan makin banyak. Karena obgyn saya Alhamdulillah penganut "ibu hamil itu bukan orang sakit, jadi boleh makan apa saja asal tidak berlebihan" . :D  Tapi tetap saja kan ya, nggak enak gitu kalau nggak makan nasi. Jadi saya kalau makan nasi meski sedikit langsung mual bin enek plus kembung. Sampai muntah nggak? Beberapa kali sih iya. 

Selain itu saya juga jadi rutin ke kamar mandi. Kalau ini disebabkan oleh membesarnya rahim sebagai tempat si janin nanti. Payudara juga terasa sakit dan nyeri kalau tersenggol. Kalau mood sih saya nggak terlalu berubah. Mungkin karena saya kebanyakan hanya di tempat tidur saja karena harus bedrest, menjelang bulan ke 3 saya juga mengurangi berbagai aktivitas dan hanya di rumah saja. Oh,ya saya juga baru boleh menyetir mobil setelah kehamilan berusia 10 minggu kalau nggak salah. Jadi selama bedrest total dan istirahat Rafasya diantar kakek neneknya plus satpam cluster. Alhamdulillah saya punya support system yang oke. 

Nah, karena saya nggak bisa makan nasi, jadi roti, kentang, pasta, kue, ah segala macam makanan pokoknya diluar nasi masuk ke perut. Namun anehnya berat badan saya stabil nggak naik selama trimester pertama. Alhamdulillah janin berkembang sesuai dengan seharusnya. Antara senang dan heran sih. Kok BB saya tetap padahal cemilan lemak dan kalorinya banyak banget yang masuk. Juga karena pengalaman kenaikan berat badan hingga 19 kg saat hamil Rafasya. Yang penting kan ibu dan bayi sehat ya. Lagi pula perjalanan masih panjang, BB ibu naik bisa di trimester 2 dan 3. Next time saya cerita lagi tentang Trimester Kedua ya. Mommies di luar sana ada yang mengalami hal yang lucu dan unik saat trimester pertama? Yuk cerita - cerita..



Trimester Pertama
BB ibu : 55,2 - 56,6 - 55,9
Suplemen tambahan : duphaston (saat bedrest saja), cygest (saat bedrest saja), calplex dan vibrion