June 3, 2019

Gut is Your Second Brain? Maksudnya apa ya?

Bismillah.

Gut is Your Second Brain

Pernah dengarkah dengan kata – kata itu? Perut adalah otak kedua. Jika perut baik maka semuanya baik. Iyes bener banget. Saya memahami hal ini sejak memiliki anak. Menginjak usia 2 tahun, anak – anak mulai memasuki masa – masa sering terkena diare. Biasanya hal ini disebabkan oleh rasa ingin tahu anak yang tinggi sehingga menyebabkan apa pun mereka pegang atau ambil. Masih inget kan buibu dimana anak – anak kita refleks memegang batu, kayu atau apa pun yang ada di mana pun. Entah di mobil, di halaman rumah atau di jalan. Setelah pegang batu, kalau kita meleng sedikit tahu – tahu sudah asyik ambil kue di meja makan. Haduuhh, cuci tangan dulu Nak.


Kebiasaan anak ditambah belum terciptanya ritme untuk cuci tangan di usia toddler ini, membuat anak semakin rentan untuk terkena diare. Padahal  diare ini bukan merupakan peristiwa yang menyenangkan. Kita saja yang dewasa saat sedang diare tentunya akan merasa lemas dan nggak nyaman. Pokoknya nggak happy deh. Bahkan masalah pencernaan seperti diare ini sempat membuat Rafasya harus menginap di rumah sakit. Arsel pun sempat beberapa kali diare dan demam akibat diare. Mencelos hati mamak saat melihat mereka diare. Dari yang biasanya nggak bisa diem, lari – larian dan panjat sana sini jadi terkulai lemas plus rewel.. Hiks, sedih deh kalau anak sudah sakit diare. Nggak ada semangat dan happy sama sekali.



Jadi memang benarlah perkataan “Gut Is Your Second Brain” ini. Karena dengan perut yang sehat anak akan bisa menjalani hari – harinya dengan lebih happy. Bayangkan saja kalau anak terkena diare, kolik, telat makan atau masalah perut lainnya, sudah hampir pasti si anak akan muram saat menjalani aktivitasnya. Bahkan semua aktivitas yang sudah disusun bisa saja terhambat. Kalau sudah begini selain anak nggak bahagia ibunya juga bisa jadi senewen karena anak rewel.




Orang tua mana sih yang nggak ingin buah hatinya tumbuh dan berkembang dengan bahagia? Saya rasa semua orang tua pasti menginginkan anak – anaknya sehat dan juga bahagia. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mengontrol asupan gizi anak. Sebagai seorang ibu saya lumayan cerewet untuk memasukkan sayur dan buah setiap hari pada menu makan kami. Selain saat sarapan buah pun sebisa mungkin saya hadirkan sebagai cemilan. Alhamdulillah anak – anak sudah terbiasa. Mungkin karena saat hamil dan menyusui saya termasuk orang yang menggemari sayur dan buah. Jadi saat masa ASI Eksklusif anak – anak saya sudah terbiasa dengan rasa sayur dan buah.  Dilanjutkan saat MPASI, makanan yang pertama kali saya perkenalkan pada kedua bujang saya adalah buah. Setelah buah baru saya kanjutkan dengan karbo, sayur dan protein. Dengan menerapkan pola makan yang menitik beratkan pada sayur dan buah, kedua bodyguard kecil saya ini tumbuh menjadi anak yang menggemari sayur dan buah. MasyaAllah.



Saya pun belajar bahwa selain asupan vitamin dan mineral itu penting untuk selalu hadir dalam makanan yang dikonsumsi anak, kita juga perlu berteman dengan bakteri. Ih, bakteri? Yup. Betul sekali. Bakteri yang menjadi teman kita tentunya harus dari bakteri baik. Bakteri baik yang mengandung probiotik tersebut adalah Lactobacillus Reuteri. Saluran cerna kita memerlukan probiotik agar tetap sehat. Probiotik terbaik yang bisa kita berikan untuk buah hati kita bisa melalui yoghurt atau tempe. Kalau di rumah, kami sering mengkonsumsi overnite oat yang direndam dengan yoghurt kemudian diberi topping buah untuk sarapan atau tempe kecap untuk lauk makan siang atau malam.. Pada kedua jenis makanan ini terdapat bakteri baik yang membantu membuat saluran cerna menjadi terjaga keadaannya, makanan jadi mudah terserap nutrisinya serta membantu anak untuk tumbuh dan berkembang dengan bahagia. Anak happy, orang tua pun happy.

Masalahnya terkadang ada anak yang kurang menyukai kedua bahan makanan mengandung probiotik tersebut.Apalagi anak di usia toddler. Lalu bagaimana mengakalinya? Kalau sudah begini tentu saja ibunya harus pintar – pintar mengolah yoghurt dan tempe teraebut agar anak mau mengkonsumsinya. Menantang sekali bukan? Semua karena anak yang berusia di atas 1 tahun seharusnya sudah bisa makan makanan keluarga. Yess, benar ibu – ibu. Karena asupan makanan terbaik itu bisa diperoleh anak lewat makanan. Jadi jangan terlalu terlena bila anak belum bisa makan makanan keluarga saat usianya sudah lebih dari satu tahun. Fakta ini kembali saya dengar lewat dr. Ray saat saya dan anak – anak menghadiri workshop “Grow Happy Parenting: Happy from the Inside Out” bersama Lactogrow di Pand’Or beberapa waktu yang lalu.


Makanan keluarga yang dimaksud adalah makanan dengan lauk pauk lengkap dan bentuk seperti apa yang orang dewasa makan. Mengapa orang tua tidak boleh terlalu terlena saat anaknya yang berusia di atas 1 tahun belum bisa mengkonsumsi makanan keluarga? Semua agar anak tidak mengalami masalah di kemudian hari. Beragam kondisi bisa membuat orang tua terlena. Anak yang belum bisa atau menolak makan makanan keluarga, biasanya akan lebih banyak mengkonsumsi susu. Padahal makan lah yang anak butuhkan. Jika ada diantara mentemen memliki anak dengan masalah serula sebaiknya segera diatasi ya. Dengan makan makanan keluarga dan dilanjutkan ASI sampai 2 tahun, insyaAllah buah hati kita akan tumbuh menjadi anak yang sehat.

Namun jika memang diperlukan, pemberian susu pertumbuhan bisa saja dilakukan. Nestle Lactogrow adalah sebuah pilihan yang menyediakan susu pertumbuhan dengan kandungan Lactobacillus Reuteri. Pemberian makanan pendamping ASI seperti susu pertumbuhan ini akan lebih baik lagi jika diawali dengan kunjungan ke dokter. Karena ASI dan makanan adalah asupan terbaik untuk mendukung anak tumbuh sehat dan bahagia.

Jika asupan makanan si buah hati audah tercukupi dengan baik, maka sebaiknya orang tua juga menciptakan suasana pertumbuhan yang mendukung tercapainya anak yang bahagia. Mendampingi anak bermain atau beraktivitas di rumah adalah salah satunya. Pastikan saat anak bermain, kita sebagai orang tua ikut terlibat dan membuka obrolan. Saat mengobrol patikan kita tidak langsung bereaksi terlalu cepat. Tanggapi sesantai mingkin saat anak mengajukan pertanyaan atau sedang bercerita. Tips dari saya saat bermain dengan anak adalah bersikaplah lebay dan berikan intonasi yang tepat. Saat terjadi kebakaran, bertindaklah heboh seolah memang api ada di depan mata kita. Dengan begitu sesi bermain akan lebih hodup dan lebih seru. 😁Yakin deh anak akan selalu teringat momen bermain bersama kita dan selalu meminta kita untuk bermain bersama mereka. Dari sesi sharing dengan Psikolog Veraitabiliana kemarin, orang tua juga perlu untuk mengenali jenis emosi yang sedang anak rasakan. Kalau anak sedang sedih, kita harus bisa mengenali emosi sedih tersebut dan melabeli nama emosinya. Jadi anak juga belajar beragam emosi. Hal ini penting karena anak merasa didengarkan oleh orang tuanya.




Terima kasih banyak Indonesian Hijab Blogger dan  Nestle Lactogrow sudah mengundang saya dan menyegarkan kembali ingatan saya tentang pentingnya ASI dan makanan pendamping juga peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak yang bahagia. InsyaAllah anak – anak Indonesia tumbuh bahagia agar bisa menjadi dewasa yang bahagia pula di jalan Allah. Yuk mari buibu, semangat mendidik buah hati kita sambil tetap memberikan yang terbaik.




Jangan lupa ya bahwa WHO merekomendasikan pemberian ASI Ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan dan lanjutkan selama mungkin. Susu pertumbuhan diformulasikan untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh anak diatas usia 1 tahun dan tidak diberikan untuk bayi. Baca label sebelum membeli juga supaya tahu apa saja kandungan yang ada di dalamnya.

10 comments:

  1. AKu lagi nyobain Mika untuk minum Lactogrow juga, biar persiapan lepas ASI. Kandungannya bernutrisi bgt, jadi gak terlalu khawatir kalo Mika makan ngemil doang ��.

    Wah foto makanan resepnya apa ituh. Mau dong contekannya, buat Mika. hehe

    ReplyDelete
  2. Ahaaai... bener bgt mom.. aku selalu oercaya kalo kondisi oerut kita ok, maka organ2 yg lain akan merespon oke jiga. Makanya aki selalu jaga makanan anak2 aku spy semua nya bs oke... hehehe...

    ReplyDelete
  3. Beneran mba. Jangankan anak2 ya. Kita yg dewasa aja kl perut g bener bawaannya ga enaak ����

    ReplyDelete
  4. eventnya seru banget yaa.. jadi tahu banyak soal parenting dan pengaruh pencernaan ke pertumbuhan anak

    ReplyDelete
  5. Waah makasi infonya mba Jade.. Anakku juga konsumsi nih Lactogrow

    ReplyDelete
  6. mengatur dan mendidik anak emang menjadi hal yang menyenangkan, akan tetapi jika anak sakit...bisa menjadi hal yang sedih. Thaks informasinya kak, semoga kita selalu sabar dalam merawat anak, Aamiin.

    ReplyDelete
  7. kalau di hitung dalam sehari bisa ratusan kali kita mengingatkan tentang "cuci tangan dulu nak"

    ReplyDelete