March 14, 2018

Sariawan, Penyebab dan Cara Mengatasinya


Aduh Bunda, Rafa kegigit nih. 
Wah, Abang makannya hati - hati. Jangan buru - buru.
Iya Bunda. Berdarah nih Bunda
Iya nggak papa. Nanti juga hilang. Sudah berdoa kan?
Sudah Bunda. Yah nanti kalau jadi sariawan gimana Bunda. Rafa nggak bisa makan deh.

Percakapan seperti itu kurang lebih terjadi satu kali dalam sebulan. Ya karena biasanya frekuensi tergigit si abang Rafasya kurang lebih sebulan sekali. Entah tergigit karena makan terburu - buru akibat hidangan yang disantap adalah favorit si abang atau tergigit karena hal lainnya. Kejadian selanjutnya pun sekali dua kali sesuai dengan yang Rafasya prediksi, tergigit yang berlanjut dengan sariawan. Kalau sudah kejadian alias si sariawan muncul, waktu makan Rafasya pasti jadi sedikit lebih lama. Meski porsinya tetap sama. Haha.. Wajarlah ya. Kalau sariawan kan mulut jadi sakit.






Macam - macam Sariawan

Jumat 9 Maret 2018 kemarin saya mendapatkan informasi mengenai sariawan langsung dari ahlinya. Drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp.PM, PhD mewakili Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PBPDGI)  memaparkan banyak hal tentang sariawan. Salah satunya tentang penyebab sariawan. Apa sih yang menyebabkan sariawan itu? Ternyata sariawan itu bisa terjadi karena banyak hal. Bisa karena stress, alergi, sensitif terhadap gluten, perubahan hormon, luka / trauma dan masih banyak lagi penyebab sariawan. 

Kita juga perlu mengetahui bahwa nggak semua luka yang terjadi di mulut itu disebut sariawan. Untuk mengatakan sebuah luka adalah sariawan, luka tersebut harus memiliki tanda khas sariawan. Apa saja tandanya? Ini adalah beberapa tanda khas sariawan 
1. Lukanya berupa kawah
2. Bentuk lukanya oval / bulat
3. Memiliki pinggiran merah pada luka tersebut
4. Dasar lukanya berwarna putih / kekuningan
5. Sakit

Nah, kalau kelima tanda tersebut ada pada luka yang kita rasakan, insyaAllah sah deh luka tersebut dinyatakan sebagai sariawan. Tapi kalau ada tanda yang nggak ada, perlu diperiksa lagi apakah luka tersebut sarjawan atau bukan. 



Dr Rahmi Amtha juga menjelaskan bahwa sariawan itu terbagi menjadi 3, yaitu minor, mayor dan herpetiform. Sariawan minor biasanya ukurannya < 10mm, akan sembuh dalam 2 minggu, tidak ada jaringan parut dan biasanya muncul di pipi, bibir atau dasar mulut. Sariawan mayor biasanya ukurannya > 10mm, jarang berulang, akan sembuh dalam 3 - 4 minggu, bisa terdapat jaringan parut dan muncul di semua area mulut. Sementara pada herpetiform ukuran sariawannya biasanya < 2mm alias kecil, jumlahnya banyak, bisa bersatu menjadi sariawan besar, sembuh dalam 2 minggu dan  tidak ada jaringan mulut. 



Penyebab Sariawan

Wow ternyata sariawan itu ada banyak ya jenisnya. Kalau sudah mengetahui tentang beberapa jenis sariawan, tentunya penasaran kan tentang penyebab sariawan? Sebenarnya belum ada penelitian yang menemukan penyebab pasti munculnya sariawan ini. Tapi ada beberapa pemicu yang bisa menimbulkan sariawan. Berikut ini adalah beberapa pemicu yang bisa menyebabkan sariawan

1. Stress
2. Trauma
3. Menopause
4. Keturunan
5. Fe, B12, Folic Acid defisiensi 
6. Imunnologic disorientasi
7. Food Sensitivity
8. Gastro Internal Problem
9. Pre Menstruation
10. Blood Disorder
11. HIV
12. Genetik
13. Alergi
14. Gluten Sensitivity
15. Infeksi Mikroba

Jadi ke 15 hal di atas adalah pemicu yang menyebabkan sariawan. Saya baru tahu nih sebenarnya, kalau stress bisa mencadi pemicu sariawan. Buat mentemen yang sering sariawan, coba dicek kembali. Ada nggak persoalan yang membuat stress. Asal jangan penyebab stress ya itu karena ingin berlibur keliling Eropa ya. Itu sih, eyke juga pengen. Haha.

Cara Mengatasi Sariawan

Setelah berkenalan lebih jauh dengan sariawan, kali ini kita akan berbintang mengenai bagaimana cara mengatasi sariawan. Untuk yang sudah pernah mengalami sariawan, yang mana rasanya hampir semua orang pernah sariawan, pasti akan tahu bahwa sariawan itu super nggak menyenangkan banget. Ya abees, gimana mau menyenangkan cobak? Aktivitas makan jadi super terganggu banget kalau ada sariawan. Nggak hanya makan, tapi minum, bicara, sikat gigi dan semua aktivitas yang menggunakan mulut jadi terganggu. Bahkan diam saja pun mulut nyut - nyut an ya kaann. 

Ada beberapa cara untuk mengobati sariawan. 
1. Dengan menutupi atau melapisi
2. Menggunakan anti inflamasi 
3. Anestetikum
4. Antiseptik
5. Antibiotik
6. Multivitamin

Kita bisa menggunakan obat yang dijual di apotek untuk menutupi kawah yang terjadi pada sariawan. Cara lainnya kita juga bisa mengkonsumsi vitamin, dengan cara ini vitamin akan bertugas untuk memperbaiki dari dalam tubuh. Atau kita bisa menggunakan antiseptik seperti Povidone-Iodine 1% untuk menjaga kebersihan mulut. Karena faktanya mulut yang terjaga kebersihan dan kesehatannya akan membuat sariawan enggan mampir. 



Menjaga kebersihan mulut bisa dilakukan dengan menggosok gigi, membersihkan sisa makanan dengan Floating dan berkumur dengan cairan antiseptik sesuai indikasi. Penggunaan Povidone-Iodine 1% sebagai cairan kumur terbukti dapat mengurangi jumlah bakteri dan virus pada rongga mulut sebesar 99,4% dengan efektivitas tinggi dan waktu yang singkat. 

Kita juga bisa menjaga kondisi tubuh untuk selalu sehat dengan mengkonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah yang cukup serta menjaga jumlah waktu istirahat. Misalnya saja ada seorang wanita yang jika sedang akan datang waktu haidnya ia akan mengalami sariawan. Nah hal ini bisa disiasati dengan cara mengkonsumsi sayur dan buah yang bernutrisi tinggi juga multivitamin di waktu - waktu menjelang haid. Dengan begini tubuh sudah menyimpan prajurit untuk bertempur agar sariawan tak terlalu lama hadir di mulut. 

Kalau saya dan keluarga selalu berupaya untuk mengkonsumsi air lemon hangat sebagai minuman pertama di pagi hari kemudian dilanjutkan dengan sarapan buah. Hal ini berlaku untuk anak - anak saya juga lho. Meski abang Rafa nggak terlalu suka air lemon yang asam. Hihi.. Alhamdulillah dengan pola sarapan buah dan makan seimbang keluarga saya jarang terkena sariawan. MasyaAllah. Kalau mentemen bagaimana, ada yang bersahabat dengan sariawankah? Semoga nggak yaa.