October 10, 2016

Imah Kopi, When Coffee Meet Pastry ( and other yummy food.. )

Saat jalan - jalan ke Bandung Lebaran kemarin, kami memilih penginapan di seputar Dago. Demi ada variasi menginap dan juga kuliner dong ya. Dari hasil browsing, saya menemukan tempat makan yang bernama Imah Kopi. Akhirnya saat tiba waktu makan malam, kami memutuskan untuk mengunjunginya.





Dari luar terlihat seperti rumah dengan ukuran kecil, namun ternyata di dalamnya cukup luas. Bisa digunakan untuk acara juga tampaknya. Ada kolam ikan dan juga ayunan yang sayangnya saat kami kesana ayunannya sedang rusak.





Awalnya kami pikir akan ada kopi dan pastry serta makanan ala Amerika, macam french fries dan sosis juga Sandwich. Namun ternyata kami salah. Untuk ukuran kafe dengan nama yang identik dengan menjual kopi, variasi makanannya lumayan banyak. Lihat nih keadaan meja kami..

Ayah yang sedang ingin makanan berkuah memutuskan memesan steam boat package, saya memesan chicken schitzel sementara untuk si anak bujang kami memesan katsu fried rice . Selain tentunya kami mencicipi butter croissant , warm Choco cake, hazelnut hot chocolate, hot latte serta English Tea. Kan namanya juga di kafe yang mengusung kopi dan pastry, jadi harus dong icip - icip keduanya. 


Shabu Steam Boatnya ( Rp 42.000 ) ukurannya untuk satu porsi. Bisa juga sih untuk berdua tapi ya dijamin kurang. Kemarin suami memilih kuah Tom Yam yang ternyata sudah cukup pedas tanpa ditambahkan irisan cabe rawit lagi. Namun rasa pedasnya masih bisa ditolerir, asam dan segarnya juga pas. Cocok banget dinikmati dengan cuaca dingin seperti di seputar Dago Lembang. Hasilnya? Mangkok steam boat pun licin sampai ke kuahnya. :D

Chicken Schnitzel ( Rp 47.000 ) yang disajikan dengan french fries dan saus jamur juga sukses membuat lidah kami bahagia. Crunchy di bagian tepungnya terasa pas tanpa membuat daging ayamnya kurang matang atau bahkan alot. Saus jamurnya juga OK meski kalau saya akan saya tambahkan sedikit merica atau lada hitam lagi. Mungkin karena supaya bisa dinikmati siapa saja ya, jadi rasanya tidak terlalu pedas.



Nasi gorengnya ( Rp 49.000 ) sayangnya kurang cocok di lidah Rafasya. Setelah saya coba ternyata karena ada wangi terasi. Untuk saya dan ayahnya sih cocok - cocok saja. Haha.. Jadi Rafasya menghabiskan separuh porsi lalu lanjut ke Chicken Schnitzel dan french fries sementara sisa nasi gorengnya dibereskan oleh saya dan ayahnya. Entah karena dingin atau memang lapar, tapi kami berdua pinter banget makannya. 



Hazelnut Hot Choco ( Rp 25.000) yang saya pesan datang dengan rasa manis yang pas. Ditemani sekeping kue, cocok banget untuk penutup. Untuk teh ( Rp 20.000 ) ya rasanya standar teh lah ya. Nggak usah dijelaskan lagi. 


Dari semua menu,juaranya adalah warm chocolate Cake ( Rp 26.000 ) ini. Diantar ke meja kami setelah semua makanan utama sudah habis dalam kondisi hangat. Saat disendok bagian tengah cake sedikit meleleh dan kental. Rasanya? Tidak terlalu manis namun agak sedikit pahit. Tapi jika digabungkan dengan es krim vanilla yang ada di atasnya rasanya pas sekali. Sensasi hangat dan dingin yang terjadi saat satu sendok ini masuk ke mulut juga endeuss. Sebenarnya kami pengen nambah tapi sudah kekenyangan. Butter Croissant ( Rp 14.900 ) yang didapatkan dengan harga spesial dari memesan Hot Latte ( Rp 27.000) pun kami minta untuk di bungkus. Meski akhirnya saya eksekusi saat baru tiba di hotel. 



Trus habis atau nggak ke semua makanan yang kami pesan. Ya habis dong, kan kami pinter makannya. Alibi aja sih padahal kami memang makannya banyak. Haha.. Saking kepincutnya dengan Imah Kopi, keesokan harinya sebelum kembali ke Bandung kami mampir lagi demi kopi dan pastrynya plus kue keringnya. Semua yang dijual di Imah Kopi ini dibuat oleh mereka. 



Hot Latte untuk pak suami dan Almond Chocolatines ( Rp 25.000 ) , Cream Cheese Danish ( Rp 23.000 ) untuk cemilan. Menulis postingan ini membuat saya ingin kembali ke Imah Kopi. Nanti setelah si adek lahir, jalan - jalan ke Bandung lagi ah..


Imah Kopi
Jl. Marina ya No 3
Lembang