June 11, 2018

Tips Menghindari Sariawan Saat Berpuasa


Puasaaa...
Alhamdulillah ya mentemen kita bisa menikmati lagi berjumpa dengan bulan yang penuh berkah ini. Puasa selalu menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan bulan lainnya. Ya makanannya, euforia di pusat perbelanjaan, ramainya acara bukber di handphone yang belum jelas terlaksana atau tidak (:p) dan tentunya semangat beribadah umat muslim baik di masjid maupun di rumah. Percaya nggak sih, yang kangen akan bulan puasa ini bukan cuma umat muslim tapi juga mentemen non muslim. Dari obrolan saya bersama mentemen non muslim, rata - rara mereka kangen dengan euforia jualan makanan berbuka plus acara bukber yang sekaligus merupakan ajang reuni. MasyaAllah ya. Mungkin ini ya yang dinamakan Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia.



Selain segala keriaan yang hadir pada bulan puasa, ada juga nih yang biasanya hadir saat puasa seperti ini. Nggak lain nggak bukan adalah sariawan, panas dalam, sakit menelan dan teman - temannya. Nyadar nggak sih kalau sariawan and the gank ini sering hadir saat bulan puasa. Mungkin karena asupan cairan dan serat yang kurang plus kebiasaan berbuka dengan makanan berminyak ya? Hayoo siapa yang suka berbuka dengan gorengan atau sahur dengan menu dari rumah makan padang dan beralasan supaya selera makan? Eh itu sih saya aja kali yaaa. Haha.. Tapi bener deh, sedang berpuasa dan sariawan itu merupakan hari yang berat menurut saya.





Kalau dicari penyebabnya, sariawan paling banyak terjadi karena kekurangan vitamin B atau C, juga zat besi. Di hari biasa kita bisa mengkonsumsi buah atau sayur juga air putih, namun saat puasa perut kita akan kosong selama kurang lebih 13 jam. Kondisi ini mengakibatkan asam lambung cenderung naik. Efek asam dari lambung tersebut akan terbawa ke mulut dan membuat bakteri di mulut berkembang lebih cepat dan meradang. Hal inilah yang menyebabkan kita jadi lebih mudah sariawan saat berpuasa.

Bahkan untuk ukuran keluarga saya yang asupan sayur dan buah sehari - harinya insyaAllah sudah lumayan bagus, problem sakit menelan masih menghampiri. Maklum lah ya, terkadang saat hari biasa makanan tersebut nggak pernah atau jarang dikonsumsi tapi entah kenapa saat bulan puasa jadi kepingin. Kalau saya makanan tersebut adalah gorengan. Di hari biasa jarang banget makan gorengan tapi entah kenapa kalau bulan puasa kok melihat gorengan tuh selera saja. Biasanya sih saya mencoba mengalihkannya dengan membeli
makanan yang tidak terlalu berminyak seperti pastel atau risol. Selain cara ini ada beberapa cara lain yang saya lakukan agar keluarga saya terhindar dari sariawan and the gank. Saya coba jabarkan ya.

Tips agar terhindar dari sariawan saat berpuasa
- [ ] Tambahkan asupan serat dan vitamin saat sahur atau berbuka. Saya biasanya membuat es buah sendiri tanpa gula. Sebagai gantinya saya masukkan madu dan lemon juga chia seeds. Saat sahur sayuran juga selalu ada, entah tumis pokcoy bakso atau sekedar bening bayam.



- [ ] Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan pedas. Biasanya saat berbuka atau sahur, kita sering memilih menu yang pedas agar menambah selera makan. Karena yang sering terjadi saat sudah minum beberapa gelas air, kita akan merasa kenyang dan malas makan. Namun pemilihan makanan pedas yang dimaksudkan untuk menggugah selera makan, kurang tepat. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan pedas akan mengakibatkan asam lambung menjadi naik dan akan melukai lambung.
- [ ] Minumlah air putih yang cukup. Bisan ya mendengar nasehat ini? Tapi ini memang kenyataannya. Sering kali kita berbuka dengan minuman manis dengan gula yang berlebihan padahal tubuh membutuhkan asupan air putih yang cukup agar tetap fit.



- [ ] Komsumsi 1 botol Larutan Cap Kaki Tiga  200ml saat sahur dan berbuka. Serius deh. Larutan Cap Kaki Tiga ini berguna banget untuk mencegah sariawan, panas dalam dan teman - temannya. Nggak perlu khawatir tentang kandungannya, karena Larutan Cap Kaki Tiga ini mengandung bahan alami dan sebagian besar merupakan air. Mineral yang saya maksud adalah Gipsum Fibrosum dan Calcitum yang akan bekerja meredakan panas dalam plus menyegarkan badan. Karena mengandung bahan alami, Larutan Cap Kaki Tiga ini aman untuk dikonsumsi oleh siapa saja termasuk bumil, busui dan anak - anak. Malah yang anak - anak ada beberapa rasa seperti jeruk dan leci. Larutan Cap Kaki Tiga ini pelopor lho di dunia minuman pereda panas dalam juga sudah bersertifikasi Halal MUI. Nggak khawatir deh mengkonsumsinya.





Ke empat tips diatas selalu saya praktekkan di rumah saat berpuasa. Alhamdulillah kombinasi mengkonsumsi serat, tidak terlalu banyak makan pedas, banyak minum air putih dan minum 1 botol 200ml saat berbuka dan sahur menjadikan keluarga saya terlindungi dari sariawan. Buat mentemen yang mengalami masalah dengan sariawan saat bulan puasa dan bingung bagaimana mengatasinya, silahkan dicoba tips dari saya. Semoga setelah mencoba tips menghindari sariawan saat bulan puasa ini bisa membantu ya. Selamat berpuasa..