May 19, 2018

Mengajak Anak Mencintai Buah Sejak Dini


Pepaya 
Mangga
Pisang 
Jambu

Dibeli dari Pasar Minggu
Disana banyak penjualnya
Disini banyak pembelinya

Hayooo siapa yang ikutan nyanyi pas baca tulisan diatas? Ketahuan deh angkatannya. Hihi. Tapi memang ya, dulu lagu ini hits banget di kalangan buibu untuk memperkenalkan anak - anak pada buah - buahan. Jadi selain dihidangkan langsung, anak - anak juga dikenalkan melalui lagu. Kalau sekarang lagu anak - anak yang oke apa yaa...

Well, kembali ke buah - buahan, adakah buibu disini yang doyan dengan buah? Alhamdulillah keluarga saya termasuk pecinta buah. Baik dimakan langsung, dalam bentuk rujak atau jus, kami suka semua. Bahkan menu MPASI anak - anak saya diawali dari buah. Karena seperti saran dari para dokter anak juga beberapa sumber yang saya baca, bayi cenderung akan menyukai rasa manis alami yang berasal dari buah. Oleh karena itu saya mengawali petualangan makan anak - anak saya dengan buah. 

Bentuk buah yang diberikan pada anak kita, entah sebagai menu MPASI di awal atau pun cemilan juga harus diperhatikan teksturnya. Dr. dr. Conny Tanjung Sp. A (K) menyampaikan tentang pentingnya pemberian makan pada anak sesuai dengan usianya. Kenapa penting? Karena kemampuan anak mengunyah makanan dengan tekstur yang tepat akan berpengaruh pada pertumbuhan gigi juga kemampuan mengunyah anak plus kemampuan berbicara. Wow, sungguh super kan? Coba lihat penjelasan berikut ini ya buibu.




6 - 8 bulan
Sebaiknya di usia ini MPASI dimulai dengan bubur halus, lembut. Cukup kental dan dilanjutkan secara bertahap menjadi lebih kasar dengan frekuensi 2 - 3 x sehari dengan 1 - 2 x selingan. Jumlahnya 2 - 3 SD  per sekali makan kemudian ditingkatkan sampai 1/2 mangkuk atau 125 ml.

9 - 11 bulan
Sebaiknya di usia ini makanan sudah dalam bentuk dicincang halus atau disaring kasar, ditingkatkan semakin kasar sampai makanan tersebut bida dipegang langsung dengan tangan. Pemberiannya sebanyak 3 - 4 x sehari dengan 1-2 x selingan. Jumlahnya sekitar 125 ml dengan metode responsive feeding, jadi anak diberikan sendok untuk belajar makan sendiri. Karena di usia ini sudah mantap memegang sendok dan mulai tertarik makan sendiri.

12 - 23 bulan
Di usia ini seharusnya anak sudah makan makanan keluarga, beberapa makanan seperti daging sapi atau daging ayam yang sekiranya masih sulit dikunyah bisa dicincang kasar. Frekuensi makan sudah seperti orang dewasa sebanyak 3 - 4 x sehari dengan selingan sebanyak 1-2 x. Jumlahnya mulai dari 175 - 250 ml.



Pemberian makanan dengan tekstur yang tepat sesuai usia anak ini bukan hanya untuk makanan inti juga pada pemberian snack. Karena saya sering menemukan beberapa orang tua yang masih membiarkan anaknya makan bubur meski usianya sudah 1 tahun. Memang sih namanya anak pasti memiliki kemampuan yang berbeda - beda. Namun alasan tersebut sebaiknya tidak menjadikan kita sebagai orang tua melakukan pembiaran. Tentunya kita menginginkan yang terbaik untuk buah hati kita, maka selain memperhatikan masalah tekstur pada makanan utama anak juga sebaiknya diberikan cemilan yang bergizi. 

Setelah Rafasya memulai MPASI dengan buah kurang lebih 6 tahun yang lalu, saya memutuskan untuk mengikuti MPASI Rafasya sebagai menu sarapan kami sekeluarga. Jadi sampai saat ini buah selalu tersedia sebagai menu sarapan juga sebagai cemilan. Bukan tanpa alasan tentunya saya memilih buah sebagai menu sarapan dan cemilan keluarga saya. Karena kandungan gizi dan serat yang terkandung dalam buah tentu saja lebih berguna untuk pertumbuhan buah hati saya. Selain cemilan buah, saya juga memberikan puding atau kue - kue lain sebagai cemilan. Tapi tetap saja, buah menjadi pilihan pertama saya. 

Awalnya buah yang saya berikan adalah buah yang lunak dan berair seperti alpukat, semangka atau air jeruk. Jika saya memberikan buah yang keras, saya akan memarut ya terlebih dahulu. Seperti melon, pepaya atau apel. Setelah melalui tekstur parutan halus dan disaring, anak harus naik tingkat ke tekstur parut, potongan kecil sampai akhirnya bisa memakan buah untuk seperti manusia dewasa. Alhamdulillah sekarang baik Rafasya atau pun Arsel nggak ada yang sulit makan buah. Arsel memilih salak dan apel sebagai buah favoritnya, sementara Rafasya memilih semangka. 



Momen MPASI yang paling berat memang saat dibawah usia 1 tahun, karena anak masih mengkonsumsi MPASI yang lunak dan lembut. Biasanya jika saya ada keperluan yang mengharuskan berangkat pagi saya akan membawa buah yang lunak secara utuh seperti alpukat atau pisang. Kedua buah ini bisa dilumatkan dengan mudah saat anak akan mengkonsumsinya. Kendala yang saya alami biasanya alpukat atau pisangnya sedikit bonyok karena dimasukkan langsung ke tas makanan yang bersinggungan langsung dengan botol minum dan mangkuk saji. Kalau menginap tentu saja lain cerita, setidaknya saya akan membawa parutan dan saringan supaya urusan makan si kecil aman. 



Alhamdulillah sekarang ada Milna Nature Delight dari Kalbe Nutritionals. Milna Nature Delight ini merupakan pure buah dan sayur yang sangat praktis untuk diberikan pada anak. Milna, ahlinya makanan bayi, menghadirkan puree dalam kemasan sebagai jawaban agar orang tua tidak perlu repot saat akan memberikan cemilan pada anak. Saat sedang diluar rumah. Milna Nature Delight ini membantu banget karena praktis.

Ada 3 varian yang bisa dinikmati si kecil, yaitu
1. Banana - Strawberry - Apple ( tutup hijau )
2. Carrot - Apple - Pumpkin ( tutup orange )
3. Apple and Peach ( tutup merah )



Supaya lebih gampang, saya suka menyebut Milna Nature Delight ini berdasarkan warna tutupnya saja. Milna Nature Delight Hijau, Orange dan Merah. Hehe.. Kemasan Milna Nature Delight ini memiliki berat 80 gram. Sebaiknya sih dihabiskan dalam sekali waktu. Namun jika tidak, bisa langsung disimpan di lemari es dan segera dimakan di waktu ngemil terdekat. Hal ini demi menikmati rasa terbaik dari kandungan buah dan sayur yang ada di dalamnya. Bahkan seperti yang disampaikan oleh Bapak Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna, Milna Nature Delight aman untuk dikonsumsi buah hati kita karena mengandung 100 % buah asli,  nggak mengandung pengawet atau pun tambahan gula lainnya dan dikemas dengan Advanced Pasteurization Technology. Teknologi ini memungkinkan untuk membunuh bakteri yang akan muncul di dalam kemasan. Jadi buibu jangan khawatir ya memberikan Milna Nature Delight sebagai cemilan buah hati di rumah. 




Buibu yang mengalami masalah dengan buah hatinya yang menolak untuk makan buah juga bisa banget nih memberikan Milna Nature Delight ini. Mau diberikan langsung atau sebagai topping pada pudding juga oke banget lho. Arsel paling suka dimakan langsung dalam kondisi dingin, seperti makan es krim jadinya. Hihi.. Jangan lupa dikocok dulu ya buibu sebelum diberikan lada anak. Kenapa harus dikocok? Sama seperti jus, jika lama disimpan akan terbentuk endapan oleh karena itu sebaiknya dikocok terlebih dahulu. 

Karena kemasannya yang kecil dan memiliki tutup yang aman, Milna Nature Delight ini cocok banget dimasukkan ke dalam Diaper bag saat mudik nanti. Saat waktunya anak ngemil, langsung deh keluarkan sendok dan berikan pada anak. Atau anak bisa langsung menikmatinya seperti yang abang Rafa lakukan. Iya, selain Arsel abang Rafa juga suka. Nggak berlebihan kan kalau saya bilang dengan Milna Nature Delight, cara mudah makan buah untuk si kecil.




Info lebih lanjut bisa dilihat di
Instagram @milnaID
Facebook Bunda Milna
Twitter @BundaMilna
www.milna.co.id


Berikut adalah video singkat tentang Milna Blogger Gathering kemarin. Monggo disimak..