July 26, 2019

Mengenal Lebih Jauh Demam & Nyeri

Mengenal Lebih Jauh Demam & Nyeri


Bismillah.

Hola semua. Postingan kali ini, ingin mengajak semua pembaca untuk mengenal lebih jauh tentang demam dan nyeri. Eh gimana? Iya. Demam dan Nyeri. 2 keadaan yang tampaknya beberapa kali akan singgah di kehidupan manusia, baik dewasa atau anak - anak. Sebenarnya kalau orang dewasa sih masalahnya jadi lebih mudah ya. Karena kan tubuh lebih besar dan pemikiran yang lebih dewasa tentu membuat kehadiran demam dan nyeri ini bisa dilewati dengan lebih baik. Tapi untuk anak - anak? Duh, baru nulis saja mamak sudah mencelos hatinya. Pasti keadaan demam dan nyeri jika diderita oleh anak - anak akan lain ceritanya ya. Sudahlah badan nggak enak, ditambah dengan belum mengerti apa yang terjadi tampaknya akan mengarah pada naiknya tingkat kerewelan anak. Singkatnya, kalau orang tua yang mengalami demam dan nyeri, yang merasakan ya hanya orang tua saja. Tapi kalau anak yang demam atau nyeri, dijamin deh orang tua pun seolah ikut merasakan.






Apa itu nyeri?
Singkatnya nyeri adalah rasa sakit pada satu bagian yang dipengaruhi oleh jenis kelamin, genetik dan umur. Ada nyeri ringan, nyeri sedang dan nyeri berat.

Kapan harus minum obat jika nyeri?
Kita bisa mengkonsumsi obat saat mengalami nyeri jika nyeri tersebut sudah mengganggu aktivitas kita sehari - hari. Misalnya saja sakit kepala atau sakit gigi yang memang sudah membuat kita jadi serba salah. Namun jika memang nyeri ini mengganggu dan tidak membaik sebaiknya segera kunjungi dokter.


Apa itu demam?

Seseorang dikatakan demam apabila terjadi peningkatan pada suhu tubuhnya.  Ada beberapa cara  yang digunakan untuk mengukur apakah seseorang dikatakan demam atau tidak. Bisa dengan memeriksa rectal temperature jika diatas 38*C  berarti demam , oral temperature (lewat mulut) jika diatas 37,5*C berarti demam dan axillary temperature (lewat ketiak) jika diatas 37,2 * C.

Demam ini bisa terjadi karena 2 hal, yaitu infeksi dan non infeksi. Pengalaman saya sih sebaiknya jika ada yang demam, kita harus mencatat suhunya dan juga kapan minum obatnya serta penururnan suunya. Jadi kalau memang harus pergi ke dokter, kita sudah siap dengan data yang memang valid. Untuk bisa mengetahui dengan jelas berapa suhunya tentu kita harus memiliki termometer. Saya sampai punya 2. Satu yang untuk di telinga atau di dahi dan satu lagi untuk di ketiak.

Kapan harus minum obat jika demam?
Pada kondisi demam, sebaiknya jika suhu tubuh sudah mencapai lebih dari 37,5*C maka sebaiknya mengkonsumsi obat. Jika si penderita pernah mengalami riwayat kejang demam, kita juga harus waspada. Kemudian jika memang suhu tidak juga turun, sebaiknya segera kunjungi dokter.



Penjelasan mengenai demam dan nyeri ini saya dapatkan saat acara #TUMLUNCHEONXBIOGESIC dengan tema Better Safe than Sorry di Pand'or pertengahan Juli kemarin. Bersyukur banget saya bisa hadir di acara seperti ini. Well, sebenarnya saya selalu excited untuk hadir di acara yang memang bisa menambah ilmu seperti ini. Pengalaman diare yang menyebabkan abang Rafa sampai kejang selalu membuat saya penasaran akan demam.



Kita lanjutkan ya berkenalannya dengan demam. Saat seseorang sedang demam, kita bisa melakukan beberapa hal untuk memberi rasa nyaman juga mengurangi tingginya suhu tubuh si penderita. Hal tersebut dikenal dengan nama Terapi Demam.

Terapi demam

Ada 2 cara untuk melakukan terapi demam.
1. Non Farmakologis
Pemberian Cairan dalam jumlah banyak untuk mencegah dehidrasi. Tidak memakaikan pakaian yang panas, sebaiknya pakaikan pakaian dari bahan yang nyaman. Memberikan kompres hangat pada penderita. Yess. Inget ya buibu kompres hangat yaa. Kenapa bukan kompres dingin? Karena kompres dingin bisa menyebabkan penderita menggigil. Skin to skin dengan bayi kita juga boleh banget ya buibu. Selain memberikan rasa nyaman juga insyaAllah akan mengurangi demamnya.

2. Farmakologis
Dengan cara pemberian Paracetamol

Pasti buibu mah sudah akrab deh ya dengan yang namanya Paracetamol. Saya sendiri di rumah selalu sedia Paracetamol untuk anak dan juga dewasa. Ya kan Better Safe Than Sorry, jadi memang harus sedia. Sudah ada beberapa merek Paracetamol di pasaran. Saya mau tanya nih, sudah kenal kah dengan Biogesic?

Biogesic adalah produk pereda nyeri keluarga yang hadir dalam bentuk tablet dan sirup. Keunggulannya, Biogesic ini memiliki kandungan 100% Paracetamol di dalamnya, tanpa ada tambahan bahan lainnya. Biogesic juga aman untuk ibu hamil dan menyusui jadi memang benar - benar bisa dikonsumsi oleh semua keluarga di atas 3 tahun.

Biogesic Tablet hadir dalam bentuk yang praktis berupa strip dengan isi 4 yang ekonomis untuk konsumen anak dengan usia 6 - 12 tahun sampai dewasa.
Biogesic Sirup hadir dalam ukuran 160mg yang bisa dikonsumsi oleh anak berusia 3 - 10 tahun. Biogesic Sirup ini memiliki TasteRite Technology yang memungkinkan untuk mengurangi rasa pahit pada obat sehingga anak akan lebih mudah untuk menelan obatnya. Keren ya.



Saya kagum lho dengan Biogesic yang menggunakan TasteRite Technology ini. Karena memang ada kan kondisi beberapa anak yang sulit sekali saat minum obat, salah satunya karena rasa pahit yang ada pada obat. Dengan ini saya sampaikan pada barisan orang tua yang selalu mengalami kehebohan saat memberikan obat pada anak, InsyaAllah drama kalian berkurang ya Pakbapak Buibu.



Setelah diberikan pengetahuan acara selanjutnya adalah Brushlettering bersama @besinikel . Duh sesayang itu ya The Urban Mama dan Biogesic pada ibu - ibu yang hadir. Sehingga nggak hanya diberikan info tentang Demam dan Nyeri juga diajak untuk melepas stress lewat brushlettering. Eh, nggak ada yang malah stress kan ya kemarin? Hihihi..



Thank You TUM dan Biogesic.


No comments:

Post a Comment