July 9, 2018

Singapore Day 1 - 30 Agustus 2017 ( 5 Hari 4 Malam Bersama Bayi danRombongan )

Sekitar pukul 9. 30 kami sudah sampai di bandara Soekarno Hatta. Maskapai yang akan membawa kami ke negara Singa adalah Jet Star. Cukup excited juga saya karena belum pernah naik maskapai ini. Seringnya sih naik maskapai merah dengan singkatan dua huruf vokal yang sama. Haha..


Setelah proses cek in dan melewati imigrasi, pukul 10.45 kami sudah bisa masuk ke dalam ruang tunggu. Namun ternyata ada mini playground. Karena board ini timenya masih lumayan lama jadi Rafasya main dulu di playground. Sementara saya menggendong Arsel yang memang sedang jadwalnya tidur pagi. Karena agak mengantuk, saya dan suami pun ngopi sejenak sambil menunggu abang Rafasya main. 


July 4, 2018

Apa yang Saya Lakukan Saat Payudara Terasa Bengkak dan Nyeri ?

Another postponed story yang baru sempat dipublish sekarang

Buat buibu yang menyusui, payudara yang bengkak tentunya sering terjadi. Terkadang saat produksi ASI sudah banyak dan bayi belum menyusu, payudara ibu akan terasa penuh dan bengkak. Kalau saya sih solusinya dipompa. Beberapa kali saat Arsel baru lahir saya sempat mengalami payudara yang bengkak karena supply ASI yang meningkat. Jika sudah terasa penuh dan Arsel belum mau menyusu, saya akan langsung memompanya. Makanya di awal - awal bulan kehadiran Arsel, saya sempat memiliki stok ASIP satu freezer kulkas di rumah. Namun karena saya sebagian besar menghabiskan waktu di rumah, akhirnya Arsel pun menyusu langsung dan ASIP sya pun berakhir di kitchen sink. 

Setelah episode payudara penuh dan bengkak sampai harus dipompa di awal kelahiran Arsel, sejak Arsel berusia 7 bulan saya sudah tidak pernah mengalaminya lagi. Breast pump saya pun ngetem di lemari bersama stok diapers. Sekarang payudara saya akan terasa penuh saat menjelang waktunya Arsel menyusu, sekitar 2 jam kurang lebih. 


July 1, 2018

Itinerary 5 Hari 4 Malam Jalan - Jalan ke Singapura Bersama Bayi danKakek Nenek

Holaaaa...
Duh ini cerita udah lama bener. Mmm.. Lebih tepatnya ini cerita tentang perjalanan akhir Agustus sampai awal September 2017. Maklumlah ya, buibu macam awak ini susye bener kalau urusan nulis acara jalan - jalan. Pengennya kan nulisnya rapih dan semua lokasi yang didatangi tertuang di tulisan itu. Tapi apa daya waktu menulis pun terbagi dengan endebra endebre urusan rumah dan lain sebagainya pas pulang dari jalan - jalan. Iya apa iya buibu? Hihi..


June 30, 2018

Serunya Main di Shoot Archery Gandaria City


Bagaimana buibu pakbapak, mulai galau kan anaknya yang pada liburan mau diajak berkegiatan apalagi? Kali ini daku mau bercerita tentang pengalaman aktivitas memanah yang diikuti oleh abang Rafasya di Gandaria City. 

Bulan puasa kemarin saat wiken tiba kami sempat berkunjung ke Gandaria City. Saat selesai melipir sejenak ke toko mainan di lantai paling atas untuk melihat - lihat mainan ( yess lihat - lihat saja tanpa beli haha) kami melihat tempat untuk berlatih memanah ini. Namanya Shoot Archery Zone. Karena abang Rafasya memang memilih ekskul memanah di sekolah, ia pun langsung excited untuk ikutan.



Saat kami ke kasir untuk memesan ternyata mbaknya bilang minimal untuk ikut bermain adalah 7 tahun kalau tidak salah. Jadi sebenarnya abang Rafa belum bisa ikutan. Namun karena kami beritahu bahwa di sekolah ia sudah ikutan ekskul memanah mbaknya mengajak Rafasya untuk mencoba memegang busur yang ada. Ternyata saat busurnya dicoba ditarik, abang Rafa mengakui ini lebih berat dan lebih besar dari yang dipakai di ekskul sekolah. Setelah dilihat postur dan kekuatan lengan Rafasya, mbaknya bilang bahwa Rafasya sudah bisa ikutan. Karena busurnya ini lumayan berat lho mentemen dan tingginya sama seperti Rafasya. Haha.. Saya salut dengan keprofesionalan pegawai Shoot Archery Zone ini. Jadi tujuan mereka bukan cuma banyaknya pengunjung yang bermain juga keamanan bagi pengunjung untuk bermain dan menikmati permainan. Hebat. 





Setelah melihat pilihan paket permainan, abang Rafasya setuju untuk memilih paket yang 15  anak panah. Jika sudah melakukan proses pembayaran, kita akan beralih ke meja Disampingnya kasir untuk mengenakan pelindung lengan dan pelindung jari. Setelah semua terpasang dengan baik kita bisa lanjut ke lintasan permainan. Lintasan dewasa dan anak - anak memiliki perbedaan. Jarak untuk anak lebih pendek daripada dewasa dengan hanya 1 target lingkaran besar sementara dewasa memiliki 4 target lingkaran kecil. Ada 4 tempat untuk anak dan 10 tempat untuk dewasa seingat saya. 





Sebelum bermain ada pegawai yang menghampiri Rafasya dan mengajari cara menarik busur, memasang anak panah, postur saat melepas anak panah sampai mengingatkan untuk memicingkan mata. Meski sudah ikut ekskul di sekolah, abang Rafasya tetap perlu diberikan brief seperti ini karena busur yang berbeda tinggi dan beratnya juga anak panah yang berbeda. 



Sambil menunggu abang Rafasya latihan, kita bisa ngemil di Shoot's Cafe yang menjual beberapa makanan ringan sampai berat dengan harga wajar. Senang sekali saat melihat harganya yang normal. Jadi cocok ya kan untuk menunggu anak bermain. Kemarin saya sih nggak sempat icip - icip disitu karena kan hanya 15 anak panah ya. 



Sebenarnya kemarin ayahnya juga ingin ikutan mencoba memanah, namun karena kami nggak ingin lama - lama di mol saat puasa jadi belum terlaksana. Niatnya sih kami ingin balik lagi karena saya juga ingin mencoba. Buat mentemen yang bingung anak - anaknya mau diberi kegiatan apa, mungkin bisa mencoba memanah di Shoot Archery Zone Gandaria City. Setahu saya sih ini tampaknya area memanah pertama yang ada di mol ya. Atau ada yang tahu tempat memanah lain yang model begini, mau dong infonya supaya lebih banyak pilihan.