October 22, 2016

Hamil Saat Memiliki Toddler ? Seru Banget..

Bagaimana ya rasanya hamil saat kita sedang memiliki anak di usia antara 2 sampai 6 tahun? Dulu saya sempat menbayangkan rasanya. Sekarang setelah mengalaminya, saya bisa menjawab pertanyaan itu. Rasanya? Seru banget.

Kehamilan si adik ini saya jalani saat Rafasya berusia 4,5 tahun sampai akhirnya ia berumur 5 tahun 1 bulan saat adiknya lahir. Usia toddler. Yup. Di usianya sekarang ini, Rafasya sudah bisa diajak bicara sebagai seorang teman. Meski ngambek dan rengekan juga tangisan tetap ada. Yang pasti Rafasya sudah benar - benar mengerti bahwa ia akan memiliki seorang adik. Bahkan ia sudah membayangkan akan bermain bola dengan adiknya. Hehe..



Karena masih di usia toddler, maka kehamilan saya selain diwarnai dengan keluhan wajar juga ditambah dengan berkurangnya waktu untuk rebahan karena harus menemani Rafasya bermain. Misalnya saat selepas makan malam. Di rumah, Rafasya boleh menonton televisi setelah makan malam. Meski prakteknya televisinya yang menonton Rafasya karena ia sibuk bermain. Nah sebelum hamil saya selalu duduk di lantai menemaninya bermain. Lain cerita saat saya hamil dan perut semakin membuncit saat masuk di trimester 3, saya mulai sulit untuk duduk di lantai. Namun tetap saya paksakan demi menemani anak bujang saya bermain. Sebenarnya kami juga sekaligus menikmati momen dimana hanya ada Rafasya dan Bundanya. Karena setelah ini akan ada si adik bukan...



Rafasya terbiasa menemani saya kemana pun. Mulai dari belanja bulanan, datang ke acara blogger sampai duduk santai ngemil di Mal atau main di playground. Saat hamil saya pun tetap melakukannya. Malah rasanya saya lebih sering hadir di acara blogger bersama Rafasya. It's our quality time. Bedanya saat hamil saya jadi mudah lelah dan banyak duduk. Jika dulu saat menemani Rafasya di playground saya bisa ikutan berlari - lari mengejarnya, sekarang saya cukup mengawasinya saja.



Kehamilan saya juga diwarnai dengan perhatian si abang terhadap calon adiknya. Rafasya sudah mengerti bahwa saat saya makan, saya makan untuk berdua dengan calon adiknya di dalam perut. Efeknya, Rafasya selalu membagi makanan apapun yang ia miliki ke saya. Rafa mau berbagi sama adik Bunda. Itu kata si anak bujang.

Yang pasti hamil saat sudah memiliki toddler seusia Rafasya sangat menyenangkan. Mungkin karena dari sisi usia, Rafasya juga sudah mengerti.  Dari pengalaman saya kemarin ada beberapa hal yang bisa saya bagi

1. Beri pengertian pada si kakak bahwa ia akan memiliki seorang adik.
2. Nggak usah ngoyo ingin rumah tetap rapi, nikmati saja. Bahkan jika mungkin, biasakan si kakak untuk membereskan mainannya.
3. Stamina kita harus dijaga. Jadi kita tetap punya waktu untuk bermain dengan si kakak.
4. Mual namun si kakak mengajak bermain? Lawanlah sekuat tenaga. Jangan sampai si kakak merasa tersisih
5. Si kakak tidur siang? Usahakan kita juga tidur siang meski sebentar. Semua demi badan tetap bugar saat menemani si kakak bermain
6. Nikmati momen terakhir dimana si kakak adalah anak satu - satunya. Ini mantra saya sih sebenarnya. Jadi kapan pun saya lelah saat diajak bermain atau ingin marah karena lelah, saya selalu mengingatkan diri saya bahwa sebentar lagu Rafasya harus berbagi segalanya dengan si adik. Jadi saya dan juga suami berusaha semaksimal mungkin menikmati momen saat kami masih bertiga.

Semoga pengalaman saya bisa membantu teman - teman ya. Yang pasti seru banget deh hamil saat memiliki anak berusia 5 tahun. Nggak akan terlupakan. Jangan lupa ya, ibu yang bahagia insya Allah kan menjadikan anak - anaknya bahagia juga. Jadi kalau ada kesulitan, senyumin aja deh ya..