May 23, 2018

Ternyata ada Banyak Kuman Bersarang pada Benda - Benda Bayi yang ini loh Moms..

Sebelum anak - anak hadir dalam kehidupan kami, saya sudah mengenal tisu basah. Namun perkenalan saya dengan tisu basah belum terlalu akrab. Saat Rafasya hadir merupakan momen yang menyebabkan hubungan saya dan tisu basah menjadi super akrab. Namanya juga buibu dengan anak pertama ya kan. Rasanya apa - apa inginnya yang nomer 1 untuk si anak. Pakaian harus yang paling lembut dan aman, mainan juga yang aman, diapers juga yang terbaik ah pokoknya semua harus yang paling oke. Keinginan yang sama pun berulang saat Arsel hadir.




Hal ini berlaku pula pada pemilihan tisu basah, tentunya saya menggunakan tisu basah terbaik yang saya tahu. Tisu basah yang saya kenal baik inilah yang mengundang saya untuk menghadiri Blogger Gathering kemarin siang. Blogger Gathering yang ternyata menambah informasi tentang banyaknya bakteri yang ada di sekitar kita, bagi buibu beranak dua seperti saya ini. Informasi yang diberikan langsung oleh dr. Herbowo A.F Soetomenggolo SP.A(K) dan Ibu Sabrina Purba sebagai Brand Manager dari tisu basah kesayangan saya, Mitu Baby dengan MC yang bisa banget menghidupkan suasana, mbak Ankatama.







Informasi apa sih memangnya yang belum kita, ibu - ibu dengan malaikat kecil, ketahui tentang bakteri? Secara kan ya kita selalu memastikan akan memberikan yang terbaik untuk anak kita. Semua informasi akan kita baca, Double check dan diskusikan dengan suami. Saya harus beritahukan yah buibu, informasi ini mengerikan dan mencengangkan. Informasi yang disampaikan lewat presentasi ini dibawakan oleh dokter Bowo kemarin berkaitan dengan penyakit dan benda - benda yang berada di sekitar kita. 




Pada acara kemarin kami dibagi menjadi 5 kelompok. Sebelum memulai presentasi, dokter Bowo dan Mbak Anka mengajak kita melihat ke layar dan mengingat gambar dan benda yang ada. Gambar dan angka tersebut adalah empeng, emboss, E coli, 26, toilet dan empeng. Kami harus mengingat ke 6 hal tersebut untuk menjawab pertanyaan sebagai grup. Penasaran banget kan untuk apa sih ke 6 hal itu diingat? Pertanyaan seperti apa ya yang kira - kira akan diajukan. Dan ternyata inilah yang (seingat saya) mereka tanyakan. 




Sedih banget deh waktu dokter Bowo menjelaskan bahwa pada setiap 1000 kelahiran ada 26 bayi yang meninggal. Duhh, kalau ngomongin tentang angka kematian bayi langsung sedih dan mules ingat anak - anak. Tahu nggak sih kalau penyebab kematian yang terbesar itu berasal dari diare dan pneumonia? Diare loh buibu. Ini kan sering terjadi ya pada anak - anak kita. Dari penjelasan dokter Bowo pada keenam hal diatas apakah ada informasi yang mentemen baru tahu? Tampaknya nggak ya, semua sudah bisa menebak hal tersebut atau kurang lebihnya. Nah kalau yang selanjutnya bagaimana? 




Sudah dilihat dan dibaca dengan baik kan ya ke 5 benda diatas. Nah sekarang coba deh diurutkan dari benda yang paling kotor sampai yang paling tidak kotor. Saya kasi waktu 2 hari yah mentemen. Haha.. Keburu tua ya nunggunya. Sudah belum? Jadi bagaimana? Menurut mentemen mana bend yang paling kotor? Mari kita intip jawabannya ya. 

Ternyata benda yang paling kotor itu adalah stroller loh mentemen. Saya sih kaget ya pas tau tentang hasilnya. Saya pribadi memilih remote Sebagai benda yang paling kotor. Karena kan semua orang memegang remote di rumah ya. Kadang pas screen timenya anak - anak pas saya sedang makan dan mereka minta pindah channel. Maklum waktu screen time, dalam hal ini tv, anak - anak hanya 1,5 jam per hari. Jadi bisa saja si remote terkena nasi kuah ayam opor dari tangan saya. Lain waktu saya lupa mengembalikan remote ke tempatnya, jadilah Arsel menggigit-gigit remote tadi. Kalau stroller, saya terbiasa sebelum melipatnya selalu mengelap dan membersihkan stroller, apalagi kalau kotor terkena makanan saat digunakan pasti langsung dibersihkan. Tapi ternyata yang paling kotor itu stroller sodara - sodara. Kok bisa ya? Ternyata oh ternyata, penyebabnya adalah karena stroller biasanya diletakkan di bagasi mobil. Jadi tentu saja si stroller jarang terkena matahari dan udara. My oh my, iya bangeett. Lalu saya pun teringat dengan carseat. Bedanya carseat itu sangat mudah untuk dibersihkan jika kotor karena sarung car seatnya mudah dicopot. Tapi stroller? Rasanya saya juga baru 2 kali membersihkan stroller. #brbhubungijasacucistroller

Selain fakta bahwa stroller adalah benda yang paling banyak kumannya, dr. Bowo juga mengingatkan bahwa kuman bisa saja menyebar melalui udara. Cara yang paling mudah adalah melalui batuk dan bersin. Biasanya kita mengajarkan anak untuk selalu menutup mulut kan ya jika batuk dan bersin. Pertanyaannya menutup mulut dengan apa? Kalau dengan tangan dan sehabis itu memegang benda lain ya sama saja namanya menularkan kuman. Maka sebaiknya kita menutup mulut dengan tisu. Atau jika nggak membawa tisu, tutuplah mulut kita dengan lengan. Ahh, saya harus menambahkan penjelasan pada Rafasya dan juga Arsel nih.

Ngeri ya kalau membahas penyakit dan kuman yang mungkin saja ada pada barang - barang di sekitar anak kita. Tentunya pemberian ASI eksklusif makan makanan bergizi dan juga menjaga kebersihan sangat dianjurkan sebagai cara untuk mencegah kuman. Meski di sekitar kita ada banyak penyakit bukan berarti kita jadi mengurung anak di rumah ya mentemen. Selain karena di rumah pun masih banyak kuman yang ada, alasan sebenarnya adalah anak butuh mengekplorasi apa pun. Jadi, main tanah atau hujan - hujanan itu nggak papa loh buibu. Asalkan setelah itu langsung membersihkan diri dengan cuci tangan atau dengan tisu basah. Ya kan kita nggak selalu bisa menemukan air ya untuk cuci tangan. Makanya kalau saya sih wajib banget tisu basah ada di tas saya dan juga suami. 




Pemilihan tisu basah kami pun jatuh pada Mitu, khususnya saat ini Mitu Antiseptik yang berwarna hijau. Selain karena Arsel sudah nggak terlalu sering berganti diapers, sedang dalam proses menuju toilet training, juga karena memang tisu antiseptik ini penting banget untuk membersihkan apa pun. Ya tangan atau kaki anak - anak sehabis memegang bermacam benda, membersihkan mainan yang jatuh atau membersihkan benda lain seperti Baby chair di restoran. 





Kami memilih Mitu Antiseptik bukan tanpa alasan. Mitu Antiseptik ini memiliki kandungan Tea tree Oil. Buibu pasti pernah dengar deh tentang Tea tree Oil yang biasanya ada di produk kecantikan untuk jerawat. Yess, betul. Tea tree Oil ini berfungsi sebagai antiseptik untuk memusnahkan bakteri sekaligus melindungi kulit bayi. Selain itu permukaan bayi yang bertekstur alias memiliki emboss membuat tisu basah ini memiliki kemampuan lebih baiknya alat digunakan. Plus tentunya kandungan pelembap alias moisturizer yang berguna menjaga kulit bayi supaya tetap lembut. 




Keywordnya sebenarnya ada di kata - kata antiseptiknya loh mentemen. Keberadaan antiseptik pada Mitu membantu kita para orangtua saat harus membersihkan anak namun tidak ada air di dekat kita. Saya dan suami termasuk tim harus cuci tangan pakai air, jadi biasanya meski sudah dilap dengan Mitu Antiseptik saat bertemu kamar mandi kami akan cuci tangan lagi. Tapi keberadaan Mitu ini wajib harus tersedia di tas dan juga di mobil. Praktis dan insyaAllah membunuh kuman.

Bagaimana? Dengan fakta bahwa bakteri dan kuman ada di berbagai tempat di sekitar kita nggak membuat kita melarang buah hati untuk bereksplorasi dong? Dengan berekplorasi anak kita akan belajar banyak hal dengan caranya masing - masing. Nggak perlu khawatir, kan ada Mitu Antiseptik. Tinggal ambil tisunya trus lap deh bagian yang dirasa kotor. Praktis dan mudah kan.

Informasi lebih lanjut tentang varian Mitu yang lain bisa diintip lewat Instagram mereka di @mutubabyid atau Fan Page mereka di Mitu Baby. Mau yang lebih mudah? Cuss langsung ke toko terdekat dan borong Mitunya yaa..

Jadi, mentemen kapan mau mencuci stroller / car seat ? :p